Konten dari Pengguna

Biopori: Solusi Cerdas Konservasi Air dan Olah Sampah di Rumah

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biopori. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biopori. Foto: Pixabay

Lubang biopori menjadi solusi alami yang tepat guna dalam mendukung pengelolaan air dan sampah organik di lingkungan hunian, terutama di kawasan pemukiman padat perkotaan. Teknik ini memanfaatkan lubang-lubang vertikal di tanah untuk memperbaiki daya serap air, mengurangi risiko genangan, serta memberikan manfaat ekologis yang nyata melalui pengomposan mandiri. Dengan memahami cara pembuatan serta manfaatnya, masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan cadangan air tanah.

Apa Itu Lubang Biopori?

Lubang biopori adalah teknik membuat lubang vertikal di dalam tanah yang berfungsi meningkatkan daya serap air sekaligus mengolah limbah organik. Menurut Sugeng Agung Wijaya dkk. dalam Jurnal Aplikasi dan Inovasi Ipteks SOLIDARITAS Vol. 2 No. 2 berjudul Pembuatan Lubang Resapan Biopori dan Pupuk Kompos Cair dari Sampah di RW IX, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, lubang ini terbentuk berkat aktivitas organisme tanah seperti cacing, perakaran tanaman, dan fauna tanah lainnya yang menciptakan terowongan kecil (pori-pori) di dalam tanah. Biopori hadir sebagai metode alternatif yang murah, ramah lingkungan, dan multifungsi dalam mengelola limpasan air hujan serta memproses sampah organik.

Definisi dan Konsep Dasar Lubang Biopori

Secara umum, Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal di sekitar pohon, halaman rumah, atau saluran pembuangan air. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan memancing fauna tanah untuk membuat jalur-jalur udara, yang secara signifikan memperbaiki struktur tanah dan mempercepat infiltrasi air.

Sejarah Pengembangan Lubang Biopori

Teknik ini telah lama disosialisasikan di Indonesia sebagai upaya konservasi air yang mudah diaplikasikan secara mandiri oleh masyarakat luas. Tujuannya adalah membangun budaya peduli lingkungan melalui tindakan efisiensi air dan penghematan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Manfaat Lubang Biopori untuk Lingkungan

Penerapan sistem biopori memberikan manfaat ekologis yang luas, mulai dari pencegahan bencana hingga peningkatan kesuburan lahan sekitar.

Mengurangi Genangan Air dan Banjir

Biopori berfungsi sebagai sarana retensi yang mereduksi genangan akibat limpasan air hujan di permukaan lahan dengan cara meneruskannya langsung ke dalam tampungan air tanah.

Membantu Pengolahan Sampah Organik

Sampah organik di dalam biopori akan terurai secara biologis oleh mikroorganisme menjadi kompos alami, sehingga mengurangi tumpukan limbah di TPA dan meningkatkan unsur hara tanah.

Mendukung Konservasi Air Tanah

Dengan meningkatkan jumlah resapan air, biopori membantu menjaga ketersediaan sumber air tetap besar bahkan saat musim kemarau tiba. Menurut Ery Setiawan dkk. dalam Prosiding Seminar Nasional IPPeMas 2020 berjudul Pemanfaatan Lubang Biopori Sebagai Sarana Konservasi dan Retensi Air di Lingkungan Pemukiman Perkotaan, metode ini sangat efektif untuk diterapkan di kawasan yang rawan genangan karena sifatnya yang multifungsi dan biaya pembuatannya yang relatif murah.

Cara Membuat Lubang Biopori di Rumah

Membuat lubang biopori tidak membutuhkan alat berat yang rumit, sehingga praktis dilakukan di pekarangan rumah.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Beberapa peralatan utama meliputi alat bor tanah (manual atau linggis), pipa PVC berdiameter sekitar 10 cm yang telah dilubangi sisinya untuk memperkuat mulut lubang, serta sampah organik seperti daun kering dan sisa sayuran.

Langkah-langkah Pembuatan Lubang Biopori

  • Penentuan Lokasi: pilih area yang sering digenangi air atau lahan kosong, lalu siram tanah agar lebih lunak saat dibor.

  • Pengeboran: buat lubang silindris vertikal sedalam 80–100 cm dengan diameter sekitar 10 cm, namun pastikan tidak melampaui kedalaman muka air tanah.

  • Pemasangan Pipa dan Pengisian: masukkan pipa PVC sebagai penguat, isi lubang dengan sampah organik hingga penuh, lalu tutup dengan penutup pipa yang sudah diberi lubang udara (pori-pori).

Tips dan Perawatan Lubang Biopori

Untuk menjaga fungsi optimalnya, isilah lubang dengan sampah organik secara bertahap setiap lima hari sekali atau saat isi lubang mulai menyusut akibat pelapukan. Hindari memasukkan sampah anorganik agar tidak menghambat proses penguraian. Kompos yang dihasilkan dapat dipanen setelah sekitar 3 bulan untuk digunakan sebagai pupuk tanaman, setelah itu lubang siap diisi kembali dengan sampah baru.

Kesimpulan

Lubang biopori merupakan strategi sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan daya resap air, mengelola limbah rumah tangga secara mandiri, dan menjaga keberlanjutan ekosistem. Dengan penerapan yang konsisten dan kolektif di tengah masyarakat, teknik ini tidak hanya memperbaiki kualitas tanah tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memitigasi risiko banjir dan kekeringan di lingkungan sekitar.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Tanaman Rempah dan Obat, Ini Jenis dan Manfaatnya