Konten dari Pengguna

Buah Buni: Karakteristik, Potensi Nutrisi, dan Panduan Budi Daya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buah buni. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buah buni. Foto: Pixabay

Tanaman buni semakin dikenal di berbagai daerah karena keunikan wujud dan manfaat buahnya. Sebagai salah satu tanaman hortikultura buah, buni memiliki karakter yang mudah tumbuh sekaligus menarik untuk dibudidayakan. Artikel ini membahas ciri morfologi, kandungan gizi, dan strategi budi daya buni agar hasil panen optimal.

Apa Itu Tanaman Buni?

Tanaman buni termasuk dalam kelompok buah-buahan hortikultura yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Menurut Riza Umami dkk. dalam Jurnal Biologi Tropis berjudul Physical Characteristics of Antidesma spp. (Phyllanthaceae) Bogor Botanical Garden Collection, buni atau Antidesma bunius merupakan tumbuhan yang tumbuh liar maupun dibudidayakan dan telah lama dikenal sebagai sumber buah segar serta bahan olahan tradisional. Secara taksonomi, tanaman ini masuk ke dalam famili Euphorbiaceae (atau Phyllanthaceae dalam klasifikasi terbaru) dan dikenal dengan berbagai nama lokal seperti wuni di Jawa, berunai di Malaysia, atau bignai di Filipina.

Morfologi Tanaman Buni

Berdasarkan catatan dalam Buletin Kebun Raya Indrokilo Vol. 4 (2022), pohon buni dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 15–30 meter dengan diameter batang mencapai 1 meter.

Ciri Daun

Daun buni adalah daun tunggal berbentuk lonjong hingga elips dengan permukaan hijau gelap yang mengkilap di bagian atas. Panjangnya berkisar antara 10–22 cm dengan lebar 5–7 cm, serta memiliki tepi daun rata dan pertulangan menyirip.

Karakteristik Batang

Batang tanaman buni berkayu, berbentuk bulat, dan berwarna cokelat atau abu-abu dengan permukaan licin atau sedikit berkerak. Struktur batang yang kuat dan percabangan yang rapat membentuk tajuk yang sangat rindang, sehingga sering digunakan sebagai pohon peneduh.

Bentuk dan Warna Buah

Buah buni termasuk jenis buah sejati tunggal berdaging yang tumbuh bergerombol dalam rangkaian panjang (tandan). Diameter buah berkisar 3–8 mm. Perubahan warna buah sangat khas: saat muda berwarna hijau, berubah menjadi kuning, merah, dan akhirnya ungu kehitaman saat matang sempurna. Buah yang matang memiliki rasa perpaduan manis, asam, dan sedikit sepat.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat

Selain tampilannya yang menarik, buah buni kaya akan nutrisi. Berdasarkan artikel dalam Jurnal Pangan dan Gizi Vol.13 No. 1 berjudul Deskripsi Sifat Fisiko Kimia Buah Buni Asal Pulau Timor" oleh Gemma G. O. Laga dkk., buah buni masak mengandung kadar air sekitar 81,54%, vitamin C sebesar 20 mg/100g, serta senyawa polifenol yang sangat tinggi mencapai 459,18 mg GAE/100g. Kandungan antioksidan (antosianin) pada kulit buahnya yang hitam sangat kuat untuk menangkal radikal bebas.

Panduan Budi Daya Tanaman Buni

Budi daya buni relatif mudah dilakukan karena tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi.

Syarat Tumbuh

Buni umumnya ditemukan di ketinggian 200–1.200 m dpl pada tanah subur, namun tanaman ini juga diketahui mampu tumbuh di tanah marginal yang kurang hara.

Langkah-langkah Penanaman

Bibit dapat diperoleh dari biji maupun metode vegetatif seperti cangkok. Jika ditanam dari biji, pohon mulai berbuah pada usia 5–6 tahun, sedangkan dari hasil cangkokan jauh lebih cepat, yaitu sekitar 2–3 tahun.

Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan meliputi penyiraman rutin dan pembersihan area sekitar tanaman. Hama dapat dikendalikan dengan pemangkasan rutin pada bagian yang terserang. Pemanenan dilakukan saat buah sudah berwarna merah kegelapan hingga ungu kehitaman untuk mendapatkan kadar gula dan antioksidan yang optimal.

Kesimpulan

Tanaman buni menawarkan keunikan morfologi dan kemudahan budi daya dengan nilai gizi yang luar biasa tinggi, terutama senyawa fenolik dan vitamin C. Dengan pemahaman ciri fisik dan cara budi daya yang tepat, pohon buni sangat layak dikembangkan baik untuk pelestarian (konservasi) maupun sebagai tanaman buah produktif di pekarangan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar