Konten dari Pengguna

Buah Kecapi: Si Asam Manis Lebih dari Sekadar Buah Tropis Biasa

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buah kecapi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buah kecapi. Foto: Pixabay

Tanaman kecapi (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) dikenal luas sebagai pohon penghasil buah di Indonesia dengan cita rasa asam dan manis yang khas. Selain buahnya, kecapi menarik untuk dikaji karena memiliki berbagai manfaat mulai dari kesehatan hingga penggunaan kayunya sebagai bahan konstruksi dan furniture. Artikel ini membahas secara ringkas asal tanaman kecapi, ciri morfologi, serta pemanfaatannya dalam keseharian berdasarkan kajian etnobotani dan studi fisik.

Asal Usul dan Penyebaran Tanaman Kecapi

Kecapi termasuk dalam suku Meliaceae dan merupakan tanaman buah yang penting di wilayah Asia Tenggara. Menurut Taibatul Hayati dkk. dalam jurnal JUPEIS Vol. 1 No. 4 berjudul Etnobotani Sandoricum koetjape Burm.f. Merr. (Kecapi) Suku Dayak Bakumpai Bantuil Kabupaten Barito Kuala Berbentuk Buku Ilmiah Populer, tanaman ini tersebar luas di kawasan Asia termasuk India, Filipina, hingga Indonesia. Pohon ini mampu hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 m dpl pada berbagai tipe hutan, termasuk hutan primer dan sekunder.

Sejarah dan Persebaran Tanaman Kecapi

Tanaman ini berasal dari wilayah Indocina dan Malaysia bagian barat, yang kemudian diintroduksikan ke wilayah Asia tropis lainnya. Bentuk liarnya menyebar dari Semenanjung Malaya, Sumatra, hingga Papua Nugini. Di Indonesia, kecapi dapat ditemukan hampir di seluruh pulau nusantara dan sering ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman peneduh.

Pemanfaatan Kecapi oleh Suku Dayak Bakumpai

Masyarakat suku Dayak Bakumpai di Desa Bantuil mengenal kecapi dengan sebutan katapi atau ketapi. Suku ini memanfaatkan buahnya untuk konsumsi seperti bahan rujak, batangnya sebagai kayu bakar, serta bagian pucuk daun dan daging buahnya sebagai obat tradisional untuk meriang, batuk, dan sakit perut. Selain itu, daun kecapi juga dipercaya sebagai alas sesajen dalam ritual adat perkawinan.

Morfologi Biji Kecapi

Biji kecapi memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari biji buah tropis lainnya, terutama karena sifatnya yang tidak dapat disimpan lama.

Ciri-ciri Fisik dan Anatomi Biji Kecapi

Menurut Popi Aprilianti dan Winda Utami Putri dalam Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 12 No. 2 berjudul Studi Sifat Fisik Biji Kecapi (Sandoricum koetjape Burm. f. Merr) dan Penyimpanannya dalam Suhu Kamar, biji kecapi memiliki lapisan aril berwarna putih yang lengket. Secara fisik, biji ini berukuran besar dengan permukaan yang licin dan keras. Struktur anatominya meliputi perikarp yang terdiri dari eksokarp (kulit luar), mesokarp (daging buah), dan endokarp yang membungkus biji.

Pengaruh Penyimpanan Suhu Kamar terhadap Biji Kecapi

Biji kecapi diklasifikasikan sebagai biji rekalsitran, yang artinya akan kehilangan daya kecambah jika kadar airnya turun di bawah level kritis atau disimpan terlalu lama. Biji kecapi hanya dapat disimpan maksimal selama 40 hari pada suhu ruang (± 26-27° C) sebelum kehilangan kemampuannya untuk tumbuh secara optimal.

Nilai dan Potensi Biji Kecapi

Meskipun sering dianggap limbah, biji kecapi memiliki potensi nilai gizi dan manfaat yang bisa dikembangkan lebih lanjut.

Kandungan Gizi dan Manfaat Biji Kecapi

Daging buah yang menyelimuti biji kecapi kaya akan nutrisi, termasuk Vitamin C (sekitar 14 mg/100 ml), antioksidan seperti B-karoten, serta senyawa bioaktif flavonoid. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat anti-oksidatif dan anti-karsinogenik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Penggunaan Tradisional dan Modern Biji Kecapi

Secara tradisional, perbanyakan tanaman dilakukan dengan menanam biji secara langsung (generatif). Dalam konteks modern, selain dimakan segar, buah kecapi mulai diolah menjadi selai, manisan, sirup, hingga bahan baku industri seperti permen di Malaysia.

Kesimpulan

Sandoricum koetjape merupakan kekayaan hayati nusantara dengan morfologi dan manfaat yang sangat beragam. Memahami sifat rekalsitran bijinya sangat penting untuk upaya konservasi dan budidaya tanaman ini di masa depan. Dengan sejarah penyebaran yang panjang di Asia Tenggara dan nilai sosial budaya yang kuat, kecapi tetap menjadi komoditas buah lokal yang menjanjikan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar