Konten dari Pengguna

Budi Daya Kina: Cara Menanam hingga Mengendalikan Hama & Penyakit

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi batang tanaman kina. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi batang tanaman kina. Foto: Pixabay

Kina termasuk tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan alkaloidnya. Tanaman ini lazim dibudidayakan di dataran tinggi dan memerlukan perawatan khusus agar hasil panen tetap optimal. Artikel ini membahas budi daya kina secara lengkap mulai dari teknik penanaman, pengendalian hama, hingga penanganan penyakit.

Mengenal Tanaman Kina

Menurut Muhammad Alqamari dkk. dalam buku Budidaya Tanaman Obat & Rempah, terdapat dua spesies kina yang penting di Indonesia, yaitu Cinchona succirubra (Kina Succi) sebagai batang bawah dan Cinchona ledgeriana (Kina Ledger) sebagai batang atas. Tanaman ini masuk kategori tanaman perkebunan menahun yang dipilih karena khasiat kulit batangnya.

Manfaat dan Kandungan Kina

Kulit kina mengandung alkaloida sekitar 8,5–9%. Kandungan utamanya adalah kuinina yang dikenal sebagai bahan obat malaria. Selain itu, ekstraknya juga digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik.

Sejarah dan Perkembangan Budi Daya Kina

Kina diperkenalkan di Indonesia sejak era kolonial dan berkembang pesat di daerah pegunungan. Kini, budi daya kina menjadi salah satu andalan ekspor hasil perkebunan melalui penggunaan klon unggul seperti Cib 6, KP 105, hingga QRC.

Syarat Tumbuh dan Persiapan Lahan

Budi daya kina membutuhkan perhatian terhadap lokasi dan kondisi lahan. Tanaman ini tumbuh optimal di lingkungan dengan suhu dan kelembapan tertentu, serta lahan yang subur.

Iklim dan Ketinggian Ideal

Kina menyukai daerah dengan ketinggian 800–2.000 m dpl, dengan ketinggian optimum 1.400–1.700 m dpl. Suhu ideal berkisar antara 13,5–21° C dengan curah hujan tahunan 2.000–3.000 mm yang merata sepanjang tahun. Tanaman ini juga menghendaki kelembapan relatif harian minimum antara 68% hingga 97%.

Persiapan Lahan dan Media Tanam

Tanah yang cocok untuk kina adalah yang subur, gembur, kaya bahan organik, serta tidak bercadas atau berbatu. Derajat kemasaman (pH) tanah yang dibutuhkan berkisar antara 4,6–6,5 dengan pH optimum pada angka 5,8.

Teknik Budi Daya Kina

Keberhasilan budi daya kina sangat dipengaruhi oleh pemilihan bibit dan perawatan rutin. Langkah-langkah berikut bisa dijadikan acuan utama.

Pemilihan dan Penanaman Bibit Kina

Bibit dapat berasal dari stek sambung yang ditanam dalam polybag dengan media tanah Andosol. Penanaman ke lahan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, sekitar bulan September, untuk menghindari penguapan berlebihan dan memastikan ketersediaan air bagi bibit muda.

Pemupukan dan Perawatan Harian

Pemeliharaan meliputi penyiraman rutin, penyulaman tanaman yang mati, serta pemupukan untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, penggunaan tanaman pelindung seperti jenis legum (Crotalaria atau Tephrosia) disarankan selama tiga tahun pertama untuk memperbaiki iklim mikro lahan.

Hama dan Penyakit pada Kina

Gangguan hama dan penyakit bisa menurunkan produktivitas kina secara signifikan. Oleh sebab itu, pengenalan serta penanganan dini sangat diperlukan.

Jenis Hama Utama pada Kina

Hama utama yang menyerang meliputi penggerek cabang (Xyleborus sp.) yang ditandai dengan adanya tahi gergaji halus pada batang, penggerek pucuk yang menyebabkan pucuk mati, serta kutu putih dan Helopeltis yang merusak bentuk daun dan pucuk.

Penyakit yang Sering Menyerang Kina

Penyakit yang paling berbahaya adalah kanker batang yang disebabkan oleh jamur Phytophthora sp., seperti P. cinnamomi (kanker garis) dan P. parasitica (kanker gelang). Gejalanya berupa pembusukan kulit batang yang dapat menyebabkan kematian tanaman.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang sesuai, seperti Gusadrin atau Lannate. Untuk penyakit kanker batang, pengendalian dilakukan dengan mengorek kulit yang sakit hingga bersih lalu melumasinya dengan fungisida seperti Antimucin atau Difolatan.

Kesimpulan

Budi daya kina memerlukan strategi yang terintegrasi, mulai dari pemilihan klon unggul, penyesuaian ketinggian tempat, hingga perlindungan dari jamur patogen. Monitoring rutin menjadi langkah penting agar tanaman tetap sehat dan produktif. Dengan mengikuti praktik terbaik dari referensi ilmiah, hasil panen kina dapat dioptimalkan untuk kebutuhan industri farmasi global.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Tanaman Rempah dan Obat, Ini Jenis dan Manfaatnya