Konten dari Pengguna

Budi Daya Padi Aerobik & Kompos Aerob: Solusi untuk Pertanian Berkelanjutan

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Budi Daya Padi Aerob. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Budi Daya Padi Aerob. Foto: Pexels

Budi daya padi aerobik kini semakin dilirik sebagai solusi strategis dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Inovasi ini menawarkan strategi baru, terutama dalam pengelolaan air dan integrasi penggunaan pupuk organik.

Untuk mencapai produktivitas optimal sekaligus menjaga kelestarian ekosistem, diperlukan pemahaman komprehensif mengenai sistem, langkah budi daya, serta peran vital kompos aerob sebagai penguat ekosistem tanah yang berkelanjutan.

Apa Itu Padi Aerobik dan Bagaimana Sistemnya?

Definisi Padi Aerobik

Menurut riset BRIN bertajuk Sistem Padi Aerobik: Transformasi Pertanian Indonesia Menuju Produktivitas Berkelanjutan susunan Danang Eko Nuryanto dan Ibnu Fathrio, sistem padi aerobik merupakan pendekatan inovatif dengan menerapkan praktik budi daya padi pada lahan yang tidak tergenang (aerob) yang mampu menjaga tanah tetap lembap dan kaya akan oksigen yang berguna untuk perkembangan sistem perakaran.

Perbedaan Sistem Padi Aerobik dan Konvensional

Tidak seperti budi daya padi sawah konvensional yang tumbuh dalam kondisi tergenang (anaerobik) yang miskin oksigen, padi aerobik akan mengandalkan pasokan air dalam jumlah yang terbatas namun tetap memenuhi kebutuhan fisiologis tanaman.

Secara mendasar, perbedaan antara kedua sistem ini terletak pada pengelolaan air yang juga berperan menekan emisi gas metana yang biasanya dihasilkan oleh bakteri pada lahan yang basah.

Praktik Budi Daya Padi Aerobik yang Berkelanjutan

Budi daya padi aerobik akan mengedepankan efisiensi sumber daya dan kelestarian ekosistem. Berbeda dengan sistem konvensional, praktik budi daya padi aerobik akan mengintegrasikan penggunaan varietas unggul yang adaptif hingga manajemen lahan yang presisi.

Langkah-Langkah Budi Daya Padi Aerobik

Untuk mengoptimalkan hasil pada sistem aerobik, berikut adalah langkah krusial yang perlu diperhatikan:

  • Pemilihan varietas unggul yang adaptif khusus untuk budi daya aerobik dengan ciri memiliki sistem perakaran yang dalam, contohnya varietas padi Ciherang, Inpari 6 Jete, Inpari 33, dan IR-64.

  • Penyiapan lahan dan pengaturan drainase untuk menciptakan tanah gembur dan memiliki aerasi yang baik

  • Gunakan sistem jarak tanam yang menciptakan sirkulasi udara dan paparan matahari jatuh merata ke seluruh tajuk tanaman.

  • Pengaturan pemberian air secara berselang (intermiten) hanya untuk menjaga kelembapan tanah di zona perakaran.

  • Pengendalian gulma secara rutin dan dini dengan cara penggunaan mulsa organik atau penyiangan gulma secara mekanis.

  • Penambahan kompos yang diproses secara aerobik akan meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air serta memperbaiki aktivitas mikroba bermanfaat bagi tanaman.

Keunggulan Sistem Aerobik bagi Produktivitas dan Lingkungan

Hasil penelitian dengan judul Pengaruh Kondisi Anaerob dan Aerob pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari32 oleh Ilham Chasani Fahmi dkk. menyimpulkan jika sistem padi aerobik secara signifikan meningkatkan produktivitas melalui pertumbuhan akar dan hasil panen yang lebih optimal berkat ketersediaan oksigen yang melimpah. Selain itu, menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan air yang lebih hemat.

Peranan Kompos Aerob dalam Budi Daya Padi Aerobik

Kompos aerob memegang peran penting dalam budi daya padi aerobik. Penggunaan kompos ini membantu mempertahankan kesuburan tanah serta menunjang pertumbuhan akar yang lebih optimal dalam kondisi tanah yang kaya oksigen

Apa Itu Kompos Aerob?

Merujuk jurnal bertajuk Review Metode Kompos Aerob: Windrow, Takakura dan Composter Bag susunan Ajeng Destiasari dkk., kompos aerob adalah hasil pengolahan sampah organik menjadi humus melalui proses dekomposisi biologis yang menggunakan oksigen.

Proses ini melibatkan mikroorganisme yang bekerja secara optimal dengan memperhatikan variabel penting seperti suhu, kelembaban, porositas, serta ketersediaan oksigen sebagai alat stabilisasi limbah padat.

Manfaat Kompos Aerob untuk Tanah dan Tanaman

Kompos aerob mampu:

  • Memperbaiki kualitas dan struktur tanah.

  • Penyedia nutrisi organik yang stabil.

  • Mendukung aktivitas mikrob tanah yang menguntungkan.

  • Mengoptimalisasi pertumbuhan akar.

Rekomendasi dan Kesimpulan

Integrasi sistem padi aerobik dan pupuk organik merupakan solusi strategis untuk menghemat penggunaan air serta menekan emisi gas metana atau gas rumah kaca. Penggunaan kompos aerob terbukti memperbaiki biologi tanah melalui peningkatan mikroba bermanfaat yang mengoptimalkan pertumbuhan akar dan hasil panen. Praktik ini menjamin keberlanjutan ekosistem sekaligus meningkatkan produktivitas lahan untuk tanaman rotasi berikutnya.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi