Cara Jitu Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Bunga Bakung
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman bakung dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang memiliki nilai keindahan dan manfaat ekologis. Banyak orang mulai melirik budi daya bakung karena perawatannya relatif mudah dan peluang usahanya menjanjikan. Artikel ini merangkum strategi perbanyakan yang telah teruji secara ilmiah untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan.
Pengenalan Tanaman Bakung
Bakung (Hymenocallis littoralis) merupakan komoditas tanaman hias yang digemari karena bentuk bunganya yang unik dan karakteristiknya yang tahan kering. Menurut Cahaya Wulandari dkk. dalam Jurnal Produksi Tanaman Vol. 5 No.8 berjudul Perbanyakan Tanaman Bakung (Hymenocallis littoralis) Melalui Pembelahan Umbi dan Perendaman GA3, tanaman ini menjadi pilihan tepat untuk taman kota karena keindahannya dan daya tahannya terhadap lingkungan yang ekstrem.
Teknik Budi Daya Tanaman Bakung
Syarat Tumbuh dan Persiapan Media
Bakung dapat tumbuh optimal pada suhu udara berkisar antara 27° C hingga 30° C. Media yang mendukung pertumbuhan adalah lingkungan persemaian yang layak guna memastikan kemunculan tunas yang tinggi.
Proses Penanaman dan Pemeliharaan
Penanaman umumnya menggunakan umbi berdiameter 5–10 cm. Perawatan harian sangat krusial karena lingkungan persemaian sangat menentukan keberhasilan munculnya tunas, yang biasanya terjadi pada 2 hingga 4 hari setelah tanam.
Metode Perbanyakan Tanaman Bakung
Secara tradisional, bakung diperbanyak melalui pemisahan anakan, namun cara ini kurang efisien karena hanya menghasilkan satu tanaman dan satu bunga saja. Terdapat metode yang lebih produktif:
Pembelahan Umbi
Teknik ini dilakukan dengan membelah umbi induk menjadi 2, 4, hingga 6 bagian. Pembelahan umbi efektif menurunkan dominansi apikal, sehingga memacu tumbuhnya mata tunas pada bagian basal. Semakin banyak jumlah pembelahan, maka jumlah anakan yang dihasilkan pun semakin meningkat.
Perendaman GA3 untuk Perbanyakan
Penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) bertujuan memacu pertumbuhan tunas dan akar. Perendaman dalam konsentrasi 20 ppm pada umbi yang dibelah 6 bagian terbukti menghasilkan pertumbuhan optimal, dengan rata-rata 16,00 anakan per umbi. Hal ini dikarenakan bagian umbi yang terbuka setelah dibelah memudahkan molekul giberelin terserap lebih lancar ke dalam jaringan tanaman.
Manfaat dan Potensi Ekonomi Bakung
Bakung memiliki peran strategis dalam penataan taman kota melalui program seperti Adipura. Selain aspek estetika, peningkatan jumlah anakan melalui teknologi pembelahan umbi dan pemberian GA3 memungkinkan petani menghasilkan bibit dalam jumlah besar dengan biaya lebih hemat. Hal ini menjadikan bakung komoditas hortikultura yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia.
Kesimpulan
Budi daya dan perbanyakan bakung menawarkan cara praktis untuk memperoleh tanaman hias berkualitas tinggi. Interaksi antara pembelahan umbi 6 bagian dan perendaman GA3 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, dan bobot kering tanaman. Dengan teknik yang tepat, keterbatasan jumlah bunga pada metode konvensional dapat diatasi secara efektif.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Tanaman Rempah dan Obat, Ini Jenis dan Manfaatnya