Gamal: Sumber Hijauan Pakan yang Tahan Tumbuh di Lingkungan Ekstrem
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman gamal menjadi salah satu tumbuhan peneduh dan pakan ternak yang cukup populer di Indonesia. Banyak petani mengenalnya sebagai tanaman pelindung atau sumber hijauan. Artikel ini akan membahas ciri tanaman gamal serta asal usulnya, mengacu pada sumber ilmiah yang relevan.
Mengenal Tanaman Gamal
Tanaman gamal (Gliricidia sepium) merupakan tanaman golongan legum pohon yang memiliki peran vital dalam usaha peternakan, khususnya sebagai solusi kontinyuitas penyediaan hijauan pakan. Gamal dikenal sebagai tumbuhan yang mampu beradaptasi di segala jenis tanah, termasuk tanah asam dan marginal. Selain sebagai sumber pakan, gamal berfungsi sebagai tanaman pagar dan pendukung kesuburan tanah melalui kemampuannya melakukan fiksasi nitrogen (N2).
Asal Usul Tanaman Gamal
Gamal bukanlah tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari wilayah kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering.
Persebaran Geografis Gamal
Habitat asli tanaman ini adalah hutan gugur daun tropika. Saat ini, gamal telah menyebar luas ke berbagai wilayah tropis dan dapat tumbuh optimal mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (m dpl).
Adaptasi Lingkungan Gamal
Tanaman ini memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap kekeringan dan tetap mampu memproduksi hijauan di musim kemarau jika didefoliasi atau dipangkas secara teratur. Selain tahan kering, gamal juga toleran terhadap tanah yang kurang subur serta tanah dengan tingkat keasaman tinggi.
Ciri Tanaman Gamal
Morfologi gamal sangat khas, mencakup struktur batang yang kokoh hingga bunga yang estetik.
Morfologi Daun, Batang, dan Bunga Gamal
Batang: memiliki tinggi mencapai 10—12 m dengan diameter basal 50—70 cm. Kulit batangnya halus dengan warna bervariasi dari putih abu-abu hingga coklat kemerahan, serta sering terdapat bercak putih kecil pada cabang-cabangnya.
Daun: berjenis menyirip ganjil dengan panjang sekitar 30 cm. Helai daun berbentuk oval atau elips (panjang 2—7 cm, lebar 1—3 cm), di mana kadang terdapat garis kemerahan pada pelepah dan tulang belakang daun.
Bunga: berwarna merah muda keunguan dengan sedikit gradasi putih dan titik kuning pucat di dasar kelopak.
Polong: polong yang masak berwarna kuning-cokelat, berbentuk pipih hampir bulat dengan panjang 10—18 cm, dan berisi 4—10 biji.
Karakteristik Pertumbuhan Gamal
Pertumbuhan gamal sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara seperti Nitrogen (N) dan Fosfor (P). Meskipun penelitian Menurut N. A. S. H. Winata dkk. dalam jurnal Animal Agriculture Journal Vol. 1 No. 1 berjudul Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Gamal (Gliricidia sepium) dengan Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair, menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair (POC) hingga dosis 5% belum memberikan respons peningkatan produksi yang signifikan, pertumbuhan gamal tetap dapat ditopang secara alami oleh bintil akar yang berfungsi sebagai penambat nitrogen dari udara.
Kegunaan dan Manfaat Utama Gamal
Manfaat utama gamal meliputi:
Pakan Ternak: sumber protein tinggi yang kontinyu.
Kesuburan Tanah: meningkatkan unsur hara tanah melalui fiksasi nitrogen.
Konservasi: sebagai tanaman pelindung dan pagar hidup.
Kesimpulan
Tanaman gamal (Gliricidia sepium) adalah legum pohon multifungsi yang berasal dari Amerika Tengah. Karakteristiknya yang tahan kering, mampu tumbuh di tanah marginal, serta memiliki morfologi yang kuat menjadikannya komponen penting dalam sistem integrasi pertanian-peternakan. Meskipun pertumbuhannya dapat ditingkatkan dengan pemupukan, kemampuan alaminya dalam menambat nitrogen menjadikannya tanaman yang sangat efisien dan berkelanjutan.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi