Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Hama Penggerek Batang Padi dan Cara Pengendaliannya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penggerek batang padi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggerek batang padi. Foto: Pixabay

Penggerek batang padi menjadi salah satu hama utama pada tanaman pangan, khususnya di lahan sawah padi. Gangguan hama ini sering menyebabkan kerusakan yang signifikan pada produksi dan kualitas panen. Oleh sebab itu, mengenali jenis-jenis penggerek batang padi serta strategi pengendaliannya sangat penting bagi petani.

Mengenal Penggerek Batang Padi

Penggerek batang padi merupakan hama utama dari ordo Lepidoptera (famili Noctuidae dan Pyralidae) yang menjadi kendala serius baik di lahan irigasi, lebak, maupun pasang surut. Menurut Baehaki dalam jurnal Iptek Tanaman Pangan Vol. 8 No. 1 berjudul Hama Penggerek Batang Padi dan Teknologi Pengendalian, hama ini menyerang dengan cara larva masuk ke dalam batang dan memakan jaringan internal tanaman. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar; sebagai contoh, pada tahun 2011 serangan di jalur Pantura mencapai 146.315 ha dengan ratusan hektar mengalami puso.

Definisi dan Dampak Serangan Penggerek Batang Padi

Gejala serangan hama ini terbagi menjadi dua fase utama:

  • Sundep (deadhearts): terjadi pada fase vegetatif, ditandai dengan matinya titik tumbuh tanaman muda sehingga daun tengah layu dan mudah dicabut.

  • Beluk (whiteheads): terjadi pada fase generatif, ditandai dengan malai yang mati, berwarna putih, tegak, dan bulirnya hampa.

Siklus Hidup Penggerek Batang Padi

Siklus hidupnya meliputi telur, larva, pupa, dan ngengat (dewasa) yang aktif terbang malam hari karena sifatnya yang tertarik pada cahaya (fototropik positif). Larva adalah fase paling merusak karena terlindungi di dalam batang, sehingga sulit dijangkau musuh alami maupun insektisida. Satu ekor larva dapat merusak 6 hingga 15 batang padi sebelum menjadi ngengat.

Jenis-jenis Penggerek Batang Padi

Di Indonesia terdapat lima spesies utama penggerek batang padi:

  1. Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga incertulas): spesies paling dominan di banyak wilayah Indonesia. Larva instar 1 segera menyebar setelah menetas untuk masuk ke dalam batang.

  2. Penggerek Batang Padi Putih (Scirpophaga innotata): dikenal karena kemampuannya mengalami diapause (istirahat panjang) di dalam pangkal batang selama musim kemarau yang bisa mencapai 3 bulan.

  3. Penggerek Batang Padi Bergaris (Chilo suppressalis): memiliki ciri garis pada punggungnya dan tanaman inang yang lebih luas, termasuk rumput-rumputan tertentu.

  4. Penggerek Batang Padi Berkepala Hitam (Chilo polychrysus): juga dikenal sebagai penggerek batang dari Malaysia.

  5. Penggerek Batang Padi Merah Jambu (Sesamia inferens): memiliki kisaran tanaman inang yang sangat luas, termasuk jagung dan tebu.

Teknologi dan Cara Pengendalian Penggerek Batang Padi

Pengendalian tidak lagi efektif jika hanya mengandalkan ambang ekonomi lama berdasarkan intensitas serangan, karena saat gejala terlihat, kehilangan hasil sudah terlanjur tinggi.

Tanam Serempak dan Strategi Segitiga (Triangle Strategy)

Strategi yang dianjurkan adalah Triangle Strategy, yaitu kombinasi antara penerapan SOP teknis, penguatan kebersamaan sosial (gotong royong), dan komitmen kebijakan pemerintah. Tanam serempak dalam satu kawasan (minimal 1.000 ha) dengan selisih waktu maksimal 15 hari terbukti dapat menekan populasi hama dan mengurangi penggunaan pestisida hingga lebih dari 50%.

Monitoring dan Ambang Ekonomi Baru

Pengendalian harus didasarkan pada Ambang Ekonomi Baru menggunakan lampu perangkap. Tindakan pengendalian dilakukan 4 hari setelah puncak penerbangan ngengat yang terpantau di lampu perangkap. Lampu perangkap dipasang pada ketinggian 150-250 cm untuk memantau migrasi dan populasi hama.

Pengendalian Hayati dan Budi Daya

  • Mekanis/Budi Daya: melakukan pengeringan lahan setelah panen dan menyebar jerami agar kering untuk mematikan larva yang ber-diapause.

  • Hayati: menggunakan parasitoid telur seperti Telenomus rowani, Telenomus dignus, dan Tetrastichus schoenobii. Namun, secara alami parasitoid ini seringkali terlalu lambat mengikuti perkembangan populasi hama, sehingga diperlukan teknik tambahan seperti inundasi.

Pengendalian Kimiawi

Insektisida masih menjadi andalan petani namun berisiko tinggi menyebabkan resistensi, resurjensi (ledakan hama sekunder), dan kerusakan lingkungan jika digunakan secara terus-menerus tanpa pengawasan.

Rekomendasi Praktis untuk Petani

  1. Penerapan SOP Pengendalian: Mengikuti jadwal tanam serempak dan menggunakan varietas yang sesuai.

  2. Penggunaan Lampu Perangkap: Sebagai alat deteksi dini untuk menentukan waktu aplikasi pengendalian yang tepat sebelum larva masuk ke batang.

  3. Sanitasi Pasca Panen: Mengolah sisa tanaman dan jerami dengan benar untuk memutus siklus hidup larva.

Kesimpulan

Strategi pengendalian penggerek batang padi yang paling efektif adalah melalui penerapan Triangle Strategy yang menggabungkan SOP teknis, kebersamaan sosial, dan komitmen kebijakan. Pengendalian kini harus didasarkan pada Ambang Ekonomi Baru menggunakan monitoring lampu perangkap untuk menentukan waktu aplikasi yang tepat, yakni empat hari setelah puncak penerbangan ngengat. Dengan menerapkan tanam serempak dan monitoring dini, petani dapat menekan populasi hama secara signifikan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem sawah.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Tanaman Rempah dan Obat, Ini Jenis dan Manfaatnya