Kedondong: Sejarah hingga Karakteristiknya
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kedondong (Spondias dulcis Parkinson) dikenal sebagai salah satu tanaman hortikultura dari famili Anacardiaceae yang banyak tumbuh di daerah tropis. Buahnya memiliki cita rasa segar dan sering diolah menjadi rujak, manisan, hingga berbagai produk komersial lainnya. Artikel ini membahas morfologi serta karakteristik tanaman kedondong agar lebih mudah dipahami bagi yang tertarik membudidayakan atau mengenal plasma nutfah ini lebih jauh.
Tentang Tanaman Kedondong
Menurut Zamharika Bimantara dalam skripsinya yang berjudul Karakteristik Morfologi Tanaman Kedondong (Spondias sp.) di Kecamatan Rengat dan Kecamatan Kampung Besar Seberang Kabupaten Indragiri Hulu, menjelaskan jika kedondong adalah salah satu tanaman buah tropis yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pengembangannya. Tanaman ini tidak hanya berfungsi sebagai tanaman buah, tetapi juga memiliki potensi sebagai tanaman hias dan sumber tanaman obat. Seluruh bagian tanaman ini dilaporkan dapat dimakan dan bermanfaat bagi manusia.
Sejarah dan Asal Usul Kedondong
Kedondong dilaporkan sebagai tanaman asli dari wilayah Malesia dan Pasifik. Di Indonesia, tanaman ini telah lama dikenal dan beberapa daerah telah menjadi pusat penghasil kedondong sejak lama, seperti Karimunjawa (Jawa Tengah), Sabang (Aceh), Mandailing Natal (Sumatra Utara), dan Indragiri Hulu (Riau). Di wilayah Sumatra, kedondong berukuran besar dengan rasa manis yang berasal dari Sabang sudah populer sejak tahun 1960-an.
Manfaat Kedondong
Tanaman kedondong memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang tinggi. Selain menghasilkan buah yang kaya nutrisi, tanaman ini berfungsi sebagai tanaman peneduh di pekarangan dan lahan pertanian. Pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional dan perannya dalam menjaga keseimbangan lingkungan menjadikannya salah satu aset plasma nutfah yang berharga.
Morfologi Tanaman Kedondong
Morfologi kedondong sangat bervariasi tergantung pada kultivar dan lokasi tumbuhnya. Menurut Intan Gilang Cempaka dkk. dalam Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis UNS Ke 43 Tahun 2019 berjudul Karakterisasi Morfologi Kedondong Parang Karimunjaya, pohon kedondong dapat mencapai tinggi 20 meter dengan usia mencapai puluhan tahun.
Ciri-ciri Daun, Batang, dan Akar
Daun kedondong merupakan daun majemuk dengan helaian berbentuk jorong (ovalis), pangkal dan ujung daun runcing, serta tepi daun yang berombak. Warna daun bervariasi dari hijau muda hingga hijau tua. Batangnya berkayu, tumbuh tegak dengan struktur yang kokoh. Sistem perakarannya adalah akar tunggang yang dalam, memungkinkannya beradaptasi pada berbagai kondisi tanah
Bentuk dan Warna Buah Kedondong
Buah kedondong memiliki variasi bentuk dari bulat hingga oval atau lonjong. Berdasarkan temuan Ibna Hayati dkk. dalam jurnal Floribunda Vol.6 No.8 berjudul Variasi Morfologi Kedondong di Sumatra Bagian Tengah, kedondong manis cenderung memiliki bentuk buah yang lonjong. Kulit buah berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kuning atau cokelat saat matang. Tekstur daging buahnya renyah, berserat, dengan aroma harum yang khas.
Karakteristik Tanaman Kedondong
Tanaman kedondong dikenal sangat adaptif dan mampu tumbuh liar maupun dibudidayakan. Karakteristik ini menjadikannya tanaman yang tangguh di lingkungan tropis
Adaptasi Terhadap Lingkungan
Kedondong dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga sedang. Tanaman ini mampu bertahan terhadap perubahan cuaca dan tetap produktif meskipun hanya ditanam secara individu di kebun rumah atau pekarangan masyarakat rural.
Syarat Tumbuh Kedondong
Kedondong membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan optimal. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur dengan sistem drainase yang baik untuk mencegah pembusukan akar dan mendukung perkembangan buah yang maksimal.
Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Keragaman morfologi kedondong dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan seperti ketersediaan air, suhu udara, dan kualitas nutrisi tanah. Perbedaan kondisi geografis menyebabkan adanya variasi kuantitatif pada tinggi tanaman, berat buah, dan panjang tangkai buah di berbagai wilayah.
Kesimpulan
Kedondong memiliki karakteristik morfologi yang unik, mulai dari struktur daun majemuk hingga variasi bentuk buah yang lonjong pada jenis yang manis. Sebagai tanaman asli Malesia yang adaptif, kedondong memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik sebagai komoditas pangan maupun tanaman konservasi. Pemahaman yang mendalam mengenai variasi morfologi dan syarat tumbuhnya sangat penting untuk mendukung keberhasilan budidaya dan pelestarian keberagaman tanaman lokal di Indonesia.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar