Konten dari Pengguna

Kemang: Menelusuri Jejak dan Keunikan Mangga Harum dari Bogor yang Kian Langka

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buah kemang. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buah kemang. Foto: Pixabay

Kemang dikenal sebagai salah satu tanaman buah tropis yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Sumatra. Tanaman ini memiliki nilai budaya tersendiri di beberapa daerah, bahkan menjadi identitas lokal di kawasan tertentu. Artikel ini akan membahas asal usul, sebaran, dan ciri morfologi tanaman kemang secara ringkas dan mudah dipahami.

Mengenal Tanaman Kemang

Menurut Beti Septianana Darsono dkk. dalam jurnal Media Konservasi Vol. 27 No.2 berjudul Ethnobotany of Kemang (Mangifera kemanga Blume.) as Identity Flora of Bogor Regency, kemang merupakan tanaman buah yang termasuk kelompok hortikultura, khususnya buah-buahan yang kini keberadaannya mulai langka dan dikhawatirkan punah. Kemang masih satu famili dengan mangga (Anacardiaceae) dan dikenal dengan nama ilmiah Mangifera kemanga Blume. Tanaman ini tumbuh sebagai pohon besar dengan habitus pohon yang liar namun telah dibudidayakan secara lokal oleh masyarakat.

Asal Usul Tanaman Kemang

Sebaran Geografis Kemang Kemang berasal dari wilayah tropis Asia Tenggara, dengan tingkat keragaman spesies tertinggi ditemukan di bagian barat Malaysia, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Di Indonesia, tanaman ini banyak ditemukan di kawasan Jawa Barat, Sumatra, hingga Kalimantan, terutama di sepanjang aliran sungai di Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Meskipun populasinya menurun akibat pengurangan habitat alami, seperti konversi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit di Sumatra. Kemang masih dapat dijumpai di hutan sekunder dan kebun-kebun masyarakat.

Sejarah dan Identitas Budaya Kemang

Di beberapa daerah, kemang memiliki nilai budaya yang kuat. Di Kabupaten Bogor, kemang ditetapkan sebagai flora identitas daerah berdasarkan Keputusan Bupati No. 522/185/Kpts/1996. Selain dikonsumsi segar, masyarakat Bali memanfaatkan buah kemang dalam upacara keagamaan dan budaya, sementara masyarakat Sunda di Jawa Barat kerap mengonsumsi daun mudanya sebagai lalap. Pohonnya yang memiliki tajuk lebar juga sering dimanfaatkan sebagai peneduh di area pemakaman atau penanda lahan.

Morfologi Tanaman Kemang

Ciri-ciri Pohon Kemang

Pohon kemang tumbuh tegak dengan tinggi yang sangat mengesankan, rata-rata mencapai 20–30 meter, bahkan bisa mencapai 45 meter di habitat alaminya. Batangnya lurus dengan kulit kayu yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk sariawan. Tajuknya rindang dan lebat, menjadikannya sangat efektif untuk mencegah erosi tanah.

Karakteristik Daun, Bunga, dan Buah Kemang

Berdasarkan penelitian E.S. Mulyaningsih dkk. dalam IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 978 (2022) berjudul The Genetic Diversity of Kemang (Manifera kemaga Blume) collection from Bogor in the Germplasm Garden, kemang memiliki ciri morfologi yang membedakannya dari kerabat dekatnya, Mangifera caesia (binjai), terutama pada bentuk daunnya. Daun kemang berbentuk lonjong, berwarna hijau mengilap, dan cenderung lebih panjang serta lebih kaku dibandingkan daun mangga biasa. Bunganya berbentuk malai (panikel) berwarna ungu atau merah muda pucat. Buahnya berbentuk lonjong bulat dengan kulit berwarna cokelat kekuningan saat matang, memiliki aroma harum yang sangat tajam, serta rasa asam-manis yang khas dengan daging buah berwarna putih. Di Bogor sendiri, terdapat beberapa kultivar lokal yang dikenal masyarakat, seperti binglu, sabu, dan gula pasir.

Kesimpulan

Kemang merupakan tanaman buah tropis dari genus Mangifera yang memiliki nilai ekologi dan budaya yang tinggi di Indonesia. Meskipun kini statusnya mulai langka, kemang tetap menjadi simbol identitas penting, khususnya bagi masyarakat Bogor. Mengenali morfologi dan asal-usulnya merupakan langkah awal yang krusial dalam upaya konservasi dan pengembangan potensi kemang sebagai komoditas buah lokal unggulan di masa depan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar