Menelusuri Akar Kuning: Tanaman Obat Tropis yang Kini Terancam Punah
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akar kuning dikenal luas sebagai tanaman obat yang tumbuh di kawasan tropis Asia Tenggara. Banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan alami dalam pengobatan tradisional. Artikel berikut mengulas asal tanaman akar kuning, ciri-ciri morfologinya, hingga pentingnya pelestarian tanaman ini.
Asal Usul Tanaman Akar Kuning
Tanaman akar kuning (Arcangelisia flava Merr.) adalah jenis tumbuhan liana yang tumbuh alami di hutan sekunder dan kawasan tepi sungai. Menurut Endro Subiandono dan N.M. Heriyanto dalam Buletin Plasma Nutfah Vol. 15 No. 1 berjudul Kajian Tumbuhan Obat Akar Kuning (Arcangelisia flava Merr.) di Kelompok Hutan Gelawan, Kabupaten Kampar, Riau, tanaman ini menyukai tempat yang relatif lembap, tanah gembur kaya serasah, namun tidak tergenang air.
Habitat Alami dan Persebaran
Akar kuning ditemukan mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (m dpl). Di lokasi penelitian Sei Gelawan, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 270 m dpl dengan topografi datar hingga bergelombang dan curah hujan tahunan mencapai 2.527,7 mm.
Sejarah Pemanfaatan oleh Masyarakat
Sejak lama, masyarakat tradisional memanfaatkan rebusan batang akar kuning untuk mengobati penyakit kuning, masalah pencernaan, cacingan, demam, sariawan, hingga sebagai tonikum atau obat kuat. Selain itu, bijinya dapat digunakan untuk membius ikan, dan batangnya berfungsi sebagai pewarna alami serta insektisida.
Studi di Kelompok Hutan Gelawan, Kampar, Riau
Penelitian pada April 2005 di kawasan seluas 135.032 ha ini mengungkap bahwa populasi akar kuning memiliki kerapatan 1,65 individu/ha. Kawasan ini didominasi tanah Podsolik Merah Kuning yang mendukung vegetasi inang bagi akar kuning.
Ciri-ciri Morfologi Tanaman Akar Kuning
Karakteristik Batang, Daun, dan Akar
Akar kuning merupakan tumbuhan merambat yang panjang rambatannya dapat mencapai 20 m.
Batang: memiliki diameter rata-rata 4,84 cm dengan panjang rata-rata 17,18 m.
Daun: berbentuk oval, tumpul, bertekstur tebal seperti kulit dengan lebar 7–20 cm. Permukaan atas daun tampak mengkilap dengan tangkai yang panjang.
Bunga & Buah: bunganya berumah dua, kecil, berwarna putih kehijauan atau kekuningan. Buahnya berwarna kuning, berlendir, dan menggantung pada batang besar.
Ciri Khas Warna dan Tekstur
Ciri yang paling mencolok adalah kayu dan akarnya yang berwarna kuning terang. Tanaman ini membutuhkan inang berupa pohon besar untuk merambat, terutama dari jenis Palaquium hexandrum (Balam) dan Dyera costulata (Jelutung).
Identifikasi Berdasarkan Literatur
Berdasarkan literatur Widyatmoko dan Zick (1998) dalam Indonesia Botanis Gardens berjudul The Flora of Bukit Tiga Puluh National Park, Kerumutan Sanctuary and Mahato Protective Reserve, Riau, Indonesia serta Heyne (1987) dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid III, identifikasi utama terletak pada batang kuningnya yang khas dan kemampuannya merambat pada pohon dengan tajuk lebat demi mendapatkan kelembapan tinggi.
Pentingnya Konservasi dan Studi Akar Kuning
Manfaat Ekologis dan Potensi Obat
Secara ekologis, akar kuning berasosiasi erat dengan berbagai jenis pohon hutan primer seperti Keruing dan Meranti. Indeks keanekaragaman hayati di habitatnya tergolong sedang hingga tinggi (2,86 – 3,57), menunjukkan peran pentingnya dalam keseimbangan ekosistem hutan.
Ancaman terhadap Populasi
Populasi tanaman ini terancam oleh penyusutan luas hutan alam di Indonesia yang mencapai jutaan hektar per tahun akibat konversi lahan.Diperlukan upaya perlindungan pohon induk agar tidak ditebang serta penggalakan budi daya untuk menghindari kepunahan.
Kesimpulan
Akar kuning (Arcangelisia flava Merr.) adalah kekayaan hayati tropis dengan ciri fisik batang merambat dan kayu berwarna kuning ikonik. Mengingat fungsinya yang vital sebagai obat tradisional dan komponen ekosistem, langkah konservasi seperti penanaman pengayaan di habitat asli menjadi sangat krusial.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Tanaman Rempah dan Obat, Ini Jenis dan Manfaatnya