Konten dari Pengguna

Mengenal Biji Pala: Karakteristik Lengkap Myristica fragrans

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biji tanaman pala. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biji tanaman pala. Foto: Pexels

Biji pala dikenal luas sebagai rempah bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan mulai dari bumbu masak, industri pengawetan, hingga farmasi dan kosmetik. Salah satu daya tarik utama pala terletak pada karakter morfologi dan warna bijinya yang khas. Pemahaman tentang hal ini sangat berguna untuk identifikasi varietas, proses seleksi bibit unggul, serta penentuan kualitas produk di pasar dunia.

Mengenal Morfologi Biji Pala

Menurut Serhan Tasane dkk. dalam Jurnal Agrosilvopasture-Tech berjudul Karakterisasi Morfologi Pala (Myristica fragrans Houtt) Di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, morfologi biji pala memiliki variasi yang mencerminkan keragaman genetik lokal. Karakterisasi ini penting untuk menyediakan informasi potensi agronomi, melindungi plasma nutfah, serta mendukung pengembangan varietas dan proteksi indikasi geografis.

Deskripsi Umum Biji Pala

Biji pala berasal dari buah Myristica fragrans. Buah pala yang sudah tua (umur 9-10 bulan) akan memiliki kulit kusam berwarna merah kuning tua. Setelah dibelah, terlihat biji yang dilapisi oleh fuli (mace) berbentuk selaput jala berwarna merah tua yang juga bernilai jual tinggi.

Bentuk dan Ukuran Biji Pala

Biji pala umumnya berbentuk bulat telur (oval) hingga bulat. Ukurannya bervariasi tergantung kelompoknya; misalnya, pala Banda di Leihitu memiliki panjang rata-rata 2,46–3,00 cm dengan diameter 2,07–2,45 cm. Berdasarkan panduan budidaya, benih unggul sebaiknya memiliki bobot minimal 50 gram per biji (dalam kondisi gelondong/buah) dan berasal dari petik matang.

Struktur Lapisan Biji Pala

Biji pala secara struktur terdiri atas tempurung biji dan daging biji. Tempurung biji yang sudah tua akan terlihat mengkilat. Bagian-bagian ini merupakan komponen hasil dari buah pala segar selain daging buah dan fuli.

Variasi Warna Biji Pala

Warna menjadi salah satu indikator kualitas dan kematangan biji pala. Selain itu, variasi warna juga kerap dijadikan acuan dalam perdagangan.

Warna Kulit Luar (Testa) dan Bagian Dalam

Merujuk buku Budidaya Tanaman Pala oleh Direktorat Jenderal Perkebunan, biji yang matang memiliki tempurung mengkilat berwarna cokelat tua. Sementara itu, penelitian Serhan Tasane dkk. dalam Jurnal Agrosilvopasture-Tech berjudul Karakterisasi Morfologi Pala (Myristica fragrans Houtt) Di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mencatat adanya variasi warna biji mulai dari cokelat kehitaman hingga hitam mengkilap pada populasi pala di Leihitu.

Faktor yang Mempengaruhi Warna Biji Pala

Tampilan fisik dan warna biji pala dipengaruhi oleh faktor genetik (varietas) serta faktor lingkungan seperti kondisi lahan dan agroklimat (suhu, temperatur). Selain itu, tingkat kematangan saat panen dan proses pasca panen, seperti pengeringan biji di bawah sinar matahari, juga menentukan kualitas akhir warna dan kadar air biji

Studi Karakterisasi Morfologi Pala di Kecamatan Leihitu

Penelitian mengenai karakteristik morfologi pala telah dilakukan untuk memperkaya data keanekaragaman hayati di Indonesia. Penelitian dilakukan pada lima lokasi di Kecamatan Leihitu (Negeri Lima, Seith, Hila, Mamala, dan Morella), Kabupaten Maluku Tengah, berhasil memetakan keragaman fenotipik pala Banda. Informasi ini sangat krusial agar standar pengembangan budidaya di sentra produksi tetap terjaga.

Temuan Utama dari Penelitian Serhan Tasane dkk

Berdasarkan analisis klaster (HCA), ditemukan dua kelompok besar pala di Leihitu dengan tingkat kesamaan 72,5%. Kelompok pertama cenderung memiliki biji berbentuk oval berwarna cokelat kehitaman, sedangkan kelompok kedua memiliki biji berbentuk bulat dengan warna hitam mengkilap. Analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa diameter buah dan berat buah termasuk dalam karakter penciri utama.

Implikasi Temuan Terhadap Identifikasi Pala Lokal

Identifikasi ciri morfologi membantu petani dalam memilih benih yang seragam dan berkualitas sesuai standar SNI. Semakin berat dan seragam butiran pala yang dihasilkan, maka nilai jualnya di pasar internasional akan semakin mahal.

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar

Kesimpulan

Biji pala memiliki karakteristik morfologi dan warna yang spesifik sebagai penentu kualitas Myristica fragrans. Perbedaan bentuk (oval/bulat) serta warna (cokelat tua/hitam mengkilap) dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Pemahaman mendalam mengenai karakter penciri ini sangat bermanfaat untuk kegiatan konservasi, seleksi bibit unggul, dan peningkatan daya saing pala Indonesia di perdagangan dunia.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi