Mengenal Buah Gowok: Si Ungu Eksotis dari Hutan Nusantara yang Kaya Manfaat
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kupa atau gowok dikenal sebagai salah satu buah asli Nusantara yang cukup unik. Tanaman ini kerap dijumpai di pekarangan atau kebun masyarakat, terutama di beberapa daerah di Indonesia. Karakteristik morfologi kupa atau gowok menarik perhatian karena memiliki ciri khas pada daun, batang, dan buahnya, sehingga layak masuk kategori tanaman hortikultura, khususnya buah-buahan.
Mengenal Kupa atau Gowok
Syzygium polycephalum Merr., yang lebih dikenal sebagai kupa atau gowok, tergolong dalam keluarga Myrtaceae. Tanaman ini memiliki berbagai nama daerah di Indonesia, seperti gowok (Melayu), klampok, domjong, atau kaliasem (Jawa), serta kupa atau kupa manuk (Sunda).
Di Sulawesi Tenggara, masyarakat mengenalnya dengan sebutan Ruruhi atau Tapaco. Menurut Eva Feriadi dkk. dalam artikel reviu di jurnal Lansau Vo. 2 No. 1 berjudul Ruruhi (Syzygium polycephalum Merr.): Tinjauan Biologi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi, tanaman ini memiliki nilai penting sebagai obat tradisional untuk penyakit seperti disentri, hipertensi, hingga antikolesterol.
Morfologi Tanaman Kupa atau Gowok
Setiap bagian tanaman gowok memiliki ciri botani yang spesifik. Berdasarkan buku Edible Medicinal And Non-Medicinal Plants karya T.K. Lim, tanaman ini merupakan pohon menahun berukuran rendah hingga sedang dengan tinggi sekitar 8–20 meter dan diameter batang mencapai 50 cm.
Ciri-ciri Daun
Daun gowok memiliki tipe daun tunggal yang tersusun secara berhadapan (opposite) dengan tangkai daun yang pendek (shortly petiolate). Bentuknya lonjong-lanset atau subobovate berukuran besar, sekitar 17–25 cm x 6–7 cm. Ujung daunnya meruncing (acuminate) dengan pangkal berbentuk jantung (cordate). Daun muda biasanya berwarna keunguan, sedangkan daun tua berwarna hijau tua mengkilap.
Karakteristik Batang dan Bunga
Batang tanaman ini berkayu dan memiliki kulit berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat keabuan. Bunga gowok berukuran kecil dan muncul secara bergerombol langsung dari batang atau dahan (cauliflorous). Kelopak bunganya berbentuk seperti lonceng berwarna putih kehijauan, sementara benang sarinya berwarna putih dengan filamen sepanjang 4–6 mm.
Buah dan Biji
Buah gowok termasuk jenis buah buni (berry) berbentuk bulat gepeng (depressed globose) dengan diameter 2,5–3,5 cm. Saat matang, buah akan berwarna ungu tua hingga kehitaman dan tampak mengkilap. Daging buahnya berwarna putih atau merah keunguan dengan tekstur sari buah yang banyak dan rasa masam manis yang segar. Di dalamnya terdapat biji tunggal berbentuk gepeng yang digunakan untuk perbanyakan tanaman.
Asal dan Persebaran Tanaman Kupa atau Gowok
Tanaman gowok adalah tumbuhan asli (indigenous) wilayah Malesia barat dan tengah, yang mencakup Indonesia, Malaysia, hingga Filipina. Di Indonesia, persebarannya meliputi Pulau Jawa, Kalimantan, dan sebagian wilayah Sulawesi.
Tanaman ini mampu tumbuh liar di hutan sekunder pada ketinggian 200 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar, gowok sering dibudidayakan di pekarangan rumah karena perawatannya yang tidak sulit dan daya adaptasinya yang baik di daerah tropis.
Kesimpulan
Morfologi kupa atau gowok menampilkan ciri khas pada daun, batang, dan buah yang mudah dikenali, terutama sifatnya yang berbuah di batang. Asal-usul dan persebarannya yang luas di Indonesia membuat tanaman ini tetap eksis sebagai bagian dari kekayaan hayati Nusantara.
Pelestarian dan pengembangan tanaman ini menjadi langkah penting agar potensi manfaat kesehatan dan nilai ekonominya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar