Konten dari Pengguna

Mengenal Komak Kaci: Kacang Kaya Protein dari Pulau Lombok

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanaman komak kaci. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanaman komak kaci. Foto: Pixabay

Komak kaci (Phaseolus lunatus) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok. Tanaman ini memiliki nilai strategis sebagai sumber protein nabati dan dikenal dengan berbagai nama lokal seperti komak pait, kratok, bure, dan roay. Memahami morfologi varietas ini sangat penting untuk menghindari kesalahan identifikasi dengan jenis kacang lain yang memiliki kemiripan nama lokal.

Asal Usul Komak Kaci di Pulau Lombok

Komak kaci merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh cepat hingga mencapai ketinggian 6 meter. Menurut penelitian Indriana Manik Kaswari dkk. dalam Samota Journal of Biological Science berjudul Karakter Morfologi Komak Kaci (Phaseolus lunatus (L.)) di Pulau Lombok, tanaman ini memiliki kemampuan kolonisasi yang kuat pada daerah terdegradasi dan vegetasi sekunder.

Persebaran Tanaman Komak Kaci

Di Pulau Lombok, komak kaci tersebar luas dari dataran rendah hingga tinggi. Salah satu lokasi pengamatan spesifik berada di Desa Ranggagata, Lombok Tengah, pada ketinggian 42 m dpl. Tanaman ini mampu tumbuh di lokasi terganggu seperti pinggir jalan, semak belukar, hingga ketinggian lebih dari 2000 meter.

Daya Tahan dan Adaptasi

Tanaman ini memiliki perakaran yang dalam sehingga mampu mentolerir kekeringan dan lahan yang tidak subur. Di Lombok, komak kaci terbukti dapat tumbuh baik pada suhu tanah 28 hingga mencapai 41 derajat Celcius. Adaptasi uniknya terhadap kekeringan dilakukan dengan memperkecil jumlah stomata aktif dan menggugurkan daun untuk mengurangi laju respirasi.

Karakter Morfologi Komak Kaci

Ciri-ciri Batang dan Daun

  • Batang: memiliki tipe pertumbuhan indeterminate atau menjalar dengan cara membelit ke arah kanan (volubilis). Batangnya berbentuk poligonal beralur, berwarna hijau saat muda dan berubah cokelat saat tua.

  • Daun: memiliki tipe daun majemuk beranak daun tiga (trifoliate) dengan bentuk helaian daun (lamina) yang bervariasi antara oval hingga segitiga (triangular). Tekstur permukaannya kasap karena memiliki trikoma atau rambut halus yang berfungsi mengurangi penguapan.

Karakteristik Bunga

Bunga komak kaci termasuk bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa) berbentuk tandan yang muncul di ketiak daun atau aksilar. Mahkota bunganya berwarna putih, berbentuk khas seperti kupu-kupu (papilionaceus) yang terdiri dari bagian bendera (vexillum).

Bentuk Biji dan Polong Komak Kaci

  • Polong (Buah): polong komak kaci memiliki bentuk yang sangat khas, yaitu menyerupai bulan sabit dengan ujung runcing. Saat muda berwarna hijau dan bertekstur halus. Setiap polong umumnya berisi 2 hingga 4 biji.

  • Biji: biji berbentuk ginjal (reniformis). Warna bijinya unik: kuning atau krem dengan pola atau corak bintik berwarna cokelat kemerahan atau coklat tua. Berdasarkan ukurannya yang berkisar 0.9-1.2 cm, komak kaci di Lombok digolongkan ke dalam tipe sieva.

Perbedaan Morfologi dengan Tanaman Sejenis

Sering terjadi kerancuan nama lokal "komak" antara Phaseolus lunatus dengan Lablab purpureus di Lombok. Secara morfologi, P. lunatus memiliki perbedaan signifikan pada mahkota bunga yang berwarna hijau atau putih, sedangkan jenis lain seperti buncis (P. vulgaris) seringkali memiliki warna mahkota yang lebih cerah seperti ungu. Selain itu, bentuk polong sabit P. lunatus jauh lebih pipih dibandingkan polong buncis yang panjang dan lurus.

Kesimpulan

Studi morfologi ini mengonfirmasi bahwa komak kaci di Pulau Lombok memiliki ketahanan lingkungan yang luar biasa dan karakteristik fisik yang spesifik, terutama pada pola biji dan bentuk polongnya. Data ini sangat relevan untuk mendukung upaya pelestarian plasma nutfah lokal dan pengembangan komak kaci sebagai komoditas pangan fungsional yang tahan perubahan iklim.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi