Mengenal Lengkuas Lebih Dekat: Cara Ampuh Tingkatkan Produktivitas Petani
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lengkuas merupakan salah satu tanaman obat atau biofarmaka populer yang banyak ditanam di Indonesia. Tanaman ini dikenal sebagai bumbu dapur serbaguna, juga berperan penting dalam dunia kesehatan tradisional. Agar hasil panen optimal, penting memahami karakter morfologi hingga teknik budi dayanya.
Mengenal Lengkuas
Lengkuas termasuk tanaman hortikultura, khususnya kelompok tanaman obat dan rempah (biofarmaka), yang banyak dibudidayakan di wilayah tropis. Lengkuas memiliki nilai ekonomi tinggi dengan angka produksi nasional mencapai 70.014,97 ton pada tahun 2018. Tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi dengan perawatan yang relatif mudah.
Morfologi Lengkuas
Ciri-ciri Tanaman Lengkuas
Lengkuas memiliki ciri batang tegak, daun lebar, dan rimpang yang aromatik. Secara visual, tanaman ini tampak lebih kokoh dibandingkan kerabat rimpang lainnya.
Bagian-bagian Lengkuas
Daun: berbentuk lanset, lebar, dengan permukaan licin dan tumbuh berselang-seling pada batang.
Batang: tumbuh tegak dengan struktur keras (batang semu). Tinggi tanaman bisa mencapai 2 meter, bergantung pada varietas dan kondisi lingkungan.
Rimpang: merupakan bagian terpenting yang digunakan sebagai bahan baku pangan dan obat. Rimpang lengkuas berukuran cukup besar dibandingkan jahe, berwarna putih atau kemerahan, dan mengandung minyak atsiri berupa senyawa fenol yang bersifat antibakteri.
Bunga: tumbuh dalam rangkaian di ujung batang, berwarna putih kehijauan. Meski kurang mencolok, bunga tetap penting dalam siklus hidup tanaman.
Teknik Budi Daya Lengkuas
Persiapan Lahan dan Bibit
Tanah yang gembur, subur, dan tidak tergenang sangat baik untuk budi daya lengkuas. Pemilihan bibit sehat dan bebas penyakit menjadi langkah awal sukses menanam.
Penanaman Lengkuas yang Efektif
Penanaman dilakukan pada awal musim hujan agar kebutuhan air tercukupi. Jarak tanam optimal sekitar 60 x 60 cm agar rimpang berkembang maksimal di bawah tanah.
Perawatan dan Pemeliharaan
Penyiraman: membutuhkan air cukup, terutama saat masa awal pertumbuhan dan musim kemarau.
Pemupukan: pemberian pupuk organik dan anorganik secara berkala dianjurkan untuk merangsang pertumbuhan rimpang.
Pengendalian Hama: dilakukan secara manual atau dengan pestisida alami untuk menjaga kualitas tanaman.
Panen dan Pascapanen
Lengkuas umumnya dipanen setelah 10–12 bulan. Tahap pascapanen yang krusial adalah pencucian. Proses pencucian sangat penting untuk menghasilkan produk segar yang bersih sesuai keinginan konsumen.
Manfaat Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam Budi Daya
Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) terbukti meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan. Mengutip R. Amilia Destryana dan Ika Fatmawati Pramasari dalam JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 5 No. 1 berjudul Peningkatan Produktivitas Lengkuas Melalui Teknologi Tepat Guna Bagi Kelompok Tani Amanah di Desa Matanair Jawa Timur, penggunaan mesin pencuci lengkuas mampu meningkatkan efisiensi waktu sebesar 28% dibandingkan pencucian manual yang memakan waktu 6-7 jam per hari. Selain menghemat waktu, TTG membantu menekan biaya operasional tenaga kerja dan mengurangi risiko kerusakan rimpang saat pembersihan.
Kesimpulan
Lengkuas memiliki potensi besar sebagai tanaman biofarmaka dan bumbu dapur. Memahami morfologi dan teknik budi daya sangat diperlukan agar hasil panen optimal. Dengan dukungan teknologi tepat guna, seperti mesin pencuci modern, produktivitas dan kesejahteraan petani dapat meningkat secara berkelanjutan.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi