Mengenal Mangga Kweni: Morfologi dan Asal-Usul Kweni
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mangga kweni termasuk tanaman hortikultura yang banyak dikenal di Indonesia. Buah ini memiliki aroma khas dan rasa manis yang menjadi daya tarik utama. Artikel ini akan membahas asal usul, morfologi, hingga sebaran mangga kweni, lengkap dengan penjelasan sumber terpercaya.
Asal Usul Mangga Kweni
Mangga kweni, atau dikenal secara ilmiah sebagai Mangifera odorata Griff, sudah lama menjadi bagian dari kekayaan buah-buahan tropis Asia Tenggara. Menurut Rabiatul Adawiyah dan Dharmono dalam jurnal Biospesies berjudul Struktur Populasi Mangga Kweni (Mangifera odorata Griff) di Bantaran Sungai Barito Desa Sungai Gampa Kabupaten Barito Kuala, buah ini merupakan salah satu jenis mangga lokal yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan budaya yang tinggi, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Sejarah dan Awal Persebaran
Mangga kweni umumnya tumbuh di hutan dataran rendah (lowland) dan lahan kering. Pulau Kalimantan diyakini sebagai salah satu pusat dan asal persebaran mangga di Indonesia karena memiliki tutupan hutan hujan tropis terluas di Asia Tenggara.
Secara regional, persebarannya mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, hingga Filipina. Nama lokalnya pun beragam, mulai dari Kuweni atau Kuwini (Bahasa Indonesia), hingga asam membacang, macang, atau lekup (Bahasa Melayu).
Identitas Taksonomi Mangga Kweni
Mangga kweni termasuk ke dalam keluarga Anacardiaceae. Dalam praktik klasifikasi mangga budidaya di Indonesia, kweni sering kali dikaitkan dengan varietas lain karena kemiripan sifatnya. Berdasarkan studi Fitmawati dkk. dalam jurnal J. Agron. Indonesia Vol. 32 No 2 dengan judul Taksonomi Mangga Budidaya Indonesia dalam Praktik, terdapat kultivar yang menggunakan nama ini seperti 'Kidang Kweni' asal Cirebon.
Morfologi Mangga Kweni
Tanaman mangga kweni memiliki ciri khas yang mudah dikenali melalui struktur pohon, daun, hingga buahnya yang membedakannya dari jenis mangga lain.
Ciri-ciri Pohon dan Daun
Pohon kweni memiliki habitus menahun dengan arah tumbuh tegak lurus dan percabangan simpodial. Batangnya berbentuk bulat, berwarna cokelat kemerahan, dengan diameter mencapai 82–324 cm. Daunnya merupakan daun tunggal dengan tata letak tersebar, berbentuk memanjang, ujung meruncing, serta permukaan yang licin mengilap.
Karakteristik Bunga dan Buah Kweni
Bunga kweni termasuk bunga majemuk berbentuk kerucut yang terletak di ujung batang. Buahnya merupakan buah sejati tunggal yang saat masak berwarna hijau muda dengan bintik kehitaman. Buah kweni dikenal memiliki aroma harum yang sangat tajam dan kuat, yang menjadi salah satu ciri diagnostik utama dalam pengelompokan kultivar mangga.
Sebaran dan Struktur Populasi Mangga Kweni
Mangga kweni banyak ditemukan di daerah bantaran sungai yang tanahnya mendukung pertumbuhan optimal bagi tanaman ini.
Habitat di Bantaran Sungai Barito
Bantaran sungai, seperti di Desa Sungai Gampa, menjadi habitat alami karena lingkungan tersebut mampu menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan kweni. Populasi di wilayah ini tumbuh secara alami dan berperan penting dalam menjaga kestabilan bantaran sungai serta memperkaya keanekaragaman hayati lokal.
Kelimpahan dan Upaya Pelestarian
Keberadaan kweni di wilayah tertentu seperti Barito Kuala dikategorikan dalam keadaan aman atau cukup berkembang. Struktur populasinya membentuk piramida "pasu" atau kendi terganggu, dengan fase reproduktif (individu dewasa) sebagai kelompok yang paling banyak ditemukan, yakni sekitar 625 individu per km².
Kesimpulan
Mangga kweni (Mangifera odorata Griff) adalah buah hortikultura asli Asia Tenggara dengan pusat persebaran di Kalimantan yang memiliki ciri morfologi unik pada struktur batang dan aroma buahnya.
Keberadaan populasinya di habitat alami seperti bantaran sungai masih terjaga dengan baik dan dikategorikan dalam status aman. Melalui pemahaman taksonomi dan ekologi ini, upaya pelestarian plasma nutfah lokal dapat dilakukan secara lebih terarah.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar