Mengenal Morfologi dan Teknik Jitu Budi Daya Tanaman Sawi Hijau
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sawi hijau merupakan salah satu komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan keragaman yang luas. Sayuran ini sangat diminati masyarakat karena harganya relatif murah dan mengandung zat gizi lengkap seperti protein, Ca, Fe, serta Vitamin A, B, dan C.
Definisi dan Klasifikasi Sawi Hijau
Sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.) adalah sayuran famili Brassicaceae yang berasal dari China dan masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17. Tanaman ini memiliki adaptasi luas dan menjadi fokus petani dalam upaya pemenuhan kualitas maupun kuantitas konsumen.
Ciri-ciri Umum Tanaman Sawi Hijau
Tanaman ini tumbuh optimal di lahan terbuka yang terkena sinar matahari langsung dengan kondisi tanah gembur dan subur. Secara umum, sawi hijau memiliki karakteristik pertumbuhan yang responsif terhadap pemberian unsur hara tambahan, terutama unsur N, P, dan K yang mendukung produktivitas.
Morfologi Sawi Hijau
Memahami struktur fisik sawi hijau sangat penting untuk menentukan waktu panen dan kesehatan tanaman.
Deskripsi Batang dan Daun
Batang sawi hijau tumbuh tegak dan lunak. Daunnya berwarna hijau cerah dan pengamatan jumlah daun dilakukan pada helaian yang telah membuka sempurna.
Karakteristik Akar dan Bunga
Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang sensitif terhadap pengolahan tanah; tanah harus dicangkul dan dihaluskan agar akar berkembang baik.
Siklus Hidup Tanaman Sawi Hijau
Siklus dimulai dari pembibitan selama 14 hari hingga mencapai 3-4 helai daun, kemudian dipindahkan ke lahan. Masa panen dilakukan relatif singkat, yakni pada umur 28 hari setelah pindah tanam (HSPT).
Teknik Budi Daya Sawi Hijau
Persiapan Lahan dan Benih
Lahan diolah dua kali dengan cangkul dan dibentuk bedengan ukuran 120 cm x 120 cm. Benih disemai pada media campuran tanah dan pupuk kandang sapi (1:1) selama 14 hari.
Langkah Penanaman
Penanaman menggunakan jarak tanam 25 cm x 25 cm dengan kedalaman lubang 3-5 cm. Jika ada tanaman yang tumbuh abnormal dalam 2 minggu, dilakukan penyulaman.
Pemupukan dan Perawatan
Menurut Syaifuddin dkk. dalam Jurnal Agrisistem Vol. 18. No. 1 berjudul Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var parachinensis L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok, selain pupuk dasar, pemberian Pupuk Organik Cair (POC) kulit pisang kepok sangat efektif. Dosis terbaik adalah 300 mL/liter air yang mampu menghasilkan tinggi tanaman hingga 45,3 cm dan berat panen 138 g. Penyiraman dilakukan rutin setiap pagi dan sore.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama utama meliputi ulat tanah (Agrotis sp.), ulat grayak, dan busuk batang. Pengendalian mekanis dapat dilakukan dengan cara pemangkasan bagian yang terserang.
Panen dan Pascapanen
Panen dilakukan pada 28 HSPT dengan mencabut seluruh tanaman atau memotong pangkal batang. Hasil panen harus disimpan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik agar tidak cepat layu.
Kesimpulan
Budi daya sawi hijau yang produktif bergantung pada pemilihan benih, pengolahan lahan yang tepat, dan pemberian nutrisi organik. Penggunaan POC kulit pisang kepok terbukti secara ilmiah memberikan hasil pertumbuhan terbaik dibandingkan tanpa perlakuan.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar