Mengenal Tanaman Pohpohan dan Cara Mudah Budi Daya di Rumah
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pohpohan dikenal sebagai salah satu tanaman hortikultura yang sangat populer di Jawa Barat, terutama sebagai sayuran lokal yang dikonsumsi segar. Selain aromanya yang khas dan harum, pohpohan memiliki potensi ekonomi tinggi karena permintaannya terus meningkat di pasar tradisional maupun supermarket. Artikel ini akan membahas morfologi hingga teknik budidaya berdasarkan hasil riset terbaru.
Mengenal Pohpohan: Morfologi dan Ciri-Ciri Utama
Pohpohan (Pilea trinervia Wight.) adalah sayuran lokal yang tumbuh subur di daerah pegunungan yang lembap. Tanaman ini memiliki karakteristik pertumbuhan yang spesifik pada kondisi lingkungan tertentu.
Ciri Morfologi Daun dan Batang
Daunnya memiliki aroma mint yang khas dan sering dikonsumsi sebagai lalapan. Batangnya dapat mencapai pertumbuhan panjang yang intensif, terutama pada bagian pucuk yang memiliki diameter lebih kecil.
Habitat, Sebaran, dan Manfaat
Pohpohan dapat tumbuh di daerah cerah maupun teduh dan sering berfungsi sebagai tanaman penutup tanah. Di alam, tanaman ini banyak ditemukan di wilayah dengan suhu rata-rata 26–27.8°C dan kelembaban tinggi sekitar 84.2%. Selain sebagai sumber pangan fungsional yang kaya antioksidan, pohpohan menjadi komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
Teknik Budi Daya Pohpohan
Mengingat perbanyakan melalui biji membutuhkan waktu lama dan bersifat rekalsitran (tidak tahan simpan), teknik stek batang adalah solusi terbaik untuk penyediaan bibit dalam jumlah banyak dan waktu singkat.
Pemilihan Umur dan Bagian Batang
Berdasarkan riset, bahan tanam terbaik berasal dari induk tanaman yang berumur 4 bulan. Bagian pangkal batang (B3) memberikan hasil terbaik untuk persentase hidup (mencapai 99.23%) dan jumlah daun, sementara bagian pucuk (B1) memberikan pertambahan panjang batang tertinggi yaitu 3.94 cm.
Media Tanam Terbaik
Menurut penelitian Nicha Muslimawati dkk. dalam J. Hort. Indonesia Vol. 6 No. 2 berjudul Pertumbuhan Stek Batang Pohpohan (Pilea trinervia Wight.) pada Umur Tanaman, Bagian Batang, dan Media Tanam yang Berbeda, penggunaan campuran arang sekam dan kompos (rasio 1:1) terbukti paling efektif. Media ini mampu meningkatkan C-organik, nitrogen total, dan menjaga kegemburan tanah yang mendukung pertumbuhan akar hingga 100%.
Langkah Penanaman
Stek dipotong sepanjang 7 cm. Selama masa awal pertumbuhan (hingga 6 mst), tanaman perlu dipelihara di rumah pembibitan dengan naungan paranet 75% untuk menjaga kelembapan.
Tips Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Panen
Drainase dan pH: hindari penggunaan media seperti rockwool secara tunggal karena risiko ketidakstabilan pH dan serangan cendawan yang dapat menghambat pertumbuhan.
Pemupukan: lakukan pemupukan pada usia 3 minggu setelah tanam (mst) menggunakan pupuk NPK dengan dosis 24 g/L secara dikocor untuk memacu perkembangan tunas.
Pengendalian Penyakit: waspadai penyakit busuk batang yang ditandai dengan warna batang menghitam dan mengecil. Lakukan penyiangan gulma secara rutin agar tidak mengganggu nutrisi tanaman utama.
Kesimpulan
Pohpohan (Pilea trinervia Wight.) merupakan sayuran lokal yang paling optimal diperbanyak melalui stek batang menggunakan tanaman induk berumur 4 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara penggunaan bagian pangkal batang dengan media arang sekam dan kompos menghasilkan persentase hidup serta jumlah daun tertinggi. Sementara itu, bagian pucuk batang yang ditanam pada media arang sekam dan kompos memberikan hasil terbaik pada parameter pertambahan panjang batang stek.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi