Konten dari Pengguna

Mengulik Morfologi dan Budi Daya Kenikir (Cosmos caudatus) di Berbagai Kondisi

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daun dan bunga tanaman kenikir. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daun dan bunga tanaman kenikir. Foto: Pexels

Tanaman kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dikenal sebagai sayuran indigenous dengan aroma khas dan rasa segar. Selain digunakan sebagai lalapan mentah atau pelengkap pecel, daun kenikir memiliki kandungan gizi tinggi, seperti kalsium (270 mg) dan vitamin A, serta khasiat obat karena kandungan antioksidannya. Kenikir termasuk tanaman hortikultura yang potensial dikembangkan baik di pekarangan maupun skala intensif.

Ciri Morfologi Tanaman Kenikir

Morfologi tanaman kenikir akan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya lingkungan.

Bentuk dan Karakteristik Daun

Daun kenikir adalah bagian utama yang dikonsumsi, terutama daun mudanya. Karakteristik daunnya unik, pemberian naungan yang tinggi (75%) terbukti nyata meningkatkan lebar daun sebagai adaptasi tanaman untuk memaksimalkan penyerapan cahaya. Selain itu, kandungan klorofil daun tertinggi ditemukan pada aksesi asal Cianjur dibandingkan asal Bogor atau Sukabumi.

Struktur Batang dan Akar

Batang kenikir memiliki diameter yang bervariasi tergantung asupan cahaya. Penambahan tingkat naungan secara nyata menurunkan diameter batang. Secara umum, batang tumbuh tegak dan cukup kuat menopang percabangan untuk produksi tunas baru.

Bunga dan Buah Kenikir

Bunga kenikir berfungsi sebagai alat reproduksi yang menghasilkan biji. Biji inilah yang digunakan sebagai bahan perbanyakan dalam proses persemaian sebelum dipindahkan ke lahan permanen.

Cara Menanam dan Merawat Kenikir

Budi daya kenikir relatif mudah, namun membutuhkan perhatian pada media tanam dan pengaturan intensitas cahaya untuk hasil produksi optimal.

Syarat Tumbuh dan Media Tanam

Kenikir tumbuh baik pada suhu 24° C-30° C dengan kelembapan tinggi sekitar 88%. Media tanam yang direkomendasikan adalah campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Proses Penanaman hingga Panen

Proses dimulai dengan persemaian, kemudian bibit dipindah ke polybag pada umur 1 minggu setelah semai. Penyiraman rutin dilakukan pagi dan sore hari. Panen perdana dapat dilakukan pada umur 8-10 minggu setelah tanam (mst) dengan cara memotong pucuk atau cabang muda sepanjang 20-30 cm.

Pengaruh Tingkat Naungan terhadap Pertumbuhan

Berdasarkan hasil penelitian Revianto dkk. dalam Jurnal Agronida Vol. 3 No. 2 berjudul Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) pada Berbagai Tingkat Naungan, pemberian naungan 50% hingga 75% secara signifikan menurunkan tinggi tanaman, diameter batang, serta bobot basah dan kering panen. Tanaman ini masih toleran dan tumbuh optimal hingga tingkat naungan 25%, namun hasil panen terbaik diperoleh pada kondisi tanpa naungan (0%) karena proses fotosintesis yang maksimal.

Rekomendasi Praktik Budi Daya Kenikir

Pemilihan Benih Unggul

Penggunaan benih dari daerah asal tertentu memengaruhi jumlah daun. Aksesi asal Sukabumi dan Cianjur diketahui menghasilkan jumlah daun yang lebih banyak dibandingkan asal Bogor

Pengendalian Hama dan Perawatan

Pengendalian gulma secara manual dan pengamatan rutin setiap minggu sangat disarankan untuk menjaga kesehatan tanaman. Intensitas cahaya yang cukup sangat penting karena kekurangan cahaya seperti adanya naungan berat akan menurunkan biomassa hasil panen secara drastis.

Kesimpulan

Kenikir adalah tanaman sayuran indigenous yang mudah dibudidayakan namun sensitif terhadap naungan. Untuk mendapatkan produksi bobot basah yang tinggi, sangat disarankan menanam kenikir di area dengan paparan sinar matahari penuh atau maksimal naungan 25%. Pemilihan bibit asal Cianjur atau Sukabumi juga memberikan keunggulan pada jumlah daun yang dihasilkan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi