Mengungkap Fakta Tersembunyi Buah Langsat Lokal Indonesia
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langsat (Lansium domesticum) merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Buah ini digemari karena rasanya yang manis dan segar. Selain kelezatannya, langsat juga menarik untuk dikaji dari sisi asal usul serta morfologi tanamannya.
Mengenal Langsat
Menurut Anjasasmara dkk. dalam Jurnal AGrotekMAS berjudul Identifikasi Karakter Morfologi Tanaman Langsat (Lansium domesticum Corr) sebagai Buah Unggul Lokal di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, menjelaskan jika langsat termasuk tanaman hortikultura yang dibudidayakan untuk konsumsi segar. Tanaman ini memiliki kemiripan dengan spesies Meliaceae lainnya seperti kokosan, pisitan, dan celoring.
Asal Usul Tanaman Langsat
Sejarah dan Persebaran Langsat
Tanaman langsat berasal dari semenanjung Malaysia dan Kalimantan Timur, Indonesia. Persebarannya kini meliputi wilayah Asia Tenggara seperti Thailand dan negara sekitarnya. Di Indonesia, sentra penyebaran utamanya berada di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Tanaman ini tumbuh subur di wilayah tropis dengan ketinggian hingga 1.500 m dpl, curah hujan 2000-3000 mm per tahun, dan menyukai tanah dengan pH sedikit asam hingga netral (5,5–6,6).
Langsat Sebagai Buah Lokal Unggul
Langsat dianggap sebagai komoditas unggulan di berbagai daerah. Di Provinsi Sulawesi Barat, langsat menjadi buah lokal utama dengan produksi mencapai 111.237,40 ton pada tahun 2016. Salah satu varietas yang paling terkenal adalah Langsat Palembang karena rasanya yang manis dan berbiji sedikit. Di Aceh, masyarakat mengenalnya dengan nama "Langsat", sementara di daerah lain dikenal sebagai langsek (Minangkabau), pisitan (Sunda), atau lese (Bugis).
Morfologi Tanaman Langsat
Berdasarkan studi Fadli dkk. dalam Jurnal Agrium berjudul Karakterisasi Morfologi Tanaman Langsat (Lansium domesticum) Lokal Kabupaten Aceh Utara, pada setiap 100 gram buah langsat mengandung nilai gizi tinggi, termasuk energi (34 kal), karbohidrat (8,2 g), protein (0,4 g), serta Vitamin C (13,4 mg) yang berfungsi sebagai antioksidan.
Ciri-ciri Pohon dan Batang
Pohon langsat memiliki batang berkayu tegak yang tingginya bisa mencapai lebih dari 20 meter pada pohon yang berumur di atas 40 tahun. Di Aceh Utara, ditemukan aksesi dengan tinggi mencapai 26,80 meter. Kekuatan batangnya tergolong sangat kuat dengan permukaan halus. Namun, di Polewali Mandar, tekstur batang bervariasi antara licin hingga beralur. Bentuk mahkota pohon umumnya menyerupai piramida dengan pola percabangan tegak.
Bentuk Daun, Bunga, dan Buah Langsat
Daun langsat merupakan daun majemuk dengan pertulangan menyirip dan tepi daun yang rata. Bentuk anak daunnya bervariasi mulai dari jorong hingga memanjang dengan ujung yang meruncing. Buahnya tumbuh dalam tandan, berbentuk bulat bola hingga bulat memanjang dengan kulit tipis berwarna kuning saat matang. Daging buahnya berwarna putih bening, berair, dan umumnya berbelah tiga di dalamnya dengan jumlah biji berkisar 0–3 biji per buah.
Identifikasi Varietas Lokal di Polewali Mandar dan Aceh Utara
Keragaman varietas lokal menunjukkan perbedaan karakter morfologi yang signifikan. Di Polewali Mandar, varietas dari Kecamatan Anreapi dan Binuang dikenal memiliki rasa yang sangat manis. Sementara itu, penelitian di Aceh Utara mengidentifikasi 35 aksesi langsat lokal yang memiliki variasi pada kerapatan percabangan (jarang, sedang, hingga padat) serta lingkar batang yang mencapai rata-rata 55 cm.
Kesimpulan
Langsat merupakan tanaman buah tropis asli Nusantara yang memiliki nilai gizi dan ekonomi yang tinggi. Identifikasi morfologi dari wilayah Aceh Utara hingga Polewali Mandar membuktikan adanya kekayaan varietas lokal dengan ciri khas batang, daun, dan rasa buah yang berbeda-beda. Keunggulan adaptasi dan potensi nutrisinya menjadikan langsat sebagai aset hortikultura yang penting untuk terus dikembangkan sebagai buah unggul nasional.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar