Morfologi dan Asal Tanaman Senna: Penjelasan Lengkap
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman senna dikenal luas sebagai tanaman obat yang sangat penting secara farmasi di berbagai negara. Artikel ini akan membahas secara lengkap asal tanaman senna, ciri morfologi, serta keunikan strukturalnya berdasarkan studi ilmiah. Penjelasan ini penting untuk mengenal karakter tanaman yang kerap dijadikan bahan herbal utama untuk kesehatan pencernaan.
Asal-Usul Tanaman Senna
Tanaman senna termasuk dalam famili Fabaceae dan subfamili Caesalpinioideae. Menurut Elena Săvulescu dkk. dalam jurnal Sciendo berjudul Morphological and Anatomical Properties of the Senna Alexandrina Mill. (Cassia Angustifolia Vahl.), genus Senna mencakup lebih dari 260 hingga 350 spesies semak dan herba. Spesies ini tersebar luas di wilayah tropis dan subtropis seperti Meksiko, Afrika, Pakistan, Arab Saudi, hingga India.
Habitat Alami dan Persebaran Geografis
Senna secara alami tumbuh subur di wilayah dengan iklim hangat. Beberapa spesiesnya bahkan dapat ditemukan di daerah beriklim sedang. Dalam kondisi iklim tertentu, seperti di Rumania, tanaman ini berperan sebagai tanaman semusim (annual plant) dengan akar tunggang (taproot).
Sejarah Penggunaan Senna dalam Tradisi Lokal
Secara historis, senna telah dikenal sebagai tanaman medis sejak tahun 1950-an. Daun dan buahnya secara tradisional digunakan sebagai pencahar (laxative) untuk mengatasi sembelit akut maupun kronis. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkannya untuk pengobatan wasir, epilepsi, gangguan kulit, penyakit pernapasan, migrain, hingga penyakit jantung.
Karakteristik Morfologi Tanaman Senna
Morfologi senna sangat spesifik dengan adaptasi yang kuat. Tanaman ini umumnya memiliki tinggi berkisar antara 40–70 cm atau bahkan mencapai 60–80 cm tergantung pada kondisi lingkungan pertumbuhannya.
Ciri-Ciri Daun, Batang, dan Bunga Senna
Batang: berbentuk lurus, ramping, dan tidak berbulu hingga agak berbulu (glabrous to subglabrous) dengan percabangan di bagian atas.
Daun: tersusun secara berseling (alternate) dan merupakan daun majemuk menyirip (paripinnate) sepanjang 4–10,5 cm. Terdiri dari 3 hingga 9 pasang anak daun berbentuk lanset hingga oval dengan ujung yang runcing.
Bunga: berwarna kuning cerah, tersusun dalam tandan terminal atau aksilar sepanjang 10–15 cm. Bunga ini bersifat sedikit zigomorfik dengan 10 benang sari bebas.
Struktur Anatomi Senna
Daun Majemuk dan Struktur Mesofil: anak daun senna memiliki stomata di kedua sisinya (amphystomatic) dengan tipe paracytic. Struktur mesofilnya terdiferensiasi menjadi jaringan tiang (palisade) dan jaringan bunga karang (spons).
Sistem Pembuluh: Pada bagian batang dan rakis daun, terdapat berkas pengangkut kolateral terbuka. Jaringan vaskular pada batang membentuk silinder kontinu yang terdiri dari xilem dan floem sekunder.
Buah dan Biji: buahnya berupa polong (pod) yang pecah (dehiscent), berbentuk pipih dan sedikit melengkung dengan panjang 4–6 cm. Di dalamnya terdapat sekitar 10 hingga 17 biji berwarna kehitaman atau cokelat tua yang berbentuk obovate.
Kesimpulan
Tanaman senna memiliki keunikan anatomi berupa kehadiran kristal kalsium oksalat pada korteks batang dan mesofil daunnya. Sebagai tanaman yang kaya akan senyawa anthraquinonoid seperti sennoside A, B, C, dan D, senna tetap menjadi komoditas farmasi yang vital secara global.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi