Morfologi dan Fisiologi Mengkudu: Karakteristik Lengkap Buah Mengkudu
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) atau pace merupakan tanaman obat tropis yang telah digunakan selama lebih dari 2000 tahun, mulai dari masa Dinasti Han di Cina hingga pengobatan tradisional di Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi dengan potensi pasar mencapai puluhan miliar rupiah melalui produk olahan seperti jus dan ekstrak kapsul.
Morfologi Mengkudu
Struktur fisik mengkudu sangat bervariasi tergantung pada tipenya. Identifikasi morfologi sangat krusial karena berkaitan langsung dengan rendemen jus dan efisiensi pengolahan bahan obat.
Ciri Tanaman Mengkudu
Tanaman ini dapat tumbuh mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.500 m dpl. Dalam penelitian Endjo Djauhariya dkk. dalam Buletin Plasma Nutfah Vol. 12 No. 1 berjudul Karakterisasi Morfologi dan Mutu Buah Mengkudu, ditemukan tujuh tipe mengkudu di Pulau Jawa dengan perbedaan mencolok pada bentuk, ukuran, dan jumlah biji. Salah satu varian unik adalah Tipe 5 yang memiliki buah bercabang dan bobot tertinggi mencapai rata-rata 300 gram per buah.
Karakteristik Daun dan Batang
Berdasarkan tegakan batangnya, mengkudu terbagi menjadi dua kelompok:
Tipe Batang Tegak: biasanya memiliki buah berukuran besar (Tipe 1, 2, 4, dan 5) dengan diameter batang yang lebih besar dan kanopi lebih lebar.
Tipe Batang Tegak Membengkok: cenderung memiliki buah berukuran kecil (Tipe 3, 6, dan 7) dengan pertumbuhan menyamping.
Daun mengkudu umumnya berbentuk bulat panjang hingga jorong dengan permukaan bergelombang. Tipe buah besar cenderung didukung oleh ukuran daun yang lebih luas yaitu panjang mencapai 27,5 cm untuk mencukupi kebutuhan energi hasil fotosintesis.
Morfologi Buah Mengkudu
Secara morfologi, ukuran buah terbagi menjadi dua kelompok besar:
Kelompok Buah Besar: meliputi tipe 1, 2, 4, dan 5. Tipe 4 sangat istimewa karena bersifat seedless (biji sedikit, hanya sekitar 25 biji/buah) yang dikenal masyarakat sebagai Mengkudu Sukun.
Kelompok Buah Kecil: meliputi tipe 3, 6, dan 7 yang umumnya memiliki rasa pahit dan jumlah biji yang banyak (mencapai 100-120 biji/buah).
Fisiologi Mengkudu
Fisiologi mengkudu mencakup respons tanaman terhadap lingkungan yang memengaruhi rasa dan kandungan zat aktif di dalamnya.
Proses Pertumbuhan dan Perkembangan
Mengkudu adalah tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Berdasarkan penelitian Endjo Djauhariya et al., terdapat hubungan fisiologis antara ukuran pohon dengan ukuran buah; semakin tinggi dan besar diameter batang, maka pasokan fotosintat untuk pengisian buah semakin optimal, menghasilkan buah yang lebih besar.
Syarat Tumbuh Optimal
Meskipun dapat tumbuh di lahan marginal, mengkudu mencapai pertumbuhan maksimal pada lahan yang kaya bahan organik. Area penyebaran tipe 1 adalah yang terluas, ditemukan mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 600 m dpl di Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Pengaruh Lingkungan terhadap Fisiologi
Lingkungan tumbuh sangat memengaruhi rasa buah. Karakteristik fisiologis unik menunjukkan bahwa semua tipe mengkudu yang tumbuh di tepi pantai cenderung memiliki rasa pahit. Selain itu, terdapat perbedaan perilaku saat matang: tipe buah besar (asam manis) akan langsung jatuh setelah masak, sedangkan tipe buah kecil (pahit) cenderung tetap menempel kuat di pohon meski sudah matang.
Kesimpulan
Mengkudu merupakan tanaman dengan keragaman genetik yang kaya, tercermin dari tujuh tipe berbeda yang ditemukan di Jawa. Pemahaman morfologi seperti bentuk buah bercabang atau tipe seedless (Tipe 4) sangat penting bagi industri karena berkolerasi dengan rendemen jus yang lebih tinggi. Dengan mengacu pada standar mutu Materia Medika Indonesia (MMI), karakterisasi ini menjadi fondasi penting dalam penyediaan bahan baku obat tradisional yang berkualitas dan terstandar.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Tanaman Rempah dan Obat, Ini Jenis dan Manfaatnya