Panduan Budi Daya Anggur: Memilih Lokasi hingga Estimasi Waktu Panen
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budi daya anggur kini semakin diminati karena hasilnya yang menjanjikan dan bisa dikembangkan di berbagai daerah. Namun, untuk mendapatkan buah berkualitas, diperlukan pemahaman soal waktu berbuah dan lokasi tanam yang sesuai. Artikel ini akan membahas secara ringkas tentang proses budi daya anggur, mulai dari waktu menunggu panen hingga lingkungan yang cocok untuk tumbuh optimal.
Pengenalan Budi Daya Anggur
Menurut buku Budi Daya Tanaman Anggur karya Sukadi dkk. (2021), anggur termasuk tanaman buah yang dapat tumbuh di dataran rendah hingga sedang. Tanaman ini dapat tumbuh optimal di dataran rendah dengan ketinggian 0–300 meter di atas permukaan laut (m dpl).
Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh lingkungan tanam dan penggunaan varietas unggul, seperti Jestro AG 86, Jestro AG 60, atau Prabu Bestari. Selain teknik penanaman yang tepat, pemilihan lokasi dan varietas juga berpengaruh besar pada keberhasilan budi daya anggur.
Berapa Lama Tanaman Anggur Sampai Berbuah?
Tanaman anggur memerlukan waktu pertumbuhan tertentu sebelum bisa dipanen. Waktu yang dibutuhkan dari pemangkasan hingga buah siap petik sangat bergantung pada faktor ekosistem dan jenis tanaman.
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Berbuah
Umumnya, waktu panen dipengaruhi oleh varietas yang ditanam, iklim, dan ketinggian lokasi lahan. Secara umum, buah anggur dapat dipanen sekitar 95 hingga 135 hari setelah proses pemangkasan dilakukan.
Tips Mempercepat Anggur Berbuah
Agar anggur cepat berbuah, lakukan pemangkasan pembuahan secara rutin, biasanya dua kali setahun pada bulan Maret/April dan Juni/Agustus. Sebelum pemangkasan, berikan pupuk kandang satu bulan sebelumnya dan pupuk kimia 10 hari sebelum pemangkasan.
Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang banyak (intensitas cahaya >75%) dan udara yang cenderung kering. Setelah itu, bunga akan muncul 8–24 hari setelah pemangkasan, tergantung pada varietasnya.
Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar
Wilayah & Kondisi Ideal untuk Menanam Anggur
Memilih lokasi tanam yang sesuai akan sangat memengaruhi hasil panen anggur. Selain iklim, karakteristik tanah juga perlu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman optimal.
Jenis Tanah yang Cocok
Anggur menyukai tanah subur yang mudah menyerap air. Tekstur tanah yang ideal adalah lempung berpasir. Kemasaman tanah (pH) yang optimal berada pada kisaran 5,5 hingga 7,3. Hindari jenis tanah yang cenderung berlempung dan memiliki kadar garam yang tinggi.
Iklim & Ketinggian yang Disarankan
Anggur dapat tumbuh baik di dataran rendah antara 0 - 300 m dpl, dengan suhu rata-rata sekitar 31°C pada siang hari, dan minimal 23°C. Kelembapan udara yang ideal berada pada kisaran 75-80%.
Kesimpulan
Budidaya anggur di Indonesia memiliki prospek baik selama dilakukan dengan mengikuti syarat tumbuh yang tepat. Dengan memperhatikan aspek teknis seperti pemilihan lokasi di dataran rendah yang kering, pengaturan pH tanah, serta jadwal pemangkasan yang disiplin, petani dapat menghasilkan kualitas anggur yang unggul dan produktif.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi