Panduan Praktis Budi Daya Lamtoro: Solusi Pakan Ternak Saat Musim Kemarau
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lamtoro menjadi salah satu tanaman hijauan yang menjadi primadona sebagai pakan ternak ruminansia, terutama di wilayah seperti Nusa Tenggara Barat. Tanaman ini dikenal mudah tumbuh, kaya nutrisi, dan efisien sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pakan di musim kemarau. Lamtoro memiliki karakteristik morfologi yang khas dan mampu bertahan hidup di kawasan yang sedang mengalami perubahan lingkungan.
Mengenal Tanaman Lamtoro
Klasifikasi dan Asal Usul Lamtoro
Lamtoro (Leucaena leucocephala) termasuk keluarga Fabaceae atau polong-polongan, yang merupakan kelompok tumbuhan terbesar ketiga setelah Orchidaceae dan Asteraceae. Tanaman ini berasal dari Amerika tropis, namun kini tersebar luas di wilayah tropis seperti Indonesia dan sering ditemukan tumbuh di berbagai ketinggian tempat, mulai dari 0 hingga 400 m dpl.
Manfaat Lamtoro dalam Pertanian dan Pakan
Selain sebagai pakan, lamtoro populer sebagai tanaman reboisasi untuk menghijaukan kembali lahan gundul dan mencegah erosi. Di sektor pertanian, lamtoro berfungsi sebagai tanaman fiksasi nitrogen yang mampu menangkap nitrogen bebas di udara untuk menyuburkan tanah.
Morfologi Lamtoro
Ciri-ciri Daun, Batang, dan Akar
Tanaman ini memiliki sistem akar tunggang yang sangat kokoh dan menembus dalam ke tanah sehingga pohonnya tidak mudah tumbang oleh angin. Batangnya kuat, berwarna cokelat kemerahan, dan dapat mencapai diameter 10-15 cm dalam satu tahun. Daunnya bertipe majemuk ganda, berbentuk simetris, dan berwarna hijau rimbun. Buahnya berbentuk polong yang tumbuh dalam tandan, di mana satu tandan dapat berisi 20-30 polong dan tiap polong mengandung 15-30 biji lonjong pipih yang berwarna cokelat kehitaman saat tua.
Perbedaan Lamtoro dengan Tanaman Fabaceae Lain
Berdasarkan analisis Salma Rahmah dalam jurnal Konstanta Vol. 1 No. 2 berjudul Analisis Kekerabatan Tanaman Famili Fabaceae Berdasarkan Karakteristik Morfologi di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, lamtoro memiliki perbedaan habitus dan bentuk permukaan daun yang nyata dibanding anggota Fabaceae lain seperti putri malu (Mimosa pudica) dan kedelai (Glycine max). Berbeda dengan putri malu yang memiliki duri pada batang dan daun yang menutup saat disentuh, lamtoro memiliki perawakan pohon atau semak tinggi dengan batang yang tidak berduri.
Teknik Budi Daya Lamtoro
Syarat Tumbuh dan Persiapan Lahan
Lamtoro sangat adaptif di lahan kering yang kurang produktif dan tidak membutuhkan banyak air dalam pemeliharaannya. Persiapan lahan dapat dilakukan dengan pembersihan lahan dari gulma atau memanfaatkannya secara tumpang sari dengan tanaman lain seperti jagung.
Cara Penanaman dan Pemeliharaan
Penanaman dapat dilakukan menggunakan biji, cabutan (stum), atau semaian dalam polybag. Jika menggunakan biji, sebaiknya dipilih dari pohon induk yang sudah tua (sekitar 15 tahun) dengan ciri biji yang tenggelam saat direndam air. Oscar Yanuarianto dkk. dalam Jurnal Gema Ngabdi Vol. 3 No. 1 berjudul Budidaya Lamtoro Sebagai Bank Pakan Sumber Protein di Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, menekankan bahwa penggunaan varietas seperti Lamtoro Taramba sangat disarankan karena sifatnya yang adaptif dan memiliki kandungan protein yang tinggi untuk ternak.
Potensi Hasil dan Pemanenan
Lamtoro dapat dikelola sebagai "bank pakan" yang menjamin ketersediaan hijauan sepanjang tahun. Pemanenan daun dilakukan secara berkala untuk menjaga kontinuitas pakan, terutama saat musim kemarau ketika rumput lapangan sulit didapat.
Pemanfaatan Lamtoro Sebagai Sumber Pakan
Lamtoro mengandung protein kasar yang tinggi berkisar 25-32%, kalsium, dan energi yang sangat baik untuk pertumbuhan. Pemberian lamtoro secara intensif hingga 100% dalam bentuk kering terbukti dapat meningkatkan berat badan harian anak sapi bali hingga 0,47 kg/hari. Protein dalam daun lamtoro juga memiliki tingkat pemecahan yang rendah di dalam rumen, sehingga menjadi sumber nutrisi yang efisien bagi ternak ruminansia.
Kesimpulan
Morfologi lamtoro yang kokoh dan kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikannya solusi strategis bagi tantangan pakan ternak di lahan kering. Dengan teknik budi daya yang tepat, tanaman ini tidak hanya meningkatkan produktivitas ternak, tetapi juga berperan penting dalam konservasi lahan dan efisiensi biaya produksi petani melalui sistem bank pakan.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi