Konten dari Pengguna

Pengendalian Hama Terpadu: Definisi dan Contoh Praktis

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengendalian  hama terpadu dengan predator. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengendalian hama terpadu dengan predator. Foto: Pexels

Pengendalian hama terpadu menjadi strategi utama dalam menjaga hasil pertanian tetap optimal, terutama karena kehilangan hasil akibat serangan hama dapat mencapai 80%, bahkan menyebabkan kegagalan panen atau puso pada kerusakan berat. Sistem ini menggabungkan berbagai strategi pengendalian dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Selain efektif, pengendalian hama terpadu juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Apa Itu Pengendalian Hama Terpadu?

Pengertian Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

PHT adalah pendekatan pengelolaan hama yang mensinergikan semua metode pengendalian yang kompatibel berdasarkan asas ekologi dan ekonomi. Fokus utamanya adalah memberi ruang hidup bagi semua komponen biota ekologi tanpa menyebabkan kerusakan pada tanaman budidaya. Menurut Sri Wahyuni Indiati dan Marwoto dalam jurnal Buletin Palawija Vol. 15 No. 2 berjudul Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Kedelai, pendekatan ini adalah teknik pengelolaan keseimbangan lingkungan melalui ekologi dan efisiensi ekonomi untuk mengelola ekosistem yang berwawasan lingkungan berkelanjutan.

Tujuan dan Prinsip PHT

Tujuan utama PHT adalah mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetik dengan memadukan teknik pengendalian secara hayati dan aplikasi pestisida kimia sintetik hanya jika teknik lain tidak mampu menekan populasi hama. Terdapat lima prinsip operasional PHT:

  1. Budidaya tanaman sehat.

  2. Penyeimbangan komponen agroekosistem pertanian misalnya dengan pola tanam tumpangsari atau rotasi tanaman.

  3. Pelestarian musuh alami.

  4. Pemantauan atau monitoring ekosistem secara terpadu dan rutin.

  5. Mewujudkan petani aktif sebagai ahli PHT.

Manfaat Pengendalian Hama Terpadu

Metode ini menawarkan manfaat seperti menurunkan risiko resistensi hama akibat terhadap aplikasi pestisida kimia yang berlebihan, mencegah pencemaran lingkungan, serta meningkatkan daya saing produk melalui kualitas yang aman bagi kesehatan atau bebas residu.

Contoh Penerapan Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman

PHT dapat diterapkan pada berbagai kelompok tanaman seperti tanaman pangan misalnya padi, kedelai, kemudian hortikultura, maupun perkebunan.

Teknik Pengendalian yang Digunakan dalam PHT

Beberapa komponen teknis yang dapat dipadukan meliputi:

  • Pengendalian alami dan hayati: dengan memanfaatkan musuh alami seperti predator (laba-laba, kumbang koksi) dan parasitoid untuk menjaga keseimbangan populasi hama.

  • Pengendalian mekanik dan fisik: mematikan atau memindahkan hama secara langsung melalui pengambilan manual dengan tangan atau alat, pemasangan lampu perangkap, atau sanitasi lahan.

  • Pengendalian kultur teknis: pengatur pola tanam, penggunaan varietas tahan, penggunaan mulsa, serta penanaman lebih awal untuk menghindari periode kritis serangan hama.

  • Pengendalian kimia secara selektif: penggunaan pestisida nabati maupun kimia berdasarkan hasil pengamatan populasi disesuaikan dengan ambang kendali dan bukan secara berjadwal atau preventif yang boros.

Hasil dan Efektivitas Pengendalian Hama Terpadu

Penerapan strategi ini terbukti efektif mensinergikan metode yang kompatibel untuk menekan populasi hama. Efektivitasnya bergantung pada pemantauan lahan rutin guna memahami dinamika ekosistem yang selalu berubah.

Kesimpulan

PHT merupakan solusi strategis dalam pertanian modern untuk menjaga produktivitas jangka panjang tanpa merusak lingkungan. Secara hukum, hal ini didukung oleh UU No. 12 Tahun 1992 yang menyatakan perlindungan tanaman di Indonesia dilaksanakan dengan sistem PHT. Untuk hasil optimal, petani direkomendasikan untuk beralih dari pola pengendalian hama secara konvensional menuju pengelolaan ekosistem yang bijaksana. Penguatan peran petani melalui Sekolah Lapang PHT (SLPHT) sangat disarankan untuk meningkatkan kemampuan identifikasi hama dan musuh alami di lapangan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Pertanian Berkelanjutan: Strategi Produksi Pangan untuk Masa Depan