Konten dari Pengguna

Pupuk Bokashi: Karakteristik, Pembuatan, dan Fungsi Bagi Tanaman

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pupuk bokashi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pupuk bokashi. Foto: Pixabay

Bokashi menjadi salah satu pilihan populer dalam pertanian organik karena proses pembuatannya yang sederhana dan manfaat luas untuk berbagai jenis tanaman. Metode ini merupakan teknologi yang mampu mengubah sistem pertanian berbasis kimia menjadi sistem yang lebih alami atau organik. Dengan memahami cara pembuatan dan fungsi pupuk bokashi, petani dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman secara berkelanjutan.

Apa Itu Bokashi?

Menurut Abu Zainal Zakaria dalam Publikasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian berjudul Pupuk Bokashi, bokashi adalah hasil fermentasi bahan-bahan organik dengan bantuan effective microorganism (EM) atau dekomposer lainnya sehingga proses dekomposisi dapat berjalan lebih cepat. Bokashi diartikan sebagai pupuk organik yang dapat digunakan untuk perbaikan tanah berkelanjutan. Teknologi ini menjadi dapat menjadi solusi mengatasi masalah produksi tanaman.

Sejarah Singkat Bokashi

Awalnya, teknik ini dikembangkan untuk mempertahankan kesuburan tanah serta memperbaiki kerusakan fisik, biologi, dan kimia tanah yang disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Perbedaan Bokashi dengan Pupuk Organik Lainnya

Bokashi menonjol karena menggunakan bantuan mikroba (seperti EM4) untuk mempercepat proses pembuatan kompos. Selain itu, bokashi kotoran sapi memiliki kandungan unsur hara yang sangat lengkap, mulai dari hara makro seperti Nitrogen (0,70 - 1,30%), Phospor (0,52%), dan Kalium (0,95%), hingga unsur mikro seperti Besi (Fe), Seng (Zn), dan Tembaga (Cu).Cara Pembuatan Pupuk BokashiPembuatan pupuk bokashi cukup mudah selama bahan dan prosesnya diperhatikan dengan baik. Menurut Iswahyudi dkk. dalam Jurnal Cemara Vol. 17 No. 1 berjudul Studi Penggunaan Pupuk Bokashi (Kotoran Sapi) terhadap Tanaman Padi, Jagung, & Sorghum, bahan organik yang melimpah di daerah-daerah dapat dimanfaatkan oleh petani untuk membuat bokashi secara mandiri.

Bahan-bahan Utama Bokashi

Untuk membuat 100 kg bokashi pupuk kandang diperlukan: 98 kg pupuk kandang, 2 kg dedak, 50 ml tetes tebu (molase), 100 ml dekomposer, dan 20 liter air.

Langkah-langkah Pembuatan Bokashi

Larutkan tetes dan dekomposer ke dalam air. Campur pupuk kandang dengan dedak hingga merata, lalu siramkan larutan dekomposer sedikit demi sedikit. Tumpuk adonan setinggi 10-15 cm dan tutup dengan kain goni. Peram selama 1-2 minggu. Mulai hari ke-2, balikkan adonan untuk menjaga suhu pada kisaran 45-50 derajat celcius.

Alternatif Mikroorganisme Lokal (MOL)

Jika tidak ada EM4, petani dapat menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang dibuat dari nasi, rebung bambu, atau bonggol pisang. Misalnya, MOL bonggol pisang dibuat dengan mencampur 5 kg bonggol pisang yang dihaluskan dengan 1 kg gula merah dan 10 liter air beras, lalu difermentasi selama 15 hari.

Fungsi dan Manfaat Pupuk Bokashi

Bokashi memiliki keunggulan dalam meningkatkan populasi dan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan serta menekan perkembangan patogen atau bibit penyakit.

Manfaat Bokashi untuk Tanaman

Pemberian bokashi kotoran sapi berpengaruh positif contohnya pada pertumbuhan tanaman padi, jagung, dan sorgum. Bokashi mampu mengaktifkan sel-sel jaringan meristematik sehingga menghasilkan anakan produktif yang optimal.

Peran Bokashi dalam Kesuburan Tanah

Bokashi dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah sehingga hara tidak mudah tercuci, serta meningkatkan daya menahan air (water holding capacity). Secara fisik, bokashi memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan mudah ditembus oleh akar tanaman.

Kesimpulan

Bokashi adalah teknologi murah, aman, dan efektif yang dapat diadopsi petani karena bahan bakunya melimpah. Penggunaan bokashi kotoran sapi secara rutin tidak hanya meningkatkan produksi tanaman pangan seperti padi dan jagung, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mengembalikan kesehatan tanah yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia berlebih.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Pertanian Berkelanjutan: Strategi Produksi Pangan untuk Masa Depan