Rahasia Daun Iler: Tanaman Hias Cantik yang Ampuh Atasi Demam dan Batuk
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman iler, yang juga dikenal dengan nama jewer kotok atau miana (Coleus atropurpureus. L. Benth), sering kali hanya dianggap sebagai tanaman hias karena memiliki warna dan bentuk yang menarik. Namun, penelitian melaporkan bahwa tanaman ini memiliki senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat untuk pemulihan kesehatan.
Teknik Budi Daya Daun Iler
Menurut Muhammad Helmy Abdillah dkk. dalam Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 berjudul Teknik Budidaya Iler (Coleus atropurpureus. L. Benth) sebagai Herba untuk Penanganan Gejala (Demam dan Batuk) Penyintas Covid-19, tanaman ini dapat dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai tanaman obat keluarga. Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang maksimal dan cepat, diperlukan teknik budidaya yang tepat.
Persiapan Media Tanam
Media tanam yang ideal terdiri dari campuran tanah, kotoran ternak (sapi), dan sekam padi (biochar dan kompos). Komposisi yang disarankan adalah perbandingan 80% tanah, 10% kotoran ternak, dan 10% sekam padi yang dicampur merata. Gunakan polibag berukuran 25 x 30 xm sebagai wadah tanam.
Proses Penanaman
Perbanyakan tanaman iler paling efektif dilakukan dengan metode stek pucuk dan stek batang. Langkah-langkahnya meliputi:
Siapkan stek pucuk atau batang sepanjang 15 cm.
Sisakan sekitar 1-4 daun muda di bagian atas untuk mendorong proses respirasi.
Rendam bagian bawah stek selama 30 menit dalam air kelapa tua untuk merangsang pertumbuhan.
Tancapkan stek ke dalam lubang tanam di polibag sedalam 10 cm.
Pemeliharaan dan Perawatan
Tanaman ini dapat tumbuh subur jika mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari limbah organik sektor pertanian dan peternakan. Selain sebagai obat bagi manusia, tanaman iler juga memiliki fungsi sebagai pestisida atau herbisida nabati karena mengandung senyawa organik toksik yang tidak disukai oleh hama tanaman hortikultura.
Manfaat Daun Iler untuk Kesehatan
Kandungan Senyawa Aktif pada Daun Iler
Secara farmakologi, daun iler mengandung senyawa yang memiliki sifat anti-inflamasi atau anti-peradangan dan bekerja secara analgesik untuk menurunkan tingkat rasa sakit pada tubuh. Selain itu, tanaman ini dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri, antivirus, serta kaya akan antioksidan.
Daun Iler sebagai Herba Penanganan Demam dan Batuk
Ekstrak tanaman iler sangat bermanfaat untuk meredakan luka, demam, dan batuk. Dalam konteks pandemi, herba ini digunakan untuk menangani gejala penyintas Covid-19 (terutama varian Omicron) yang indikasi utamanya adalah demam dan batuk. Konsumsi herba alami ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada obat kimia sehingga meminimalisir risiko komplikasi di dalam tubuh.
Tips dan Catatan Penggunaan Daun Iler
Cara Aman Mengonsumsi Daun Iler
Berdasarkan panduan dari Muhammad Helmy Abdillah dkk., berikut cara pengolahan yang disarankan:
Siapkan 5 lembar daun muda dan 15 cm batang atas yang telah dicuci bersih.
Rebus bahan tersebut dalam 300 ml air bersih selama 5–8 menit.
Untuk meningkatkan cita rasa dan kebermanfaatannya, Anda dapat menambahkan dua potong jahe merah (ukuran 3-5 cm) yang telah digeprek.
Tiriskan daun, dinginkan air rebusannya, lalu minum secara teratur.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Daun Iler
Penting untuk memahami teknik pengolahan yang benar agar manfaat kesehatannya optimal. Meskipun merupakan bahan alami, penggunaan tanaman obat tetap harus dilakukan dengan bijak dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan pribadi masing-masing.
Kesimpulan
Budi daya tanaman iler tidak hanya memberikan fungsi estetika di pekarangan, tetapi juga menyediakan apotek hidup yang potensial. Dengan teknik stek yang sederhana dan pengolahan yang tepat, daun iler menjadi solusi herbal yang efektif dan terjangkau untuk menjaga kesehatan keluarga, khususnya dalam meredakan gejala batuk dan demam.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi