Strategi Budi Daya Kacang Koro Kratok: Legum Tahan Kering dengan Potensi Nutrisi
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Koro kratok, dikenal juga sebagai Phaseolus lunatus, merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang sering dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Tanaman ini banyak dijumpai di lahan kering dan memiliki nilai ekonomi serta manfaat yang cukup luas, terutama sebagai sumber pakan ternak dan pangan lokal. Tanaman herba ini dapat tumbuh dengan cepat, mencapai tinggi hingga 6 meter, dan memiliki perakaran dalam yang memungkinkannya menoleransi kekeringan serta lahan tidak subur.
Mengenal Koro Kratok (Phaseolus lunatus)
Koro kratok termasuk kelompok tanaman pangan pada kategori kacang-kacangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki kemampuan adaptasi yang luas, dari dataran rendah hingga ketinggian lebih dari 2000 m dpl.
Klasifikasi dan Nama Daerah Koro Kratok
Koro kratok tergolong dalam keluarga Fabaceae. Di berbagai wilayah, tanaman ini memiliki sebutan lokal yang beragam seperti komak kaci, komak pait, komak kedit, kratok, bure, roay, hingga hijauan arbila.
Manfaat dan Kegunaan Koro Kratok
Selain menjadi bahan pangan, koro kratok sering dijadikan pakan ternak karena kandungan protein kasarnya yang tinggi. Bagian vegetatifnya mengandung protein kasar sekitar 21,21%, sementara bijinya mengandung nutrisi lebih tinggi mencapai 27,2% protein kasar. Tanaman ini juga berguna menyuburkan tanah karena kemampuannya menutup tanah dan mengikat nitrogen melalui bintil akar.
Morfologi Koro Kratok
Tanaman koro kratok memiliki ciri khas yang mudah dikenali melalui tipe tumbuh merambat atau membelit ke arah kanan (volubilis).
Ciri-Ciri Tanaman Koro Kratok
Tanaman ini memiliki tipe tumbuh indeterminate dengan percabangan monopodial yang rimbun. Bunganya termasuk bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa) berbentuk seperti kupu-kupu dengan warna bervariasi antara putih, ungu, atau kuning.
Struktur Daun, Batang, dan Polong
Batang: berbentuk poligonal, beralur, berwarna hijau saat muda dan berubah cokelat saat tua.
Daun: bertipe majemuk trifoliate (tiga anak daun) dengan bentuk oval atau lonjong.
Polong: berbentuk seperti bulan sabit dengan ujung runcing, berisi sekitar 2-4 biji. Saat matang, biji biasanya berbentuk ginjal dengan variasi warna dasar putih, krem, hingga kuning bercorak coklat kemerahan.
Variasi Morfologi di Berbagai Daerah
Menurut Indriana Manik Kaswari dkk. dalam jurnal Sam. J. Bio. Sc. berjudul Karakter Morfologi Komak Kaci (Phaseolus lunatus (L.)) di Pulau Lombok, variasi karakter kualitatif seperti warna bunga, warna batang (hijau atau ungu), dan motif biji sangat beragam antar wilayah. Kondisi lingkungan seperti iklim dan suhu tanah mempengaruhi ukuran daun serta pertumbuhan fisiologis tanaman.
Teknik Budi Daya Koro Kratok di Lahan Kering
Di lahan kering dengan musim kemarau panjang (8-9 bulan), koro kratok menjadi pilihan strategis karena sifatnya yang tahan terhadap cekaman kekeringan.
Syarat Tumbuh dan Persiapan Lahan
Koro kratok mampu tumbuh pada hampir semua jenis tanah, termasuk tanah marjinal dan tanah asam. Tanaman ini toleran terhadap suhu ekstrem, mampu tumbuh baik pada suhu rendah maupun suhu tinggi mencapai 38 - 41 derajat Celcius.
Penggunaan Bokashi Gulma Pastura untuk Meningkatkan Pertumbuhan
Penelitian Bernadete B. Koten dkk. dalam Jurnal Ilmiah INOVASI, Vol. 20 No. 1 berjudul Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Arbila (Phaseolus lunatus) sebagai Pakan Ternak akibat Dosis Bokashi Gulma Pastura yang Berbeda di Lahan Kering, menunjukkan bahwa pemberian bokashi dari gulma Chromolaena dan kotoran sapi secara nyata meningkatkan produktivitas. Dosis bokashi terbaik sebesar 40 ton/ha mampu menghasilkan persentase bintil akar efektif, serapan nitrogen, serta produksi bahan segar dan kering hijauan yang tertinggi.
Praktik Perawatan dan Pemupukan
Perawatan meliputi penyiraman rutin hingga tanah lembab namun tidak tergenang, serta penjarangan tanaman untuk memastikan pertumbuhan optimal. Penambahan bahan organik seperti bokashi sangat disarankan untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah di lahan kering.
Potensi Koro Kratok sebagai Pakan Ternak
Koro kratok merupakan salah satu leguminosa asli (native) yang sangat potensial dikembangkan sebagai pakan berkualitas di wilayah kering seperti Nusa Tenggara Timur.
Produktivitas Hijauan dan Nilai Nutrisi
Tanaman ini menghasilkan hijauan berkualitas tinggi yang kaya akan sumber protein bagi ternak ruminansia. Kandungan protein kasarnya yang mencapai 21,21% pada bagian vegetatif menjadikannya suplemen yang sangat baik untuk penggemukan ternak.
Keunggulan Koro Kratok untuk Peternakan
Selain tahan kering, koro kratok dapat ditanam secara tumpang sari dengan tanaman sereal seperti sorgum. Kemampuannya berproduksi dengan baik di lahan marjinal memberikan stabilitas ketersediaan pakan sepanjang tahun bagi peternak.
Kesimpulan
Koro kratok memiliki karakteristik morfologi yang unik dengan daya adaptasi tinggi di lahan kering. Melalui teknik budi daya yang tepat, seperti penggunaan bokashi gulma pastura dosis 40 ton/ha, produktivitas hijauan dan kualitas nutrisi tanaman ini dapat dioptimalkan. Dengan potensi protein yang tinggi dan ketahanan terhadap kekeringan, koro kratok merupakan solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan ternak di wilayah lahan kering.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi