Konten dari Pengguna

Strategi Budi Daya Kacang Tanah: Dari Pemilihan Varietas Hingga Pascapanen

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kacang tanah hasil budi daya. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kacang tanah hasil budi daya. Foto: Pixabay

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas strategis dan tanaman pangan terpenting kedua setelah kedelai di Indonesia. Sebagai sumber protein nabati utama, tanaman ini tidak hanya memenuhi gizi masyarakat tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi petani melalui pengelolaan yang tepat. Untuk mendapatkan hasil optimal, budi daya harus memperhatikan interaksi antara genotipe dan lingkungan, atau yang dikenal sebagai varietas spesifik lokasi.

Persiapan Awal Budi Daya Kacang Tanah

Persiapan lahan dan pemilihan benih merupakan tahap krusial yang menentukan mutu genetik dan fisiologis tanaman. Merujuk buku Petunjuk Teknis Teknologi Produksi Benih Kacang Tanah karya Joko Purnomo dkk., keberhasilan dimulai dari penentuan lokasi yang bukan bekas tanaman kacang tanah sebelumnya untuk menjaga kemurnian dan kesehatan lahan.

Pemilihan Benih Berkualitas

Gunakan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan adaptif terhadap cekaman lingkungan. Berdasarkan Buletin Palawija berjudul Varietas Spesifik Lokasi untuk Maksimalisasi Produktivitas Kacang Tanah oleh Astanto Kasnol, pemilihan varietas harus disesuaikan dengan kondisi lahan misalnya varietas Tuban, Bison, dan Kancil cocok untuk lahan Alfisol alkalis, sedangkan varietas Singa dan Jerapah lebih toleran untuk lahan kering masam.

Media Tanam yang Direkomendasikan

Pada sistem budi daya dalam pot atau polibag, media tanam sangat menentukan pertumbuhan vegetatif dan generatif. Hasil penelitian Arkadius Kompo dan Erick Firmansyah dalam Jurnal Agroista berjudul Karakteristik Pertumbuhan dan Produktivitas Kacang Tanah Pada Sistem Budidaya Dalam Pot dengan Berbagai Media Tanam, menunjukkan bahwa campuran media tanah dan pupuk organik memberikan produksi terbaik dibandingkan hanya tanah dan sekam.

Persiapan Lahan

Pengolahan lahan dilakukan dengan membajak tanah dua kali hingga gembur, kemudian dibuat bedengan selebar 3–4 meter. Di antara bedengan, dibuat saluran drainase sedalam 25–30 cm untuk mencegah genangan air yang dapat merusak perakaran.

Teknik Budi Daya Kacang Tanah yang Efektif

Produktivitas kacang tanah sangat dipengaruhi oleh pengaturan jarak tanam dan intensitas perawatan, terutama pengendalian gulma di lahan kering.

Penanaman Benih dan Jarak Tanam

Benih ditanam dengan cara ditugal sedalam 2–3 cm. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 cm x 10 cm atau 35 cm x 10 cm dengan satu biji per lubang. Untuk budi daya dalam pot, kepadatan 4 tanaman per polibag diketahui memberikan produksi tertinggi tanpa menurunkan hasil akibat kompetisi nutrisi.

Penyiraman dan Pemupukan

Penyiraman pertama dilakukan segera setelah tanam karena benih peka terhadap terik matahari langsung. Pemupukan dasar yang dianjurkan adalah 50 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100–150 kg KCl per hektar yang diberikan seluruhnya saat tanam.

Pencegahan Hama dan Penyakit

Keberadaan gulma dapat menurunkan hasil panen sebesar 15,90% hingga 36,72% jika tidak dikelola dengan benar. Berdasarkan penelitian Wafit Dinarto dan Dian Astriani dalam Jurnal AgriSains berjudul Produktivitas Kacang Tanah di Lahan Kering pada Berbagai Intensitas Penyiangan menyarankan jika penyiangan sebaiknya dilakukan minimal dua kali pada umur 10–14 hari dan 30–35 hari setelah tanam. Penggunaan mulsa jerami sebanyak 5 ton/ha juga efektif menekan gulma sekaligus mengurangi serangan lalat kacang.

Panduan Panen dan Pascapanen Kacang Tanah

Tahap pascapanen sangat krusial untuk mempertahankan mutu benih agar tidak cepat rusak atau berjamur selama penyimpanan.

Tanda Kacang Tanah Siap Panen

Secara umum, tanaman siap panen ketika sebagian besar daun mulai menguning dan rontok, serta kulit polong terasa keras dengan tekstur urat yang jelas.

Teknik Memanen yang Benar

Pemanenan dilakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati; jika tanah keras, gunakan alat bantu untuk menghindari polong tertinggal di dalam tanah. Segera bersihkan polong dari tanah yang menempel agar tidak menjadi sumber kontaminasi jamur.

Penanganan Pascapanen

Polong harus segera dikeringkan hingga kadar air mencapai sekitar 9% untuk benih. Untuk penyimpanan jangka panjang, gunakan pengemas kedap udara seperti plastik ketebalan 0,08 mm di dalam karung, atau kaleng tertutup rapat agar benih dapat bertahan hingga 8 bulan tanpa pendingin.

Kesimpulan

Keberhasilan budi daya kacang tanah bergantung pada pemilihan varietas yang sesuai dengan spesifikasi lokasi dan manajemen perawatan yang disiplin, mulai dari pemupukan yang tepat hingga penyiangan yang intensif. Dengan menerapkan teknologi pascapanen yang benar seperti pengeringan dan penyimpanan kedap udara, kualitas dan nilai ekonomi hasil panen dapat terjaga secara optimal.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar