Konten dari Pengguna

Sulap Limbah Menjadi Arang Sekam: Cara Pembuatan Praktis dan Kandungannya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arang sekam sebagai media tanam. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arang sekam sebagai media tanam. Foto: Pexels

Arang sekam merupakan salah satu media tanam yang dapat dijadikan solusi ramah lingkungan yang sangat vital dalam sektor pertanian berkelanjutan. Proses pembuatannya tergolong sederhana namun memerlukan teknik tertentu agar tidak menjadi abu. Selain manfaat fisiknya, arang sekam padi mengandung senyawa kimia yang esensial untuk kesehatan tanah dan produktivitas tanaman.

Pengertian dan Manfaat Arang Sekam

Arang sekam adalah hasil pembakaran tidak sempurna atau pirolisis dari kulit gabah padi. Menurut Yanto Surdianto dkk. dalam buku Cara Membuat Arang Sekam Padi, arang sekam banyak digunakan sebagai bahan pembenah tanah (soil conditioner) dan media tanam karena sifatnya yang ringan serta mampu memperbaiki struktur fisik tanah secara signifikan.

Karakteristik Arang Sekam

Secara teknis, arang sekam dihasilkan melalui proses karbonisasi sekam padi pada suhu tertentu tanpa oksigen berlebih. Hasilnya adalah material berwarna hitam yang memiliki porositas tinggi. Tekstur yang berongga ini sangat efektif dalam menyerap air (water holding capacity) serta menyimpan unsur hara agar tidak mudah tercuci oleh air siraman.

Manfaat Arang Sekam untuk Pertanian

Penggunaan arang sekam berfungsi meningkatkan aerasi (pertukaran udara) dan drainase tanah agar akar tanaman tidak mudah busuk. Selain itu, arang sekam membantu mempertahankan kelembapan, menekan pertumbuhan patogen tular tanah, serta menjadi media semai yang steril bagi bibit tanaman.

Cara Membuat Arang Sekam Padi

Pembuatan arang sekam memerlukan cara yang sederhana namun tetap memperhatikan ketelitian pada tahap pembakaran. Proses ini idealnya dilakukan di lahan terbuka dengan sirkulasi udara yang baik agar asap tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Persiapan Bahan dan Alat

Bahan utama yang dibutuhkan adalah sekam padi yang benar-benar kering. Alat pendukung meliputi cerobong pembakaran yang dapat dari seng atau drum berlubang, alat pengaduk, korek api, dan air untuk pemadaman. Penggunaan cerobong sangat disarankan untuk memastikan panas merata ke seluruh tumpukan sekam.

Proses Pembuatan Arang Sekam

Buatlah api kecil di dalam cerobong, lalu timbun sekeliling cerobong dengan sekam padi membentuk gunungan. Biarkan panas merambat dari dalam ke luar. Setelah permukaan sekam mulai menghitam, lakukan pembalikan secara perlahan. Segera siram dengan air atau tutup rapat setelah seluruh sekam menghitam untuk menghentikan proses pembakaran; jika terlambat, arang akan berubah menjadi abu (ash).

Tips Keamanan dan Efisiensi

Gunakan masker dan pelindung mata karena asap pembakaran cukup pedih. Pastikan lokasi jauh dari pemukiman padat atau bahan yang mudah terbakar. Untuk efisiensi maksimal, lakukan pengadukan secara berkala agar tidak ada sekam yang masih mentah (berwarna cokelat) di bagian tengah tumpukan.

Kandungan Arang Sekam Padi

Arang sekam bukan sekadar limbah terbakar, melainkan sumber mineral yang kaya. Kandungan didalamnya membantu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara simultan.

Komposisi Kimia Utama

Komponen utama arang sekam terdiri dari karbon, silika, kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium. Tingginya kadar silika ini berfungsi memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap serangan hama.

Manfaat Kandungan bagi Tanaman

Merujuk Dinda Emmy Gusti Sofhia dkk. dalam Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat berjudul Pemanfaatan Limbah Sekam Menjadi Produk Arang Sekam untuk Meningkatkan Nilai Jual di Desa Gunturmekar, Kabupaten Sumedang, arang sekam memacu pertumbuhan mikroorganisme, mengatur pH tanah, mempertahankan kelembapan, serta menekan mikroba patogen. Kandungan karbon yang tinggi berfungsi sebagai pengikat unsur hara (Kation Exchange Capacity) sehingga nutrisi tetap tersedia bagi tanaman dalam jangka lama. Selain itu, arang sekam memiliki pH yang cenderung alkalis (basa), sangat efektif untuk menstabilkan atau meningkatkan pH pada tanah-tanah masam, sehingga serapan hara oleh akar menjadi lebih optimal.

Kesimpulan

Arang sekam padi memiliki peran krusial dalam pertanian modern karena kemudahan produksi dan efektivitasnya. Dengan kandungan kimia unggulan seperti silika dan karbon, arang sekam mampu memperbaiki kualitas fisik tanah sekaligus memberikan perlindungan mineral bagi tanaman. Penerapan teknik pembakaran yang tepat sesuai referensi ahli akan menjamin kualitas arang sekam yang optimal bagi kebutuhan budidaya.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar