Konten dari Pengguna

Vermikompos: Pengertian dan Cara Membuatnya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi vermikompos dari cacing. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vermikompos dari cacing. Foto: Pexels

Vermikompos kini menjadi salah satu pilihan pupuk organik yang banyak diterapkan dalam pertanian modern. Penggunaan cacing dalam proses pengomposan membuat hasil kompos lebih cepat dan kaya nutrisi. Artikel ini akan membahas apa itu vermikompos, manfaatnya, hingga cara membuatnya secara praktis.

Apa Itu Vermikompos?

Definisi Vermikompos

Vermikompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pencernaan bahan organik di dalam tubuh cacing tanah, berupa kotoran yang telah terfermentasi (kascing). Penggunaan cacing tanah epigeik mempercepat dekomposisi dan menghasilkan pupuk yang lebih kaya nutrisi dibandingkan pengomposan tradisional.

Peran Cacing African Night Crawler dalam Vermikompos

Menurut Fahrizal Hazra dkk. dalam jurnal J. Il. Tan. Lingk. Vol. 20 No. 2 berjudul Kualitas dan Produksi Vermikompos Menggunakan Cacing African Night Crawler (Eudrilus eugeniae), spesies Eudrilus eugeniae adalah agens pengompos paling efisien di daerah tropis karena memiliki nafsu makan tinggi dan berkembang biak lebih cepat. Cacing ini mampu mengonsumsi bahan organik setara dengan berat tubuhnya setiap hari.

Manfaat Vermikompos dalam Pertanian

Peningkatan Kualitas Tanah dan Kandungan Hara Aplikasi vermikompos secara nyata meningkatkan kandungan C-organik, Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) dalam tanah. Penelitian Hazra menunjukkan bahwa kombinasi kotoran sapi dan jerami padi memberikan makro nutrisi yang relatif lengkap.

Aktivitas Enzim dan Nutrisi Alami

Selain unsur hara, vermikompos mengandung enzim penting seperti urease yang berperan sebagai katalis untuk menyediakan nitrogen dalam bentuk yang dapat diserap tanaman. Saluran pencernaan cacing ini juga mengandung konsorsium mikroorganisme sinergis seperti bakteri selulolitik yang membantu pertumbuhan tanaman.

Cara Membuat Vermikompos

Persiapan Bahan dan Media Hidup

  • Media: gunakan media tanah (seperti Latosol) yang dijaga kegemburannya.

  • Pakan: kombinasikan kotoran sapi dan jerami padi. Kotoran sapi kaya akan hara, sementara jerami padi merupakan sumber hara potensial tambahan.

  • Cacing: gunakan cacing E. eugeniae dengan berat optimal sekitar 5-6 gram per ekor.

Proses Pembuatan dan Frekuensi Pemberian Pakan

Pakan sebaiknya diberikan dalam bentuk halus atau bubur untuk meningkatkan daya cerna cacing karena cacing tidak memiliki gigi. Berdasarkan riset Hazra dkk., dosis pakan yang lebih tinggi (seperti pada perlakuan P4) akan menghasilkan produksi vermikompos yang lebih besar, dengan nilai nisbah output/input (O/I) mencapai 0.96.

Tips Sukses Menghasilkan Vermikompos Berkualitas

  • Tetap Menjaga Kelembapan: lakukan penyemprotan rutin untuk menjaga suhu dan kelembapan media.

  • Kombinasi Pakan: campuran kotoran sapi dan jerami padi terbukti lebih baik secara kualitas dan kuantitas dibandingkan pakan tunggal.

  • Waktu Panen: vermikompos biasanya siap dipanen setelah masa budidaya sekitar satu bulan, ditandai dengan tekstur halus, struktur remah, dan tidak berbau.

Kesimpulan

Vermikompos merupakan solusi berkelanjutan untuk memulihkan kesehatan tanah. Dengan memanfaatkan cacing African Night Crawler dan kombinasi pakan yang tepat antara limbah ternak dan sisa pertanian, petani dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang memenuhi standar hara nasional.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Pertanian Berkelanjutan: Strategi Produksi Pangan untuk Masa Depan