Tambah Nilai Jual! Pemanfaatan Bahan Alam Menjadi Batik Ramah Lingkungan

Mahasiswa Teknik Lingkungan di Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Duwi Novita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekalongan (20/07/2024) Banyak dijumpai daun-daunan dan bunga yang terkadang berserakan di lingkungan sekitar, dimana hal ini dapat dimanfaatkan menjadi peluang usaha baru. Saat ini sudah dikenal teknik mencetak pola alami dari daun, bunga, dan bahan organik lainnya pada kain atau biasa disebut ecoprint. Dilihat dari sektor pekerjaan yang ada di Kelurahan Pekuncen adalah pengrajin batik, dimana limbah batik yang dihasilkan menjadi keresahan warga karena mencemari lingkungan. Jadi dilakukan upaya pengurangan penggunaan bahan kimia dengan beralih pada batik ecoprint. Ecoprint sendiri tidak menyebabkan pencemaran pada lingkunngan karena terbuat dari bahan organik atau alami. Dalam pembuatan yang cukup sederhana yaitu dengan kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tubuh lainnya yang mengandung pigmen warna dengan media kain terterntu yang dapat menghasilkan motif yang unik dan otentik.
Dalam upaya mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kreativitas masyarakat serta belum dikenalnya ecoprint secara luas oleh masyarakat Kelurahan Pekuncen, mahasiswa KKN Pekuncen Undip terdorong untuk mengenalkan ecoprint kepada warga Pekuncen. Pembuatan batik ecoprint tidak membutuhkan biaya yang besar karena memanfaatkan bahan-bahan organik sekitar serta media kain yang digunakan bisa dari totebag untuk tas belanja, serta kain perca atau kain bekas.
Edukasi dan pelatihan ini melibatkan ibu-ibu Kelompok PKK RW 04 dan RW 05 Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Dimana kegiatan ini berjalan lancar dengan antusias ibu-ibu yang ingin menambah ilmu terkait pemanfaatan alam sekitar yang dibuktikan dengan keterlibatan semua ibu-ibu Kelompok PKK RW 04 dan RW 05 dalam melakukan praktik pembuatan batik ecoprint dengan hasil yang cukup memuaskan. Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan batik ecoprint cukup mudah ditemukan, diantaranya kain sebagai media, palu, plastik, tawas, bahan dari alam seperti daun,bunga, ranting, dan lain-lain. Cara kerjanya pun mudah, dimulai dengan kain sebagai media diberi bahan alami diatasnya yang ditata dengan cantik sesuai keinginan. Kemudian ditutup dengan plastik agar bahan alami tidak goyah atau tetap diam ditempatnya, lalu dipukul-pukul mengggunakan palu sampai warna dari bahan alami keluar. Setelah itu, didiamkan hingga mengering kemudian diangkat daun, bunga, atau ranting yang sudah kering lalu direndam air tawas selama 10-15 menit yang dimana tawas bertujuan untuk membuat warna bahan alami menjadi lebih awet dan terlihat jelas. Terakhir di keringkan kembali. Setelah itu, kain batik ecoprint siap digunakan. Dengan alat dan bahan, serta cara kerja yang mudah tersebut, sehingga cocok diaplikasikan ke semua lini masyarakat dari yang muda hingga tua.
Ketua Kelompok PKK RW 04 dan RW 05 mengharapkan dengan adanya edukasi dan pelatihan dari mahasiswa KKN Undip dapat diaplikasikan dengan baik oleh ibu-ibu serta masyarakat sekitar lainnya dan semoga untuk keberlangsungan lebih lama bisa dibuat untuk usaha rumahan. Dengan adanya edukasi dan pelatihan mengenai pembuatan batik ecoprint ini diharapkan bisa menjadi alternatif lain dalam pembuatan batik yang tidak mencemari lingkungan. Penulis : Duwi Novita Sari (21080121130060) - S1 Teknik Lingkungan DPL : Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A Lokasi : Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan
