Konten dari Pengguna

Dampak Perilaku Bullying Terhadap Kepribadian Seseorang

dwi andini

dwi andini

Mahasiswa Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta Prodi Pendidikan IPS

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari dwi andini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perundungan bully. Sumber foto : www.frepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan bully. Sumber foto : www.frepik.com

Tau gak sih kalian Dalam kehidupan manusia sehari hari tidak lepas dari perilaku interaksi antar individu lain dalam sebuah lingkungan? Lingkungan merupakan salah satu faktor terpenting bagi perkembangan manusia. Interaksi dari antar individu tersebut dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang, baik perilaku positif maupun negatif. Lingkungan yang buruk dapat membuat seseorang tidak suka dengan orang lain karena perbuatan nya atau dari sisi lainnya maka orang tersebut akan melakukan perilaku pembullyan kepada orang tidak disukainya.

Saat ini bullying kini sudah lumrah di telinga masyarakat Indonesia, baik bullying di sekolah, lingkungan dan sebagainya. Tindakan kekerasan dalam bullying ini dapat berupa fisik dan juga mental. Bullying secara fisik contohnya seperti mengejek, menampar, memukul dan lainnya. Sedangkan secara mental contohnya seperti mengucilkan, mengancam, memalak dan sebagainya.

Seperti yang sudah diketahui, bullying adalah perilaku agresif terhadap seseorang atau kelompok yang dilakukan berulang kali. Bullying juga disebabkan oleh satu faktor saja, namun setiap bagian yang ada di sekitar anak juga turut andil baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memunculkan perilaku tersebut. Yuk simak penjelasan apa saja faktor-faktor seseorang mendapatkan perilaku bullying:

1. Faktor internal

Perlu kalian ketahui pola asuh dalam keluarga berperan penting dalam membentuk perilaku anak, terutama dalam munculnya perilaku bullying. Keluarga yang menganut pola asuh permisif membuat anak terbiasa bebas melakukan apapun yang diinginkannya. Anak-anak akan menjadi manja, akan memaksakan keinginannya. Anak juga tidak mengetahui letak kesalahannya ketika melakukan kesalahan sehingga segala sesuatu yang dilakukan menurutnya adalah hal yang benar. Demikian pula, pola asuh yang ketat cenderung mengekang kebebasan anak. Jika lingkungan keluarga anak cenderung negatif, seperti sering terjadi kekerasan, maka anak akan membentuk kerangka berpikir bahwa perilaku yang dilihatnya adalah wajar dan perlu dilakukan.

2. Faktor eksternal

Perlu kalian sadari teman sebaya atau teman bermain yang sering melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain akan berdampak pada perkembangan anak. Anak itu akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan teman-temannya.

Perbuatan bullying juga dapat mengakibatkan dampak bullying terhadap seseorang dimana dampak bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat, baik orang yang membully, orang yang membully maupun orang yang menyaksikannya. Bullying dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Dalam kasus yang parah bullying bisa memicu tindakan fatal, seperti bunuh diri dan sebagainya.

Kalian sudah tau kan apa saja faktor terjadinya bullying yaitu ada faktor eksternal dan internal. Tapi apakah kalian tahu dampak dari bullying tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Dampak bagi korban

Gangguan mental, mulai dari sensitifitas, perasaan meluap-luap, depresi, rendah diri, kecemasan, penurunan kualitas tidur, keinginan untuk menyakiti diri sendiri, hingga bunuh diri. Tidak semangat beraktivitas, prestasi belajar menurun, menarik diri dari lingkungan sosial sehingga tidak bisa berinteraksi dengan orang lain, juga menjadi pelaku bullying (korban bullying) atau balas dendam. Korban bullying seringkali merasa tidak nyaman, apalagi ketika berada di lingkungan yang memungkinkan terjadinya bullying. Dampak di atas kemungkinan besar akan terbawa hingga dewasa.

2. Dampak bagi pelaku-pelaku

memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan harga diri yang tinggi, cenderung agresif dengan perilaku yang setengah ke arah kekerasan, tipikal orang yang tangguh, mudah tersinggung dan impulsif, toleransi yang rendah terhadap frustasi. Memiliki kebutuhan yang kuat untuk mendominasi orang lain dan kurang memiliki empati terhadap targetnya. Dengan melakukan bullying, pelaku akan bubar bahwa dirinya memiliki kekuasaan atas keadaan. Jika dibiarkan terus menerus tanpa intervensi, perilaku bullying ini dapat menyebabkan terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan terhadap orang lain dan perilaku kriminal lainnya.

3. Dampak bagi orang yang menyaksikan bullying (bystanders)

Jika bullying dibiarkan tanpa tindak lanjut, maka orang lain yang menjadi penonton mungkin beranggapan bahwa bullying adalah perilaku yang dapat diterima secara sosial. Dalam kondisi ini, beberapa orang akan bergabung dengan pelaku intimidasi karena takut menjadi target selanjutnya dan beberapa mungkin hanya duduk diam tanpa melakukan apa-apa dan yang terburuk mereka merasa tidak perlu menghentikannya.

Lalu bagaimana cara mengatasi bullying tersebut? yuk simak lagi penjelasanya berikut ini.

1. Anak-anak :

Anak mampu melawan ketika bullying terjadi, Anak mampu memberikan pendampingan ketika melihat terjadinya bullying (mendamaikan, mendukung teman dengan mengembalikan kepercayaan melaporkan ke sekolah, orang tua dan lain-lain. Anak mampu mendeteksi dini kemungkinan terjadinya bullying

2. Keluarga

Memberikan lingkungan yang penuh kasih sayang sejak dini dengan cara mengungkapkan cara berinteraksi dengan anggota keluarga, membangun rasa percaya diri anak, menumbuhkan keberanian dan ketegasan anak serta mengembangkan kemampuan anak dalam bergaul, mendampingi anak dalam menyerap informasi terutama dari televisi, internet dan lainnya media elektronik

3. Sekolah

Membangun komunikasi yang efektif antara guru dan siswa, berdiskusi dan bercerita tentang perilaku bullying di sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, kondusif dan memberikan pendampingan kepada siswa yang menjadi korban bullying

4. Masyarakat

Dengan membangun kelompok masyarakat yang peduli perlindungan mulai dari tingkat desa/kelurahan (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat: PATBM).

Nah, itu dia dampak perilaku bullying terhadap kepribadian seseorang. Dimana dampak bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat, baik orang yang membully, orang yang membully maupun orang yang menyaksikannya. Bullying dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Dalam kasus yang parah bullying bisa memicu tindakan fatal, seperti bunuh diri dan sebagainya. Maka dari itu agar tidak terjadinya bullying pada seseorang kita harus mencegah dengan harus saling support dan tidak saling menyakiti satu sama lain.