Konten dari Pengguna

Harga Naik Terus, Gaji Tetap: Bagaimana Menjaga Daya Beli Tetap Aman?

Dwi Ari Christiani

Dwi Ari Christiani

Mahasiswa Universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Ari Christiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi AI
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi AI

Setiap kali pergi ke pasar atau berbelanja kebutuhan sehari-hari, ada satu hal yang semakin sering dirasakan masyarakat: uang yang dibawa pulang terasa semakin sedikit nilainya. Harga beras, telur, minyak goreng, sayuran, transportasi, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga dapat berubah dari waktu ke waktu. Di sisi lain, pendapatan sebagian masyarakat tidak selalu mengalami kenaikan dengan kecepatan yang sama.

Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan sederhana tetapi penting: jika harga terus meningkat sementara penghasilan relatif tetap, bagaimana masyarakat dapat mempertahankan daya belinya?

Daya beli bukan sekadar kemampuan seseorang untuk membeli barang. Daya beli berkaitan erat dengan kualitas kehidupan. Ketika pendapatan mampu memenuhi kebutuhan pokok, membayar biaya pendidikan, transportasi, kesehatan, serta menyisihkan sebagian untuk tabungan, kondisi ekonomi rumah tangga relatif lebih aman. Sebaliknya, ketika kenaikan harga lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan, masyarakat harus melakukan penyesuaian.

Penyesuaian tersebut sebenarnya sudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Ada keluarga yang mengurangi pembelian makanan tertentu, memilih produk yang lebih murah, menunda membeli barang yang tidak mendesak, atau mengurangi kegiatan rekreasi. Bagi sebagian rumah tangga, penghematan mungkin masih dapat dilakukan. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu panjang, pilihan untuk berhemat semakin terbatas.

Masalahnya, masyarakat tidak bisa hanya diminta untuk berhemat. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kondisi ekonomi yang membuat pendapatan masyarakat tetap mampu mengejar kebutuhan hidup. Pengendalian harga bahan pokok menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian.

Kenaikan harga memang tidak selalu dapat dihindari. Faktor produksi, distribusi, cuaca, perubahan harga energi, hingga kondisi ekonomi global dapat memengaruhi harga barang. Namun, pemerintah dapat berperan dalam mengurangi dampak kenaikan tersebut, terutama pada kebutuhan dasar masyarakat.

Langkah seperti menjaga ketersediaan bahan pangan, memperbaiki distribusi, mengawasi praktik perdagangan yang tidak sehat, serta memberikan bantuan yang tepat sasaran dapat menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli. Kebijakan bantuan sosial juga perlu diarahkan agar benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan dan mampu membantu mereka menghadapi tekanan ekonomi.

Di sisi lain, persoalan daya beli tidak hanya berkaitan dengan harga barang. Pendapatan masyarakat juga harus menjadi perhatian. Kenaikan upah perlu mempertimbangkan kebutuhan hidup pekerja, tetapi tetap memperhatikan kemampuan dunia usaha agar tidak menimbulkan persoalan baru seperti pengurangan tenaga kerja atau kenaikan biaya produksi yang terlalu tinggi.

Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat karena itu memiliki peran masing-masing. Pemerintah menciptakan kebijakan yang menjaga stabilitas harga dan kesempatan kerja. Dunia usaha perlu memberikan upah yang layak sekaligus meningkatkan produktivitas. Sementara masyarakat dapat memperkuat pengelolaan keuangan rumah tangga dan menentukan prioritas pengeluaran.

Yang perlu dihindari adalah kondisi ketika masyarakat terus-menerus berada dalam posisi mengejar kenaikan harga. Jika pendapatan hanya habis untuk memenuhi kebutuhan dasar, kemampuan masyarakat untuk menabung, berinvestasi, meningkatkan pendidikan, atau membangun usaha akan semakin terbatas. Dalam jangka panjang, keadaan tersebut dapat menghambat peningkatan kesejahteraan.

Karena itu, menjaga daya beli seharusnya tidak dipandang sebagai persoalan individu semata. Daya beli merupakan bagian dari kesehatan ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat memiliki kemampuan membeli barang dan jasa secara wajar, aktivitas ekonomi juga dapat terus bergerak. Pedagang memperoleh pembeli, usaha tetap berjalan, produksi meningkat, dan lapangan pekerjaan lebih terjaga.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi bukan hanya terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari apa yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna apabila masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui pendapatan yang memadai, harga kebutuhan yang terjangkau, serta kesempatan hidup yang lebih baik.

Harga mungkin akan terus berubah. Namun, masyarakat tidak seharusnya dibiarkan menghadapi kenaikan biaya hidup seorang diri. Kebijakan ekonomi publik perlu memastikan bahwa kenaikan harga dan peningkatan pendapatan tidak berjalan terlalu jauh berbeda. Sebab, menjaga daya beli berarti menjaga kemampuan masyarakat untuk hidup layak sekaligus menjaga roda perekonomian agar tetap bergerak.