Konten dari Pengguna

Sekolah Gratis, Kesehatan Murah: Seberapa Jauh Negara Harus Hadir?

Dwi Ari Christiani

Dwi Ari Christiani

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Ari Christiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ai
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ai

Pendidikan dan kesehatan merupakan dua kebutuhan dasar yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Keduanya bukan hanya soal kemampuan seseorang membayar biaya sekolah atau berobat, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup dan masa depan masyarakat. Karena itu, peran pemerintah dalam menyediakan pendidikan dan layanan kesehatan menjadi hal yang penting untuk terus dibicarakan.

Istilah sekolah gratis sering terdengar sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Begitu pula dengan layanan kesehatan yang terjangkau. Namun, persoalannya bukan hanya apakah masyarakat harus membayar atau tidak. Yang lebih penting adalah apakah layanan tersebut benar-benar mudah diakses, memiliki kualitas yang baik, dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pendidikan Bukan Sekadar Soal Bebas Biaya

Bagi sebagian keluarga, biaya pendidikan masih menjadi pertimbangan besar. Selain biaya sekolah, orang tua juga harus memikirkan kebutuhan lain seperti seragam, buku, transportasi, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan harian anak.

Karena itu, ketika pemerintah berbicara mengenai pendidikan gratis, perhatian seharusnya tidak berhenti pada penghapusan biaya tertentu. Pendidikan yang terjangkau juga perlu didukung dengan fasilitas sekolah yang memadai, guru yang kompeten, lingkungan belajar yang aman, serta akses yang merata.

Sekolah yang tidak memungut biaya tetapi memiliki fasilitas terbatas tentu belum cukup untuk menjawab persoalan pendidikan. Sebaliknya, fasilitas yang baik juga perlu diikuti dengan kebijakan yang memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat memperoleh pendidikan.

Di sinilah kehadiran negara menjadi penting. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga sebagai pihak yang memastikan bahwa anggaran tersebut benar-benar menghasilkan layanan pendidikan yang dapat dirasakan masyarakat.

Kesehatan Murah Tidak Berarti Kualitas Murah

Persoalan serupa terjadi dalam layanan kesehatan. Masyarakat membutuhkan layanan kesehatan yang dapat dijangkau ketika sakit tanpa harus merasa takut dengan biaya yang terlalu besar.

Program jaminan kesehatan telah membantu banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan medis. Namun, akses terhadap layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh biaya. Jarak fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, waktu pelayanan, dan kualitas fasilitas juga menjadi bagian penting.

Jika masyarakat memiliki akses pembiayaan kesehatan tetapi harus menunggu terlalu lama atau kesulitan memperoleh layanan di daerah tertentu, maka persoalannya belum selesai.

Karena itu, konsep kesehatan murah sebaiknya dipahami sebagai layanan kesehatan yang terjangkau sekaligus layak. Masyarakat tidak hanya membutuhkan biaya yang ringan, tetapi juga pelayanan yang aman, cepat, dan berkualitas.

Negara Tidak Bisa Bekerja Sendirian

Kehadiran pemerintah memang penting, tetapi bukan berarti seluruh persoalan pendidikan dan kesehatan harus dibebankan kepada negara.

Masyarakat, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan berbagai organisasi sosial juga memiliki peran. Pemerintah dapat menyediakan kebijakan dan anggaran, sementara masyarakat ikut menjaga serta menggunakan fasilitas publik secara bertanggung jawab.

Dalam pendidikan, misalnya, pemerintah dapat menyediakan akses dan fasilitas, tetapi keberhasilan belajar juga dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan lingkungan. Begitu pula dalam kesehatan. Pemerintah dapat menyediakan fasilitas pelayanan, tetapi masyarakat tetap perlu menjaga pola hidup sehat dan memanfaatkan layanan kesehatan secara bijak.

Kerja sama tersebut penting agar kebijakan publik tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama.

Seberapa Jauh Negara Harus Hadir?

Pertanyaan ini tidak mudah dijawab dengan angka atau batas tertentu. Negara perlu hadir ketika masyarakat menghadapi kebutuhan dasar yang sulit dipenuhi secara mandiri, terutama bagi kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Namun, kehadiran negara seharusnya bukan berarti pemerintah mengambil alih seluruh tanggung jawab masyarakat. Peran negara lebih tepat diarahkan pada memastikan adanya akses yang adil, kualitas pelayanan, perlindungan bagi kelompok rentan, serta penggunaan anggaran publik secara bertanggung jawab.

Artinya, ukuran keberhasilan kebijakan bukan hanya berapa besar anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga seberapa besar manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.

Yang Dibutuhkan Bukan Hanya Gratis

Kata “gratis” memang menarik perhatian. Namun, masyarakat sebenarnya membutuhkan sesuatu yang lebih luas daripada sekadar layanan tanpa biaya.

Masyarakat membutuhkan pendidikan yang dapat membuka kesempatan hidup yang lebih baik. Masyarakat juga membutuhkan layanan kesehatan yang membuat mereka tidak takut kehilangan seluruh penghasilan ketika menghadapi masalah kesehatan.

Karena itu, kebijakan pendidikan dan kesehatan perlu melihat persoalan secara menyeluruh. Pemerintah perlu memastikan bahwa anggaran yang tersedia digunakan secara efektif, pelayanan terus diperbaiki, dan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan tidak tertinggal.

Pada akhirnya, negara memang harus hadir dalam pendidikan dan kesehatan. Tetapi kehadiran tersebut seharusnya tidak hanya terlihat dalam bentuk program dan anggaran. Kehadiran negara akan terasa ketika seorang anak dapat bersekolah dengan layak tanpa terbebani keadaan ekonomi keluarganya, dan ketika seseorang dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus mengorbankan kebutuhan hidup yang lain.

Sekolah yang terjangkau dan kesehatan yang dapat diakses bukan sekadar bentuk bantuan. Keduanya merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang lebih produktif, sehat, dan memiliki kesempatan yang lebih adil.