Efek Terkena Sinar Radiasi Pada Alat Pemeriksaan Radiologi

Mahasiswa Universitas Airlangga D4 Teknologi Radiologi Pencitraan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Novinda Dwi Nurhamida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Alat pemeriksaan di ruang radiologi mempunyai berbagai macam alat yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit yang ada di dalam tubuh. Namun, tidak semua alat mempunyai sinar radiasi yang tinggi melainkan alat tertentu saja yaitu CT Scan, dan C-Arm.
Sedangkan alat pemeriksaan radiologi sinar radiasi lebih rendah yaitu MRI (Magnetic Resonance Imaging), USG atau ultrasonografi, PET Scan, Mammografi, Fluoroskopi, dst.
Berbagai macam pengaruh radiasi jika terpapar pada tubuh sebagai berikut.
1. Efek Deterministik
Yang terjadi pada efek ini adalah kematian sel. Ciri- cirinya yaitu memiliki dosis ambang, keparahan tergantung dosis, dan terjadi hanya pada individu.
• Kulit
Saat terkena kulit dapat menimbulkan efek kemerahan. Namun, gejala yang diterima tidak langsung, melainkan menunggu waktu beberapa jam setelah terpapar. Apabila sinar radiasi tersebut memiliki dosis yang tinggi. Maka, kulit mengalami pengelupasan dan pelepuhan serta adanya nanah. Bukan hanya itu saja, tapi akan terjadi peradangan akibat infeksi pada lapisan demis kulit untuk penyembuhannya kurang lebih sekitar 4-6 Minggu.
• Paru- paru
Gejala yang dialami akan timbul setelah beberapa minggu atau bulan setelah terpapar sinar radiasi.
• Janin
Saat janin terpapar efek radiasi gejala yang muncul sangat tergantung pada umur kehamilan si Ibu.
Tahap pertama yaitu saat implantasi menempel di zigot pada dinding rahim di masa kehamilan umur 2 minggu. Pengaruh yang terjadi adalah kematian janin.
Tahap kedua saat kehamilan di usia 2-7 minggu, efek yang timbul berupa kematian neonatal. Neonatal adalah saat bayi baru berusia 28 hari.
Tahap ketiga pada usia kehamilan 8- 40 minggu, pengaruh radiasi yang terjadi berupa keterbelakangan mental, dan pertumbuhan. Di samping itu, juga berisiko terhadap sel darah putih lebih banyak dibanding dengan sel darah merah (Leukimia) pada masa anak-anak.
2. Efek Stokastik
Efek ini terjadi secara random akibat perubahan sifat sel. Ciri-cirinya yaitu tidak mempunyai dosis ambang, tidak ada penyembuhan spontan dan efek keparahannya tidak tergantung pada dosis. Namun, gejala tersebut akan muncul ketika sudah beberapa lama tidak muncul kemudian muncul lagi. Itu biasanya di sebut dengan masa laten.
3. Efek Somatik
Efek ini cukup unik hanya di alami oleh orang yang terkena radiasi dan munculnya bisa terjadi secara tertunda maupun segera.
