Konten dari Pengguna

Inovasi Kombucha Buah Sempur dan Daun Reundeu Ikut Ramaikan Expo ORHL BRIN

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Novia Puspitasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Dwi, Pengunjung Expo Mencoba Mencicipi Kombucha Buah Sempur dan Daun Reundeu
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dwi, Pengunjung Expo Mencoba Mencicipi Kombucha Buah Sempur dan Daun Reundeu

Berbagai inovasi seperti kombucha dari buah sempur (Dillenia philippinensis Rolfe) dan kombucha dari daun reundeu (Staurogyne elongata) ikut memeriahkan acara expo yang diselenggarakan oleh Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) pada 08-09 Juli 2026 lalu di Innovation Convention Center (ICC) Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno Cibinong.

BRIN melalui Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan telah menyelenggarakan expo yang diikuti oleh Pusat Riset termasuk seluruh sivitas yang berada di bawah ORHL. Selain itu expo tersebut juga dimeriahkan oleh stakeholder ORHL dan terbuka bagi umum. Expo dengan tema “Sinergi Riset Hayati dan Lingkungan: Inovasi untuk Negeri” yang diselenggarakan selama dua hari tersebut sangat menarik perhatian para pengunjung. Selain pengunjung dapat melihat berbagai hasil riset dan inovasi dari sivitas ORHL, mereka juga dapat mencicipi produk yang dihasilkan serta dapat ikut interaktif dalam talkshow maupun dalam stan yang ada.

Salah satu stan yang ramai oleh pengunjung adalah stan kesehatan yang di dalamnya terdapat berbagai inovasi. Salah satunya adalah inovasi kombucha dari buah sempur dan kombucha dari daun reundeu. Inovasi tersebut dibuat oleh Yati Nurlaeni, peneliti Pusat Riset Botani Terapan bersama timnya. Yati menyampaikan jika inovasi-inovasi tersebut sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum Republik Indonesia untuk dipatenkan, bahkan sudah ada yang berstatus granted dengan nomor paten IDS000014154 dengan judul invensi “Komposisi Minuman Kombucha Daun Rendeu (Staurogyne Elongata) sebagai Sumber Antioksidan”. Sedangkan untuk kombucha buah sempur posisi saat ini baru terdaftar dengan nomor pendaftaran P00202415139 dengan judul invensi “Formulasi dan Proses Pembuatan Kombucha Buah Sempur (Dillenia philippinensis Rolfe)”.

Kombucha sendiri adalah minuman hasil fermentasi yang berasal dari teh manis, dibuat melalui simbiosis bakteri dan yeast asam laktat yang membentuk pelikel selulosa yang disebut scoby. Bakteri dan yeast memecah substrat dalam lingkungan aerobik selama 7–14 hari, menghasilkan minuman segar berkarbonasi dengan rasa asam. Fermentasi kedua kombucha adalah proses lanjutan setelah fermentasi pertama selesai, di mana kombucha diberi rasa tambahan dan dikarbonasikan.

Standar mutu kombucha pada kisaran derajat keasaman (pH) antara 2,5 dan 3,5 dan tidak boleh kurang dari 3. Kombucha buah sempur memiliki pH 3,15 pada hari ke-7 dengan rasa kombucanya manis, segar, sedikit asam. Dari hasil analisis kuantitatif minuman Kombucha buah sempur yang difermentasi selama 7 hari menunjukkan bahwa kandungan total fenol cukup tinggi yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit degenerative dan mengandung flavonoid yang bermanfaat mengurangi kerusakan jaringan akibat peradangan.

Adapun kombucha daun reundeu memiliki kandungan fenol, flavonoid, dan antioksidan sehingga minuman ini bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas. Kombucha daun rendeu memiliki warna hijau kecokelatan yang bening, aroma mint yang lembut, rasa sedikit kelat, serta karakter karbonasi alami. Mengonsumsi rutin minuman kombucha dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh yang dibutuhkan sebagai penangkal radikal bebas.

Mengapa harus Sempur dan Reundeu?

Sempur (Dillenia philippinensis Rolfe) merupakan tumbuhan berkayu dari suku Dilleniaceae yang endemik di Filipina. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan sempur dengan daerah penyebarannya meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi dan Maluku. Tanaman ini banyak ditemukan di Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas. Buah sempur selain dapat dimakan juga dapat diolah menjadi manisan, asinan, minuman, saus, selai, penyedap rasa dan berkhasiat sebagai pereda rasa sakit, obat sariawan, obat batuk, obat kembung, menurunkan suhu tubuh, obat pencahar, astringent, shampo untuk menghilangkan kutu kepala, dan sabun untuk mencuci pakaian.

Selain itu Buah sempur mengandung antosianin, polifenol dan aktivitas antioksidan yang berperan sangat penting bagi tubuh manusia dalam mencegah kerusakan yang terjadi akibat radikal bebas, seperti penuaan dini, memiliki kualitas gizi dan sifat fungsional yang tinggi. Bagian buah sempur yang umumnya dikonsumsi adalah daging buah dan bijinya. Buah sempur juga memiliki serat yang tinggi yang penting untuk menjaga pencernaan dan mencegah berbagai penyakit dalam jangka panjang, berkontribusi pada kesehatan mikrobiota usus, mempermudah pergerakan usus, dan meningkatkan volume feses di usus besar.

Sedangkan reundeu (Staurogyne elongata [Blume] Kuntze) adalah salah satu tanaman asli Indonesia. Tanaman ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), Jawa Barat. Masyarakat di kawasan Cikaniki, TNGHS, menggunakan reundeu untuk pengobatan tradisional. Hingga saat ini pemanfaatan daun reundeu masih terbatas pada bentuk teh herbal non-fermentasi dan belum terdapat pengembangan produk berbasis daun reundeu yang mengombinasikan potensi antioksidan alami tanaman ini dengan proses fermentasi yang dapat meningkatkan kadar senyawa bioaktifnya. Oleh karena itulah Yati dan tim membuat inovasi yang menyediakan komposisi minuman kombucha daun rendeu yang berfungsi sebagai sumber antioksidan alami, serta menjadi alternatif inovatif minuman fermentasi berbahan lokal.

Cara Pembuatan Kombucha

Pembuatan kombucha buah sempur dimulai dengan mengeringkan buah sempur dengan metode pengeringan oven suhu 40-45 °C selama 7-8 hari, kemudian rebus 2,5-3% buah kering dalam air mendidih pada suhu 100-110 °C selama 2-3 menit. Tambahkan gula pasir sebanyak 10% kemudian saring ampas lalu dinginkan larutan hingga suhu ruang 25 °C±5 °C. Setelah itu masukkan 80% air matang suhu ruang 25 °C ± 5 °C ke dalam toples kaca, kemudian masukkan larutan sari buah dan gula ke dalam toples kaca. Setelah itu dinginkan campuran larutan hingga suhu ruang 25 °C ± 5 °C selama 30-60 menit, tambahkan starter kombucha cair sebanyak 10% dan kultur kombucha (scoby) ± 30 g kemudian tutup toples kaca dengan kain, diikat dengan karet gelang. Proses fermentasi selama 7-10 hari pada suhu ruang 25 °C ± 5 °C dan setelah selesai masukkan kombucha ke dalam lemari pendingin.

Adapun proses pembuatan kombucha daun rendeu dimulai dengan memilih daun yang sehat, segar, masih berwarna hijau, dan bebas dari hama serta penyakit kemudian keringkan pada suhu 40-45 °C selama 4-5 hari untuk mempertahankan kandungan fenol dan flavonoid. Setelah itu, rebus daun rendeu 0,4-0,8% dalam air pada suhu 90-100 °C selama 3-5 menit, kemudian saring ampasnya (infusa). Selanjutnya, masukkan gula pasir sebanyak 5-7% ke dalam infusa dan diaduk hingga larut sempurna kemudian dinginkan hingga mencapai suhu ruang (25-30 °C). Setelah itu tambahkan starter kombucha 6-10% dan kultur scoby sebanyak 2–3% ke dalam larutan. Lakukan fermentasi dalam wadah kaca tertutup kain pada suhu ruang selama 7-21 hari. Setelah fermentasi selesai, kombucha disaring dan disimpan pada suhu 4-5 °C untuk memperlambat aktivitas mikroba.