Konten dari Pengguna

Keunikan Tanaman Koleksi Kebun Raya Cibodas: Gardenia Thunbergia Thunb

Dwi Novia Puspitasari

Dwi Novia Puspitasari

Pranata Humas Penyelia, Biro Komunikasi Publik, Umum dan Kesekretariatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Novia Puspitasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gardenia thunbergia koleksi Kebun Raya Cibodas, Foto: Dwi Novia
zoom-in-whitePerbesar
Gardenia thunbergia koleksi Kebun Raya Cibodas, Foto: Dwi Novia

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 bahwa Kebun Raya Cibodas memiliki fungsi untuk konservasi ex-situ, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Salah satu implementasi dari fungsi konservasi ex-situ yaitu Kebun Raya Cibodas telah mengkonservasikan tanaman Gardenia thunbergia Thunb. Tanaman ini termasuk tanaman eksotik yang memiliki keunikan tersendiri.

Gardenia thunbergia Thunb merupakan tanaman yang masuk dalam keluarga Rubiaceae atau kopi-kopian. Di dunia ini ada sekitar 200 jenis Gardenia dan Gardenia thunbergia adalah salah satu dari enam spesies Gardenia yang ada di Afrika Selatan. Nama Gardenia sendiri diambil dari nama ahli botani dari Skotlandia yang bernama Dr Alexander Garden (1730-1791). Adapun nama Thunbergia sendiri diambil dari ahli botani Swedia, Carl Peter Thunberg (1743-1828), yang pada saat itu telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari dan meneliti mengenai tanaman Semenanjung Afrika. Sehingga untuk memberikan penghormatan dan penghargaan atas jasanya maka nama beliau digunakan dalam penamaan tanaman Gadenia thunbergia Thunb.

Masyarakat Afrika mengenal tanaman ini dengan sebutan “buffelsbal” yang berarti “testis kerbau”. Hal ini mengacu pada bentuk buahnya yang mirip dengan alat kelamin kerbau. Kemudian orang Zulu menyebut tanaman ini dengan “umvalasangweni” di mana tanaman ini digunakan sebagai pagar halaman untuk mencegah masuknya ternak. Adapun daerah penyebaran dari tanaman ini meliputi Afrika bagian Selatan dan Timur. Tanaman ini dapat tumbuh di mana saja tetapi akan lebih tumbuh subur dengan tanah yang memiliki tingkat keasaman rendah dengan sedikit humus dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Tanaman ini termasuk jenis langka di daerah aslinya.

Gardenia thunbergia merupakan tanaman semak dengan tinggi mencapai 5 meter. Memiliki batang yang halus, daunnya hijau mengkilap serta memiliki bunga yang berwarna putih krem yang mencolok. Jumlah Kelopak bunganya sebanyak 9 helai. Aroma wangi bunganya sangat menusuk terutama pada malam hari. Makanya tidak heran jika banyak kumbang yang datang menghinggapinya untuk membantu dalam penyerbukan. Gardenia thunbergia berbunga sepanjang tahun tetapi pada saat musim kemarau atau panas bunga akan lebih banyak muncul. Inilah yang menambah keelokan dan keindahan dari tanaman ini.

Selain itu tanaman ini memiliki keunikan tersendiri yaitu buah dari tanaman ini dilapisi oleh lapisan kayu dan keras sehingga susah untuk dibuka. Warna buahnya keabu-abuan, dan berbentuk telur. Buah tanaman ini pun tidak mudah pecah, jatuh ataupun terbelah dan bisa bertahan di pohon hingga bertahun-tahun. Untuk membuka buahnya juga diperlukan kerja keras karena harus dengan menggunakan palu atau alat berat lainnya dan diperlukan alat cungkil untuk mengeluarkan bijinya.

Di daerah persebarannya Gardenia thunbergia ditanam sebagai tanaman hias. Buahnya sering digunakan untuk membuat pernak-pernik Natal. Adapun akar, daun, kulit kayu dan getahnya digunakan oleh masyarakat Afrika dalam pengobatan tradisional. Akarnya digunakan di Afrika untuk mengobati penyakit kulit seperti kusta dan menurunkan demam. Adapun kulit akar digunakan untuk mengobati penyakit kandung empedu. Di berbagai wilayah bagian Afrika, akar dan daunnya digunakan untuk mengobati penyakit sifilis. Getah tanaman ini digunakan sebagai obat pencahar dan kayunya digunakan untuk membuat perkakas. Para petani bunga biasanya memanfaatkan Gardenia thunbergia untuk tanaman bonsai. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa Gardenia thunbergia mengandung senyawa moluskisida yaitu pestisida yang dapat digunakan untuk membunuh moluska seperti bekicot.

Gardenia thunbergia di daerah aslinya dapat diperbanyak secara generatif (biji) dan vegetatif (stek). Secara generatif biji akan didapatkan setelah manusia membuka buahnya atau ketika gajah, atau kerbau memakan buah dan melepehkan bijinya. Untuk penyebaran benihnya sebenarnya dapat dilakukan dengan bantuan hewan seperti gajah dan kerbau karena untuk membuka buahnya menguras tenaga yang cukup besar.

Gardenia thunbergia juga tumbuh dengan subur di Kebun Raya Cibodas. Sampai saat ini ada 5 pohon yang di koleksikan di Cibodas. Di Cibodas Gardenia diperbanyak dengan cara cangkok dan stek. Tanaman ini pun rajin berbunga dan berbuah, namun tidak semua bunga yang mekar akan tumbuh baik menjadi buah kata Ujang Rustandi Litkayasa Kebun Raya Cibodas. Berdasarkan pengamatan dari Ujang, bunga yang akan menjadi buah dicirikan dengan mahkota bunga (corolla) yang tidak mudah gugur. Jika mahkota bunga tersebut mudah gugur maka dipastikan tidak akan tumbuh menjadi buah. Hingga saat ini kegiatan pengamatan masih terus dilakukan guna mendapatkan informasi yang mendalam mengenai masaknya buah Gardenia thunbergia. (UR/DNP)