Yuk Belajar Konservasi Alam Melalui "Bekal Kaya" di Kebun Raya BRIN

Pranata Humas Penyelia, Biro Komunikasi Publik, Umum dan Kesekretariatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
Konten dari Pengguna
3 Juni 2022 16:09
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dwi Novia Puspitasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Tanti, Kegiatan Bekal Kaya di Kebun Raya Cibodas BRIN
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Tanti, Kegiatan Bekal Kaya di Kebun Raya Cibodas BRIN
ADVERTISEMENT
“Hiduplah seolah engkau mati besok dan belajarlah seolah engkau hidup selamanya.” – Mahatma Gandhi. Sebagai manusia kita harus terus belajar. Jangan pernah lelah untuk mencari ilmu termasuk belajar mengenai konservasi alam. Belajar konservasi alam bisa dimanapun dan kapanpun termasuk di Kebun Raya BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) melalui program Bekal Kaya (Belajar Konservasi Alam Kebun Raya Indonesia).
ADVERTISEMENT
Bekal Kaya
Menurut Peraturan Presiden nomor 93 tahun 2011, kebun raya adalah kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Selain itu peran kebun raya sangat penting karena dapat menjadi laboratorium hidup. Di dalamnya terdapat berbagai keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui fungsi tersebutlah Bekal Kaya mulai dilakukan di kebun raya BRIN. Kegiatan serupa sudah pernah dilakukan di Kebun Raya BRIN. Sebelum berintegrasi ke BRIN, Kebun Raya yang di bawah LIPI juga pernah melakukan kegiatan edukasi yang terkait konservasi. Nama programnya pun berbeda-beda di setiap kebun raya. Di Kebun Raya Bogor, program serupa ini dulunya bernama Wisata Flora, di Kebun Raya Cibodas dikenal dengan Pepeling, di Kebun Raya Bali dikenal dengan Proling, dan di Kebun Raya Purwodadi kegiatan ini dinamakan Pendidikan Lingkungan. Dengan adanya Bekal Kaya ini diharapkan dapat meneruskan program pendidikan lingkungan yang sebelumnya dengan peserta mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT
Nama Bekal Kaya sendiri dicetuskan oleh Koordinator Komunikasi Publik – Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan BRIN Dyah R. Sugiyanto. Disela-sela acara Bekal Kaya di Kebun Raya Cibodas, 17 Maret 2022 Dyah mengatakan bahwa BEKAL KAYA dapat digunakan sebagai brand baru dari kegiatan pendidikan lingkungan yang sudah dilakukan kebun raya sebelumnya. Dilansir dari www.brin.go.id, Dyah berharap dengan nama program baru ini, platform pendidikan lingkungan kebun raya BRIN menjadi salah satu inovasi layanan publik, yang nantinya dapat diterapkan juga di semua kebun raya di Indonesia.
Dyah juga berharap kedepannya kegiatan pendidikan lingkungan cukup dengan satu nama yang sama (Bekal kaya) dan tidak lagi berbeda-beda nama di setiap Kebun Raya BRIN. Adapun fasilitator kegiatan dapat dari Humas ataupun gabungan dari peneliti atau teknisi yang berada di 4 kawasan kebun raya (Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali). Di sini humas kawasan dapat berperan sebagai fasilitator komunikasi publik dalam program tersebut.
ADVERTISEMENT
Tujuan Bekal Kaya
Secara umum tujuan dari kegiatan Bekal Kaya adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian terutama anak didik terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup. Dengan adanya Bekal Kaya ini diharapkan pemahaman dan kepedulian peserta terhadap kelestarian lingkungan dapat meningkat. Selain itu kegiatan ini juga difungsikan untuk meningkatkan fungsi edukasi dari Kebun Raya Cibodas - BRIN sebagai suatu kawasan konservasi ex-situ (di luar habitat aslinya).
Tujuan berikutnya adalah semakin banyaknya individu peserta yang paham dan peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup, disamping memiliki pola berpikir juga dapat bertindak yang berwawasan lingkungan. Kemudian mendorong dan memberikan kesempatan pelaku pendidikan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan sehingga tercipta sikap dan perilaku yang bersahabat dengan lingkungan. Tujuan terkahirnya adalah meningkatkan kepedulian peserta terhadap masalah lingkungan hidup khususnya masalah konservasi keanekaragaman hayati dan kearifan lokal.
ADVERTISEMENT
Peserta Bekal Kaya
Kegiatan Bekal Kaya ini menyisir peserta didik dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi. Selain itu kegiatan ini juga ditujukan kepada instansi pemerintah, pelaku didik, dan masyarakat umum. Namun pada awal kegiatan Bekal Kaya yang dilakukan pada bulan Maret 2022, peserta yang dibidik adalah anak TK.
Hal ini dikarenakan anak usia dini memiliki perkembangan otak yang sangat pesat sehingga mereka dapat menyerap dengan mudah segala jenis informasi baik dari lingkungan maupun orang-orang yang berada di sekitarnya. Selain itu edukasi mengenai konservasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi pondasi bagi mereka agar kelak dapat menjaga dan melestarikan lingkungan sekitarnya.
Kegiatan Bekal Kaya pertama kali dilakukan di Kebun Raya Cibodas. Kegiatan dilakukan selama sepekan, 7-11 Maret dan 17 Maret 2022. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kebun Raya Cibodas BRIN yang ke 170. Jumlah peserta sebanyak 370 anak TK dari 10 TK yang ada di Kecamatan Cipanas dan Sukaresmi yang dilakukan di sekolah dan di Kebun Raya Cibodas BRIN.
ADVERTISEMENT
Materi Bekal Kaya
Penyampaian materi dalam pelaksanaan awal program Bekal Kaya di Kebun Raya Cibodas BRIN dilakukan dengan menggunakan alat peraga berupa tanaman segar yang mempunyai bagian tanaman secara lengkap (akar, batang, daun, bunga, buah). Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan secara langsung fungsi dan mafaat bagian-bagian tanaman.
Selain itu fasilitator juga memperkenalkan aneka ragam bentuk daun, tepian daun, warna, bau, dan kegunaan dari bagian tanaman tersebut. Berbagai ragam bentuk biji pun diperkenalkan kepada anak-anak termasuk cara penyebarannya.
Selain tanaman, alat peraga lain yang digunakan adalah sebidang tanah yang ditumbuhi tanaman dan sebidang tanah tanpa tanaman. Materi ini diberikan untuk memberikan simulasi pada anak mengenai peran penting tumbuhan dalam mencagah bencana banjir dan longsor. Dalam pemberian materi para fasilitator juga mengajak anak-anak untuk berinteraksi langsung dalam kegiata tersebut. Di sela-sela materi, fasilitator juga memberikan pemainan dan mengajak anak bernyanyi sesuai materi sehingga membuat anak-anak tidak cepat bosan.
ADVERTISEMENT
Untuk materi Bekal Kaya selanjutnya akan disesuaikan dengan jenjang sekolah. Hal ini diharapkan agar para siswa lebih mudah memahami arti pentingnya lingkungan demi keberlangsungan hidup manusia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·