Konten dari Pengguna

Sisa Sampah Organik Jadi Berkah: Eco-Enzyme Buka Peluang Ekonomi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Nurwiyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengolah sisa sampah organik menjadi eco-enzyme sekaligus membuka wawasan bagi warga RW 09 Kebon Bawang mengenai peluang produk bernilai ekonomi dari sisa sampah.

Sampah rumah tangga tidak selalu berakhir sia-sia. Sisa sampah organik seperti kulit buah & sayuran dapat diolah kembali menjadi cairan eco-enzyme yang bermanfaat. Eco-enzyme merupakan cairan yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, namun juga mempunyai nilai ekonomi yang memiliki peluang untuk dikembangkan, sehingga dapat menghasilkan produk yang dapat menghasilkan uang.

Hal tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan pada Sabtu, 05 September 2026 oleh Abriandi, S.E., Ak., M.M., CA., Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, kepada warga RW 09 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Kelompok 8 Sore.

Dosen UTA'45 Jakarta Abriandi, S.E., Ak., M.M., CA., saat memberikan pemaparan materi kepada warga RW 09 Kebon Bawang. (Sumber: Dokumentasi KKN UTA’45 Jakarta)

Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada warga melalui pemanfaatan limbah organik sehingga dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai jual dengan melalui eco-enzyme.

Abriandi, S.E., Ak., M.M., CA., menjelaskan, “Strategi pemasaran untuk produk eco-enzyme, dapat dilakukan dengan menekankan manfaat lingkungannya, kegunaannya, produknya, serta keterlibatan masyarakatnya, maka diperlukan edukasi kepada masyarakat.”

Selanjutnya, Abriandi selaku Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta menjelaskan bahwa eco-enzyme dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti sabun cairan pel lantai, sabun cuci piring, semprotan untuk tanaman, pembersih toilet, pengharum ruangan, pupuk cair, sabun tangan alami, maupun cairan laundry.

Setelah produk-produk tersebut dibuat pemasarannya dapat dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp, ataupun secara langsung melalui bazar, pameran lingkungan, kegiatan sekolah, kegiatan komunitas dan pasar lokal. Kemasan menarik yang ramah lingkungan turut menjadi strategi dalam pemasaran produk. Serta berbagai penawaran seperti diskon pembelian pertama, paket hemat, bonus isi ulang, atau potongan harga bagi pelanggan yang membawa kembali kemasan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UTA 45 Jakarta Kelompok 8 Sore berharap agar warga dapat melihat melalui pengolahan sampah organik, bukan hanya untuk membantu menjaga lingkungan sekitar, namun juga dapat menjadi peluang usaha dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual.