Konten dari Pengguna

Mengungkap Perang Korea yang Mengakibatkan Korea Terpecah Menjadi Dua Bagian

Dwi Putri Rachmawati

Dwi Putri Rachmawati

Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Putri Rachmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peta Korea Utara dan Korea Selatan, sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Peta Korea Utara dan Korea Selatan, sumber: pixabay.com

Latar Belakang

Pengeboman dua kota di Jepang yakni Hiroshima dan Nagasaki oleh sekutu menjadi akhir dari kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Akibat kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, Korea yang sudah terjajah Jepang kurang lebih 35 tahun akhirnya bebas. Pada tanggal 15 Agustus 1945, Korea terbebas atas penjajahan Jepang dan terjadi kekosongan kekuasaan. Pada saat itu juga, Korea dimasuki oleh dua negara yang sangat berpengaruh di Perang Dunia II yaitu Uni Soviet dan Amerika Serikat. Uni Soviet masuk melalui Korea bagian utara yang secara geografis terletak lebih dekat sedangkan Amerika Serikat masuk melalui Korea bagian selatan melalui jalur laut.

Kedua negara tersebut yakni Uni Soviet dan Amerika Serikat memiliki ideologi yang berbeda. Korea Utara yang dipengaruhi oleh Uni Soviet memiliki ideologi komunis sedangkan Korea Selatan yang dipengaruhi Amerika Serikat memiliki ideologi kapitalis. Oleh karena itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat membagi wilayah Semenanjung Korea untuk sementara dengan menentukan garis batas yang dikenal sebagai garis paralel ke-38. Pembagian wilayah Semenanjung Korea pada awalnya bertujuan untuk mengusir tentara dan penduduk Jepang yang masih berada di Korea.

Amerika Serikat yang pada saat itu berada di Korea bagian selatan mengangkat Lee Seung Man atau Syngman Rhee untuk menjadi presiden pertama di Korea Selatan. Korea Utara yang diduduki oleh Uni Soviet mengangkat Kim Song Ju yang mengganti nama menjadi Kim Il Sung sebagai presiden pertama. Syngman Rhee yang pada saat itu menjadi presiden pertama Korea Selatan mendeklarasikan kemenangan serta kemerdekaan Korea pada tanggal 15 Agustus 1945.

Namun, Kim Il Sung beranggapan bahwa Korea bagian selatan dalam bidang politik terutama para pejabatnya masih dipengaruhi oleh Jepang sehingga Kim Il Sung ingin membebaskan penduduk Korea agar terlepas dari pengaruh Jepang. Kim Il Sung juga ingin menjadikan keseluruhan negara Korea berideologi komunis karena menurutnya ideologi komunis lebih baik dan lebih pantas.

Perbedaan ideologi yang terlihat sangat signifikan dari Korea Utara dan Korea Selatan mengakibatkan perang antar kedua negara Korea yang dikenal sebagai Perang Korea. Perang Korea berlangsung pada tahun 1950 sampai 1953. Uni Soviet dan Amerika Serikat juga terlibat dalam Perang Korea yang dimana kedua negara tersebut mempengaruhi Korea Utara dan Korea Selatan sehingga keduanya dalam situasi yang memanas secara terus menerus.

Awal Mula dan Jalannya Perang

Korea Utara yang pada saat itu dipimpin oleh Kim Il Sung ingin menyatukan kembali semenanjung Korea dengan ideologi komunis. Pada tanggal 25 Juni 1950, Korea Utara menyerang Korea Selatan dengan senjata yang mereka miliki. Kota yang pertama kali diincar dan berhasil diambil dalam tiga hari adalah kota Seoul. Pada saat itu, Korea Selatan dalam situasi sangat terpojok karena tidak memiliki senjata dan tidak ada persiapan untuk melawan Korea Utara. Korea Selatan ditekan habis-habisan oleh Korea Utara.

Tidak butuh waktu lama sekitar satu bulan, kota-kota di Korea Selatan mampu dikuasai oleh Korea Utara dan hanya kota Busan yang menjadi satu-satunya kota untuk menampung penduduk Korea Selatan. Amerika Serikat yang pada saat itu ada dipihak Korea Selatan membuat laporan ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Amerika Serikat membawa laporan bahwa Korea Utara telah melanggar HAM dan mengajak PBB untuk membantu Korea Selatan yang pada saat itu dalam situasi terpojok. Setelah satu bulan tepatnya pada bulan Juli, akhirnya Amerika Serikat sampai di Busan.

Amerika Serikat datang ke Korea Selatan tepatnya di kota Busan dengan kondisi pemerintahan yang sudah terpojok. Oleh karena itu, dipilihlah Douglas McArthur sebagai jenderal kemiliteran. Douglas McArthur membuat strategi penyerangan dengan cara melakukan pendaratan di kota Incheon dan mengambil kembali kota Seoul. Kenapa harus kota Seoul terlebih dahulu yang harus diambil? Karena kota Seoul merupakan pusat kota di Korea Selatan yang menjadi penghubung antar kota satu dengan kota yang lainnya sehingga Seoul dipandang kota yang paling penting di Korea Selatan.

Perlawanan yang dilakukan di kota Incheon berhasil mengambil alih kota Seoul pada tanggal 28 September 1950. Setelah Seoul berhasil direbut, Korea Selatan merebut kembali semua wilayahnya dan berhasil sampai di garis linting 38 atau garis paralel ke-38 pada tanggal 1 Oktober 1950. Korea Selatan terus menyerang Korea Utara dan berhasil mengambil kota PyeongYang pada tanggal 19 Oktober 1950. Korea Selatan terus menyerang Korea Utara hingga terpojok.

Cina yang pada saat itu berideologi komunis ingin membantu Korea Utara yang sudah terpojokkan. Cina memberi bantuan kepada Korea Utara berupa sumber daya manusia dan senjata. Pada saat itu, cuaca terasa sangat dingin hingga mencapai -40 derajat. Pada saat itu, banyak tentara Korea Selatan yang mati karena kedinginan dan terpaksa mundur ke arah selatan. Saat Korea Selatan mundur, kota Seoul terebut kembali oleh Korea Utara pada tanggal 4 Januari 1951. Uni Soviet sangat ingin membantu Korea Utara tetapi ragu-ragu karena jika Uni Soviet membantu secara terang-terangan maka dikhawatirkan akan terjadi Perang Dunia III antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Penyelesaian

Pada tanggal 10 Juni 1951 terjadi perundingan gencatan senjata tetapi hal tersebut tidak menemui titik penyelesaian sehingga berlangsung hingga dua tahun lamanya. Pada 27 Juli 1953, barulah perjanjian gencatan senjata ditandatangani di Panmunjeom. Pada tanggal 1 Oktober 1953, Korea Selatan dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian pertahanan bersama. Dengan ditandatanganinya perjanjian-perjanjian tersebut, maka Perang Korea dinyatakan diistirahatkan tanpa suatu keputusan yang jelas.

Sampai saat ini, Korea Utara dan Korea Selatan belum menemukan titik terang dan solusi untuk damai. Wilayah Korea Utara dan Korea Selatan dipisah oleh Korean Demilitarized Zone (DMZ). Kedua negara tersebut saling melarang untuk melewati batas DMZ. Korea Utara dan Korea Selatan masih dipenuhi konflik yang menjadikan masa depan negara berpeluang besar untuk perang kembali.

Dampak

Dampak dari Perang Korea begitu besar, salah satunya yaitu banyak merenggut korban jiwa hingga 2,7 juta jiwa di Korea. 2,7 juta jiwa tersebut meliputi 1,6 juta tentra yang gugur, 1 juta penduduk meninggal, 100 ribu anak yatim piatu yang meninggal.

Dampak lainnya bisa dilihat dari bidang politik. Pada bidang politik, kedua negara Korea tersebut memiliki ideologi yang berbeda dimana Korea Utara menganut ideologi komunis dan Korea Selatan menganut ideologi kapitalis. Perbedaan ideologi tersebut merupakan akibat pengaruh dari Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Dampak di bidang ekonomi dapat dilihat dari hancurnya infrastruktur dan perekonomian kedua negara tersebut sehingga mereka sama-sama memulihkan perekonomiannya. Korea Selatan yang awalnya ekonominya rendah dari Korea Utara tetapi sekarang Korea Selatan lebih memimpin karena terus mengalami kemajuan. Korea Selatan terfokus pada perekonomian di bidang industri sehingga terus mengalami kemajuan sedangkan Korea Utara lebih mementingkan kemiliteran ketimbang kesejahteraan rakyatnya.