Konten dari Pengguna

Testimoni Korban Asbes pada pleno COP Konvensi Rotterdam di Jenewa Swiss

Dwi Sawung

Dwi Sawungverified-green

WALHI Energy and Urban Campaigner

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Sawung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Testimoni Korban Asbes pada pleno COP Konvensi Rotterdam di Jenewa Swiss
zoom-in-whitePerbesar

Pertemuan negara-negara membahas Konvensi Rotterdam ke-8 diselenggarakan 24 april sampai 5 mei 2017 di Jenewa Swiss. Pertemuan tingkat tinggi diselenggarakan pada tanggal 4-5 mei. Dari Indonesia Indonesia Ban Asbestos Network(INA-BAN) mengirimkan satu orang korban asbestos bernama Siti Cristina untuk memberikan testimoni pada tanggal 3 Mei pukul 11 waktu setempat pada sesi Pleno Annex III konvensi Rotterdam. Wira Yudha dari LION membantu menerjemahkan testimoni Ibu Siti Kedalam bahasa inggris

Berikut testimoni Ibu Siti:

"Nama saya Siti Kristina. Saya adalah mantan buruh di sebuah perusahaan tekstil dengan bahan baku asbes. Barang yang kami hasilkan adalah kain asbes untuk peredam panas. Saya bekerja kurang lebih 23 tahun di departemen insulating. Selama 23 tahun inilah saya terpapar asbes.

Ketika bersentuhan langsung dengan asbes, kami ada yang menggunakan sarung tangan, ada juga yang tidak. Serat asbes yang masuk ke tangan itu susah dihilangkan dan rasanya sakit. Kami menggunakan masker kain yang dibagi seminggu sekali. Pakaian kerja kami bawa pulang untuk dicuci di rumah. Kami makan, minum dan istirahat di dalam ruangan tempat kain asbes diproduksi.

Di tahun-tahun pertama, saya merasa aman-aman saja. Tetapi setelah lebih 10 tahun, saya mulai sering batuk. Kalau batuk, saya berobat dan sembuh. Tetapi kejadian seperti ini sering terjadi. Batuknya sekitar seminggu hingga dua minggu. Setelah sembuh, sekitar sebulan atau dua bulan, saya batuk lagi.

Pada tahun 2010, saya didiagnosa dengan asbestosis tahap awal.

Saya hanyalah satu dari sekian banyak teman-teman yang terkena paparan asbes di Indonesia. Saya hadir disini mewakili teman-teman lain yang menjadi korban asbes di Indonesia dan di dunia, berharap agar tidak ada lagi korban akibat asbes."