Travelling Sering, Tapi Budget Tetap Minim. Mau Tahu Caranya?

Perempuan yang cinta dengan kata, suka menulis dan suka berkontemplasi dan melakukan perjalanan untuk bisa memaknai hidup www.dwiseptia.com
Tulisan dari Dwi Septia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Enak ya, hidupnya Septi jalan-jalan terus. Hari ini di Jakarta, besok udah di Semarang.
Tau-tau udah nyampe Lampung, eh besoknya ke Belitung.
Pas mau disusulin, dianya tiba-tiba udah di rumah aja.
Dasar belut, emang!"
Jadi freelance itu godaannya emang luar biasa banyak, ya. Diomongin sana-sini karena kerjaannya cuma liburan, lah. Nggak ngapa-ngapain lah, tapi duitnya ada terus. Eits, aku nggak punya peliharaan yang bisa bikin saldo ATM-ku tiba-tiba penuh tanpa aku harus ngapa-ngapain lho, ya! Hahaha
Pengen aja gitu jawab ke mereka yang kepalanya penuh dengan kalimat "hidupnya Septi sungguh sempurna. Isinya jalan-jalan mulu" dengan gaya ngibasin jilbab (soalnya nggak bisa ngibasin kerah baju) kira-kira begini:
"yaelah, nggak tahu aja kan kalau selama ini aku travelling pakai paket yang paling murah biar nggak over budget dan tetap keliatan fancy?"
Sejak dulu, sebelum pada akhirnya aku bisa seperti ini, jalan-jalan tanpa terikat jarak dan waktu, aku pernah bermimpi yang akhirnya mimpi itu kujadikan prinsip. Kira-kira prinsipnya begini:
"Nggak apa-apa nggak punya uang lebih, asal cukup untuk jalan-jalan.
Nggak apa-apa gajinya nggak banyak, asal itu bisa bawa aku kemanapun tanpa takut kekurangan biaya.
Nggak apa-apa nggak bisa beli barang yang dipengen (kamera misalnya), asal suatu saat bisa menang dari lomba yang nggak harus keluarin biaya untuk beli barang impian."
Sounds like crazy memang. But it does true. Kepercayaan ini mengantarkanku untuk bisa percaya diri pada diri sendiri. Eh, gimana? Hahaha. Intinya, kepercayaan ini membuat saya yakin bahwa apapun bisa terjadi asalkan diri kita percaya sama diri sendiri. Karena sadar atau tidak, saat alam bawah sadar kita sudah terlanjur percaya dengan ketidakmungkinan, maka segala kata-kata tentang percaya akan terdengar fana.
Berawal dari sinilah, aku mulai nekat untuk sok-sokan mejadi travel bloger ala-ala dan mencoba berkelana kemana-mana dengan siapa saja. Iya, nekat. Aku menyebutnya nekat karena banyak hal yang harus aku korbankan. Salah satunya adalah mengorbankan waktu tempuh untuk menuju tempat baru dengan durasi yang lebih lama dari biasanya. Yes, soalnya dengan mengorbankan waktu, aku bisa menekan biaya perjalanan yang lebih murah. Btw, aku selalu menulis perjalananku di www.dwiseptia.com. Kalau sempat, mampir, ya!
"Percaya nggak sih kalau budget liburanku ke Lampung dan ke Kawah Ijen + Baluran start dari Semarang nggak lebih dari 500k?"
Hah? Kok murah banget? :)
Iya, dong. Aku kan emang anak murahan *eh anak yang suka sama hal-hal berbau murah dan promo maksudnya. Alias males banget kalau harus travelling dengan over budget sekian juta padahal mah view yang didapat sama aja kayak kalau pas travel dengan budget murah.
Meski dengan budget minim, aku bisa lho dapat pemandangan yang se-ciamik ini:
Aku tipikal orang yang suka jalan tanpa rencana dan jalan gitu aja. Serba dadakan! Sampai pada akhirnya aku menyadari bahwa hal ini buruk untuk dompet. Iya, karena bisa bikin over budget untuk hal-hal yang unpredictable. Terus gimana, dong?
Kalau yang sudah aku jalanin sekarang ini adalah sok nimbrung jalan bareng sama komunitas backpacker sharecost yang budget jalannya dibagi sama berbanyak orang. Alasannya jelas, kalau harus sewa satu mobil dengan harga 350ribu, kalau ikut komunitas backpacker harga 350ribu itu bisa dibagi sama 8 hingga 10 orang lagi. Murah banget, kan? Hahaha teteup ya anaknya nggak mau rugi banget.
Nah, kendalanya kalau ikut komunitas backpacker adalah meeting poin jalannya biasanya langsung di kota terdekat dengan. Misalkan, kalau mau ke Lampung, ya meeting poinnya di Pelabuhan Merak. Kalau mau ke Ijen, ya meeting poinnya di stasiun pasar turi. Lah, nambah budget, dong? Kan harus beli tiket dari Semarang ke lokasi tujuan? Jawabannya adalah iya iya tidak. Maksudnya, ada iyanya ada tidaknya wahahaha.
Seperti yang aku bilang di atas, sebelum jalan harus tahu berapa budget yang akan dikeluarkan. Misal, batas pengeluaran adalah 500k. Ini artinya, kalau sudah keluar biaya 360k untuk paket jalan ke Kawah Ijen + Baluran, tiket kereta untuk menuju ke stasiun pasar turi Surabaya nggak boleh lebih dari 140k total pulang perginya. Lah, emang bisa?
Bisaaaaa, triknya adalah dengan cari online travel agent alias OTA untuk bisa mendapatkan promo tiket semurah-murahnya. Aku biasanya pakai tiket.com karena di platform OTA ini banyak banget promo yang fresh dan up to date.
Apalagi, kalau pakai tiket.com itu promo-nya per transaksi. Jadi, satu akun bisa pakai beberapa promo. Ini artinya, aku bisa menghemat beberapa puluh, hingga ratus ribu hanya dengan satu akun aja. Pokoknya so happy deh kalau pakai tiket.com. UI dan UX-nya itu nggak ribet dan akupun bisa dapat tiket murah. Eh, nggak cuma bisa deng, sering malahan. Andalan banget deh kalau mau pergi aku selalu cek promo di aplikasi ini. Nggak heran sih kalau teman-temanku juga banyak yang pakai.
Entah kenapa aku suka banget pakai kereta tiap mau jalan kemanapun. Selain murah, naik kereta api itu bisa bikin aku dapat banyak insight tentang kehidupan dari berbagai macam background teman seperjalanan yang aku nggak kenal. Tua-muda, miskin-kaya jadi satu semua dalam satu gerbong. Belom lagi pemandangan dari balik jendela kereta yang beeeuuuhhhh cantiknya ampun-ampunan.
Saking cantiknya nih, kalau nggak ngantuk-ngantuk banget aku nggak akan tidur demi bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan sampai akhir tujuan. Biasanya sih perjalanan Jakarta-Bandung yang jarang aku lewatkan dengan menutup mata. Sepanjang perjalanan aku bisa melek, tuh karena nggak mau kelewat pemandangan sedetik pun hahaha.
Jalan kemanapun pakai tiket kemanapun via tiket.com emang juarak! Udah nggak perlu repot ngantre di loket alias bisa pesan di manapun via smartphone, pesan #tiketkemanapun lewat genggaman itu bikin aku jadi hemat waktu. Eh, biaya juga deng. Hahaha.
Makanya aku nggak jarang suka tiba-tiba ngajakin temenku untuk jalan bareng dadakan dengan garansi tiket murah. Yaiyalah, orang akunya pakai promo dari tiket.com. Duh, jadi kebongkar kan rahasia aku bisa jalan murah. Nggak apa-apa, deh. Siapa tahu aku jadi bisa jalan bareng kamu, kan? (((lho ini apa ini))) XD
Udah, daripada bingung, coba lihat sekilas infografis di bawah ini, ya!
Kalau lihat infografis di atas masih bikin kamu kurang paham, kamu bisa komen di bawah tanya aku langsung. Aku udah expert banget soal cari mencari promo hahaha *kibasinjilbab*. Atau mau nitip beli tiket kereta biar kita bisa jalan bareng? (((sadar mblo sadar))) wakakak maap yak, efek jomblo emang begini XD.
Nah, kalau untuk pemesan tiket dan cara apply promo tiketnya bisa lihat infografis di sini ya, manteman!
Tuh tuh tuh, aku sudah bocorin gimana tips bisa travelling murah dan sering. Jadi, jangan lagi nyinyirin aku karena aku suka jalan dan seringnya kayak kutu loncat pindah-pindah kota, ya! Hehehe.
Jangan lagi punya mind block bahwa:
"Untuk bisa travelling jauh dan sering, harus punya budget yang tinggi."
Buang jauh-jauh pikiran ini, deh pokoknya. Kalau prinsipnya Septi, sih:
"Dengan budget seminim-minimnya harus bisa jalan sesering-seringnya XD"
Sebab, travel far, travel more and travel often itu cuma soal mindset aja. Kalau kamu udah ada niat untuk travel, ya niatin untuk nabung dan saving money. Aku aja nih yang keliatannya jalan terus, saving budget-nya udah dari kapan tahun. Misal, pengen berangkat ke Lampung 2017 akhir, ya dari awal tahun aku sudah saving.
Kayak pas mau ke Kawah Ijen sama Baluran Januari ini aku juga udah nabung dari Oktober 2017 lalu. Nggak sedadakan itu, kok biayanya.
Dulu aku bahkan pernah melakukan kesalahan dengan nekat jalan ke Anyer dari Jakarta tanpa persiapan dan budget yang matang. Bayangin dong, saking nggak punya rencana mau nginep dimana karena nggak ada budget, aku dan travelmate-ku sampe dibuntutin orang lokal malam-malam dan ketakutan bukan main. Sok-sokan tegar di depan travelmate-ku padahal ambyar rasanya takut banget XD.
Untungnya aku bisa berusaha kalem dan akhirnya nekat naik angkot dari Anyer ke kota dan nebeng di kosan temen yang kerja di Kota Cilegon. Nggak lagi-lagi deh segabut ini. Minimal, tahu lah mau kemana meskipun tetep nggak boleh over budget.
Intinya sih, ya kalau emang nggak punya budget, nekatin aja! Nekatin di sini bukan berarti nekatin terus sok-sokan jadi backpacker yang entah tidur di mana, ya. Maksudnya nekat di sini adalah nekatin aja gitu jalan pakai budget mepet dan tetep nekat punya mimpi untuk bisa jalan ke suatu tempat impian. Kan bisa pakai promo dari tiket.com yang bisa dipakai joinan sama calon travelmate untuk menekan biaya.
Beruntungnya aku kadang aku dapat ajakin gratis alias cuma-cuma untuk jalan. Thanks to all my travelmate yang suka ngajakin jalan aku XD Hehehe barakallah teman-teman semuanya. Karena kalian aku jadi pengen terus nabung biar bisa jalan-jalan terus dan suatu saat ganti bayarin kalian ehe. Aamiin-in dulu ya, kan :)
Jadi, kemana tujuan travel-mu selanjutnya, manteman? Sharing, yuk. Biar bisa jalan bareng kitanya :)
