Konten dari Pengguna

Berpikir Positif: Memaksimalkan Hidup melalui Pola Pikir

Dwi Utami Khoirunisa

Dwi Utami Khoirunisa

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Utami Khoirunisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/id/photos/4907261
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/id/photos/4907261

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran Anda (Canfield, 2016).

Seseorang yang memiliki pola pikir yang positif akan selalu percaya hal-hal baik akan datang menghampiri. Walaupun ada kejadian buruk sekalipun, seseorang yang memiliki pola pikir yang positif akan terus melihat hikmah dari setiap kejadian dan percaya bahwa sesuatu yang baik akan datang. Tentu tidak mudah menciptakakan pola pikir yang positif, tetapi setiap individu perlu menerapkannya.

Memiliki pola pikir yang positif akan memaksimalkan hidup seseorang. Seseorang akan melihat pada peluang bukan hambatannya saja. Dengan itu, pola pikir yang positif atau berpikir positif membuat pribadi menjadi tangguh, percaya diri, hingga mencapai kesuksesan.

Menjadikan Pribadi yang Tangguh

https://pixabay.com/id/photos/1866081

Berpikir positif erat kaitannya dengan pembangunan karakter diri. Dengan berpikir positif, seseorang bisa menjadi pribadi yang tangguh karena mempunyai kesehatan mental yang baik sehingga tidak mudah mengalami stres. Stres berlebih dapat membuat seseorang kurang semangat menjalani kehidupan.

Belakangan ini, banyak mahasiswa yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Menurut (Kholidah & Alsa, 2012), Tuntutan kehidupan, baik dari dalam maupun dari luar kampus, menuntut mahasiswa untuk dapat menghadapi masalah yang muncul dengan lebih dewasa, bertanggung jawab, tangguh dan kuat. Belum lagi desakan untuk menyelesaikan studi lulus tepat waktu, persiapan menyusun skripsi, persiapan untuk mendapatkan kesempatan pekerjaan atau karier setelah lulus, tuntutan orangtua dan universitas yang terlalu tinggi bagi mahasiswa, bahkan sumber stres bisa muncul dari kekhawatiran serta pikiran-pikiran negatif pada dirinya.

Stres ada karena seseorang terlalu memikirkan keadaan mereka. Sebetulnya, memikirkan keadaan diri sendiri perlu. Sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran, tentu saja ada reflek apabila ada masalah atau tekanan yang muncul. Akan tetapi, hal itu tidak perlu untuk terlalu dipikirkan berlebihan.

Jika mengalami stres, hendaklah cepat untuk berpikir positif bahwa segala masalah yang ada akan terselesaikan. Dengan memasukkan energi atau pikiran positif, maka hasilnyapun juga akan positif. Selain itu, penting juga memiliki kerabat dekat dan keluarga sebagai teman untuk berkeluh kesah. Hobi atau hal yang paling disukai untuk dilakukan juga perlu untuk mengurangi stres.

Menjadikan Pribadi yang Percaya Diri

https://pixabay.com/id/photos/4062883

Percaya diri adalah hasil dari seseorang berpikir positif meyakini bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu. Percaya diri sangat berpengaruh bagi keberlangungan hidup setiap orang. Terkadang, hal besar dianggap sulit untuk digapai. Padahal, bukan sulit digapai, tetapi perlu diperjuangkan.

Menurut (Nurtiffany et al., 2018), Individu percaya diri merasa yakin dengan kemampuan yang dimilikinya, sehingga ia bisa menyelesaikan masalah karena tahu apa yang dibutuhkan dalam hidupnya, serta mempunyai sikap positif yang didasari keyakinan akan kemampuannya.

Segala sesuatu itu tergantung dengan apa yang kita pikirkan. Jika kita memikirkan atau terfokuskan pada kesulitan di setiap kesempatan, maka kita akan gagal. Sebaliknya, jika kita memikirkan atau terfokuskan pada kesempatan di setiap kesulitan, maka kita akan berhasil.

Jika mempunyai kekurangan, berusaha untuk menerima dengan senang dan bangga karena kekurangan bukan akhir dari segalanya. Semua orang mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Nah, agar bisa terus percaya diri hendaklah mencari kelebihan dan fokus untuk mengembangkan kelebihan yang ada.

Mencapai Kesuksesan

https://pixabay.com/id/photos/3695073

Hasil terbaik dari segala sesuatu adalah mencapai kesuksesan. Apabila seseorang terus berpikir positif di setiap langkahnya, maka kesuksesan akan menyertai. Tidak ada orang yang sukses yang mempunyai pikiran yang negatif karena kesuksesan berawal dari kepercayaan pada diri sendiri bahwa dirinya bisa sukses.

Menurut (Arsini et al., 2023), Berpikir positif akan membawa seseorang untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Orang yang berpikir positif mengetahui dengan tepat apa yang mereka inginkan, mereka harus meraihnya dengan kepastian yang terarah dan usaha yang pantang menyerah.

Apabila kita yakin bisa melakukan sesuatu, maka kita bisa melakukannya. Hal itu merupakan salah satu contoh dari berpikir positif. Energi positif sangat berpengaruh pada hasil yang akan terjadi. Oleh karena itu, untuk mencapai kesuksesan perlu adanya berpikir positif.

Kesimpulan

Jadi, berpikir positif yang kuat sangat berperan penting dalam transformasi hidup seseorang. Memiliki pola pikir yang positif merupakan pondasi dari karakter diri. Dengan berpikir positif, seseorang dapat menjadi pribadi yang tangguh dan percaya diri.

Berpikir positif menjadikan seseorang berpikir tangguh maksudnya adalah memiliki kesehatan mental yang lebih baik dari pada seseorang yang memiliki pola pikir yang buruk. Seseorang menjadi lebih bisa mengatasi masalah dengan kepala dingin dan tidak mengambil keputasan fatal seperti mengakhiri hidup karena percaya bahwa masalah yang ada akan terselesaikan.

Berpikir positif menjadikan seseorang percaya diri maksudnya adalah memiliki keyakinan bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu. Tidak hanya terpaku pada kesulitan yang ada, tetapi kesempatan yang ada. Pikiran bahwa saya tidak bisa, berubah menjadi saya bisa, tetapi harus belajar. Dengan itu, orang yang mempunyai pikiran yang positif akan meraih puncaknya yaitu kesuksesan.

Daftar Bacaan

Arsini, Y., Amini, A., & Sinaga, P. W. (2023). Pengaruh Berfikir Positif Untuk Menurunkan Stres Psikologis. Jurnal Mudabbir (Journal Research and Education Studies), 3(1), 17–26. http://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/mudabbir

Canfield, N. (2016). Dahsyatnya Kekuatan Berpikir Positif: Chicken Soup for The Soul. Banana Books.

Kholidah, E. N., & Alsa, A. (2012). Berpikir Positif untuk Menurunkan Stres Psikologis. Jurnal Psikologi, 39(1), 67–75. http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/180

Nurtiffany, T. G., Wibowo, M. E., & Setyowani, N. (2018). Berpikir Positif dan Kepercayaan Diri Meningkat Melalui Konseling Kelompok. Indone-Sian Journal of Guidance and Counseling: Theory And Application, 7(4), 52–58. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk