Konten dari Pengguna

Komunikasi Efektif dengan Konsumen, Kunci Jaga Kepercayaan di Tengah Naiknya Pengaduan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwika Syahputri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunikasi yang baik antara pelaku usaha dan konsumen kini tidak lagi sekadar pelengkap layanan, tetapi menjadi penentu kepercayaan pelanggan. Data pengaduan dari lembaga perlindungan konsumen menunjukkan bahwa banyak keluhan berawal dari persoalan sederhana: konsumen tidak mendapat respons, informasi yang jelas, atau penanganan yang layak.

Sumber: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: freepik.com

Pengaduan Konsumen Masih Tinggi

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat total 12.196 pengaduan konsumen sepanjang 2017 hingga 15 September 2026. Khusus tahun ini, tercatat 420 pengaduan, dengan 268 di antaranya selesai ditangani dan 152 masih dalam proses. Nilai kerugian konsumen dari pengaduan tersebut mencapai sekitar Rp30,89 miliar, meski BPKN menegaskan angka itu belum menggambarkan keseluruhan kerugian konsumen di masyarakat.

Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima 1.011 pengaduan individu sepanjang 2025, dengan mayoritas berasal dari sektor jasa keuangan. Sektor lain yang juga banyak dikeluhkan adalah transportasi, listrik, elektronik, pariwisata, dan otomotif.

Respons Lambat Jadi Sumber Keluhan

Persoalan komunikasi tampak jelas pada sektor telekomunikasi. YLKI mencatat 106 pengaduan konsumen telekomunikasi sepanjang 2025, terdiri atas 38 aduan soal pelayanan, 37 soal jaringan internet, dan 11 soal sistem transaksi.

Manajer Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Arianto Harefa, menjelaskan bahwa pada persoalan pelayanan, pelaku usaha kerap mengabaikan atau tidak merespons konsumen yang hendak mendaftar menggunakan jasa telekomunikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa keluhan konsumen tidak selalu bermula dari kualitas produk, tetapi juga dari cara pelaku usaha berkomunikasi.

Kanal Penyelesaian Sengketa Diperkuat

Pemerintah dan lembaga terkait mulai memperkuat jalur penyelesaian sengketa. BPKN bersama Kementerian Perdagangan memperkenalkan sistem penyelesaian sengketa konsumen secara daring (ODR) untuk menjawab tingginya pengaduan.

Dari sisi kelembagaan, YLKI menilai BPKN perlu meningkatkan komunikasi publiknya. Menurut YLKI, masyarakat perlu mengetahui rekomendasi dan langkah advokasi yang dilakukan BPKN, sebab transparansi akan membangun kepercayaan publik yang lebih kuat.

Konsumen Kini Bersuara di Media Sosial

Media sosial turut mengubah cara konsumen menyampaikan keluhan. Pada Juli 2026, YLKI meminta agar kriminalisasi terhadap konsumen yang berkeluh di media sosial dihentikan. Isu ini menegaskan bahwa kanal komunikasi resmi yang responsif menjadi penting, agar keluhan tidak berkembang menjadi polemik publik.

Pengamat juga menekankan pentingnya literasi konsumen. Materi edukasi dinilai perlu mengikuti perkembangan zaman, mulai dari hak dan kewajiban konsumen, transaksi elektronik, perlindungan data pribadi, hingga mekanisme pengaduan yang efektif.

Prinsip Komunikasi Efektif bagi Pelaku Usaha

Dari berbagai persoalan tersebut, sejumlah prinsip dasar komunikasi dengan konsumen dapat menjadi pedoman:

1. Responsif. Jawab pertanyaan dan keluhan dalam waktu wajar, serta sampaikan estimasi penyelesaian secara jelas.

2. Informasi jelas dan jujur. Hindari klaim berlebihan pada promosi, harga, maupun spesifikasi produk.

3. Empati. Dengarkan keluhan terlebih dahulu sebelum memberi solusi, dan hindari jawaban template yang tidak relevan.

4. Kanal pengaduan mudah diakses. Sediakan jalur resmi yang terdokumentasi, baik lewat telepon, surel, maupun pesan instan.

5. Tindak lanjut tuntas. Pastikan keluhan ditutup dengan kejelasan hasil, bukan dibiarkan menggantung.

Kepercayaan sebagai Modal Jangka Panjang

Dengan meningkatnya pengaduan dan makin aktifnya konsumen bersuara di ruang digital, komunikasi yang terbuka, cepat, dan empatik menjadi investasi penting bagi pelaku usaha. Konsumen yang merasa didengar cenderung lebih percaya dan loyal, sementara respons yang diabaikan berpotensi merusak reputasi dalam waktu singkat.