Perubahan Makna Kata 'Mantan' dan 'Bekas'

Hallo! nama saya Dwina Putri Kamila saya masih berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Tulisan dari Dwina Kamila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Dia itu adalah mantan pacarku."
"Apakah kamu punya baju bekas namun masih layak pakai?."
Mantan dan Bekas merupakan dua istilah yang sama, namun berbeda. Mari kita bahas bersama.
Bahasa dan manusia merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Hal ini disebabkan dalam kehidupan sehari-hari manusia menggunakan bahasa sebagai alat berkomunikasi. Selama di dunia ini masih ada manusia, bahasa akan terus mengalami perkembangan di setiap zamannya dan tidak menutup kemungkinan pada sewaktu-waktu bahasa akan menghasilkan kata-kata baru atau mengalami pergeseran makna.
Abdul Chaer berpendapat pergeseran makna disebabkan oleh beberapa faktor seperti, pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi, perekembangan sosial dan budaya, perekembangan pemakaian kata, pertukaran tanggaan indra, dan adanya asosiasi. Makyun Subuki dalam bukunya menyebutkan perubahan makna dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor kebahasaan dan non-kebahasaan. Sebab kebahasaan adalah salah satu perubahan arti yang berasal dari bahasa itu sendiri. Sedangkan sebab non-kebahasaan disebabkan oleh:
Perkembangan ilmu dan teknologi, yang menyebabkan terjadinya pergeseran, perubahan, dan perkembangan referen yang dimaksud oleh makna awalnya. Biasanya hal ini disebabkan oleh suatu benda yang telah berubah
Perubahan sosial, yang biasanya merupakan akibat perkembangan struktur fisik dan mental masyarakat sehingga menyebabkan arti sebuah kata dipengaruhi sedemikian rupa demi kepentingan tersebut.
Perluasan bidang pemakaian, yang mana sebuah kosa kata yang biasanya haya dipakai oleh bidang tertentu, bisa digunakan dibidang lainnya.
Pengaruh asing, yang mana konsep perubahan arti leksikal tertentu dalam bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa lainnya.
Kebutuhan istilah baru, yang mana kebutuhan istilah baru ini sangat terkait dengan persentuhan sebuah bahasa dengan bahasa lainnya atau perkembangan realitas kehidupan yang merupakan pengaruh dari kebudayaan yang berada di luar bahasa tersebut.
Tabu, yang dilandasi oleh persoalan kenyamanan, kesopanan, dan ketakutan. biasayanya mengakibatkan ungkapan eufimistik yang menggantikan unkapan tabu menjadi berubah arti.
Istilah Mantan dan Bekas
Kata mantan sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Tentunya anak muda pada masa sekarang ini sering sekali menyebut kata mantan dan maksud dari kata tersebut memiliki arti mantan pacar atau mantan kekasih. Padahal, kata mantan bisa digunakan untuk menyebut mantan pegawai, mantan bos, mantan presiden, dan sebagainya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mantan adalah bekas (pemangku jabatan, kedudukan, dan sebagainya). sebagai contoh yang terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia: ia mantan gubernur yang sekarang aktif di organisasi sosial
Secara etimologi, kata mantan berasal dari bahasa Basemah, Komening dan Rejang yang mendiami wilayah Pulau Sumatera bagian selatan dengan arti 'tidak berfungsi lagi'
Dalam bahasa Jawa kata mantan juga berkaitan dengan mari dan mantun yang diambil dari bahasa Jawa Kuno yang artinya berhenti.
Sementara itu, kata bekas menurut KBBI adalah tanda yang tertinggal atau tersisa (sesudah dipegang, diinjak, dilalui, dan sebagainya).
Ameliorasi Kata Bekas Menjadi Mantan
Keraf mengatakan ameliorasi adalah suatu proses perubahan makna, di mana arti yang baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari arti yag lama.
Campbell dan Mixco dalam buku Makyun Subuki mengatakan ameliorasi atau biasa disebut elevation, merupakan gejala perubahan arti ke arah yang lebih positif, yaitu bahwa arti dari sebuah kata atau leksem menjadi lebih baik dari sebelumnya.
ameliorasi sangat berkaitan dengan pandangan sosial yang berlaku di ruang dan waktu yang spesifik
Kata mantan merupakan ameliorasi dari kata bekas. Hal ini pertama kali diusulkan oleh Ahmad Bastari Suan melalu majalah Pembinaan Bahasa Indonesia tahun 1984 yang mana kata mantan sebagai pengganti kata bekas yang mana artinya dirasa kurang sopan dan bernilai lebih rendah untuk disematkan pada orang yang dihormati dan pernah menduduki jabatan mulia atau profesi yang diluhurkan sebelumnya. Dengan demikian kata bekas tetap bisa dipakai untuk sesuatu yang bukan orang atau kepada orang yang telah meninggalkan pekerjaan buruk.
Contoh Penggunaan Kata Mantan dan Bekas
Penggunaan kata mantan
"Bapak Susilo Bambang Yudhoyono merupakan mantan presiden Indonesia yang keenam."
"Mantan penyanyi cilik, Tina Toon, sekarang sudah menjadi anggota DPRD."
Penggunaan kata bekas
"Botol-botol bekas bisa digunakan untuk membuat kerajinan tangan, loh..."
"Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memiliki caleg bekas koruptor terbanyak."
Nah, sekian penjelasan mengenai perubahan makna pada kata mantan dan bekas.
Lantas, masih membekaskah kenangan yang pernah kalian lewati bersama mantan?
Referensi
KBBI Online
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf, Gorys. 2007. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta. Gramedia Pustaka.
Subuki, Makyun. 2011. Semantik: Pengantar Memahami Makna Bahasa. Jakarta. Transpustaka.
