Sejarah dan Generasi Muda: Memahami Kemarin untuk Menentukan Esok

Undergraduate student of Islamic History and Civilization at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Diara Ayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika sejarah membahas sesuatu yang sudah berlalu, mengapa kita masih perlu mempelajarinya sekarang? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di pikiran kita, terutama ketika harus menghafal nama tokoh, tanggal, dan peristiwa di sekolah. Padahal, sejarah sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki masa lalu yang membentuk dirinya menjadi seperti sekarang. Namun, hidup tidak berhenti pada apa yang sudah terjadi. Kita terus menghadapi berbagai keadaan, belajar dari pengalaman, dan menentukan pilihan untuk masa depan. Begitu pula dengan kehidupan masyarakat. Peristiwa masa lalu dapat membantu kita memahami keadaan saat ini. Lantas, apakah masa lalu benar-benar tidak berguna, atau justru menyimpan pelajaran yang sering kita abaikan?
Sejarah penting dipelajari karena keadaan yang kita rasakan saat ini tidak muncul begitu saja. Banyak hal dalam kehidupan masyarakat terbentuk melalui berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah, Heryati (2017) membahas hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Hubungan tersebut dapat membantu kita memahami bagaimana peristiwa sebelumnya berkaitan dengan keadaan sekarang. Pengalaman masa kini juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya. Dengan memahami sejarah, kita dapat mengetahui bagaimana suatu keadaan terbentuk dan mengapa hal tersebut terjadi. Pengetahuan ini membantu generasi muda melihat persoalan masa kini dengan lebih bijak serta mempertimbangkan pilihan untuk masa depan.
Sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu, tetapi juga mempelajari kehidupan manusia dari masa ke masa. Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah, Heryati (2017) membahas empat aspek waktu yang membantu kita memahami perjalanan kehidupan masyarakat, yaitu perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan. Perkembangan menggambarkan proses kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu. Kesinambungan berarti adanya hal-hal dari masa lalu yang masih berlanjut hingga sekarang. Pengulangan terjadi ketika kejadian serupa kembali terjadi pada waktu yang berbeda. Sementara itu, perubahan menunjukkan adanya perbedaan antara keadaan dahulu dan sekarang. Keempat aspek ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat terus bergerak. Dengan memahaminya, generasi muda dapat melihat bagaimana masa lalu berkaitan dengan kehidupan saat ini.
Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah (2017), Heryati menggunakan perumpamaan penumpang kereta api untuk menjelaskan pentingnya melihat perjalanan yang telah dilalui. Ia menulis, “Ibarat seorang penumpang kereta api, meskipun geraknya begitu cepat, namun posisi yang tepat ialah menghadap kebelakang. Tentu suatu kesalahan bila sang penumpang itu menghadap ke depan, meski dia bisa menoleh ke kiri atau ke kanan” (Heryati, 2017, hlm. 3). Perumpamaan ini mengajak kita memahami bahwa melihat ke belakang bukan berarti terus terjebak dalam masa lalu. Sebaliknya, kita perlu mengetahui apa yang telah terjadi agar dapat memahami keadaan saat ini. Sama seperti penumpang yang melihat jalur yang sudah dilewati, kita juga bisa belajar dari pengalaman sebelumnya. Dengan memahami perjalanan masa lalu, kita dapat melihat alasan di balik keadaan sekarang dan menjadikannya bahan pertimbangan untuk melangkah ke depan.
Salah satu contoh kesinambungan dalam sejarah dapat ditemukan dalam kebijakan kolonial Belanda. Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah (2017), Heryati menjelaskan bahwa kebijakan kolonial mengadopsi kebiasaan lama. Dalam menarik upeti dari raja taklukan, Belanda meniru praktik yang dilakukan oleh raja-raja pribumi. Selain itu, dalam hal sewa tanah, terdapat praktik mendapatkan tenaga kerja yang sebelumnya telah diberlakukan oleh raja-raja pribumi kepada rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pada masa kolonial tidak sepenuhnya terlepas dari praktik yang telah ada sebelumnya. Inilah yang disebut kesinambungan, yaitu ketika unsur-unsur dari masa sebelumnya masih berlanjut pada masa sesudahnya. Contoh tersebut membantu kita memahami bahwa sejarah tidak selalu berisi perubahan besar. Ada pula kebiasaan atau pola yang bertahan meskipun kekuasaan dan keadaan masyarakat mengalami pergantian.
Belajar sejarah dapat memberikan pelajaran yang berguna untuk menjalani kehidupan masa kini. Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah, Heryati (2017) menjelaskan manfaat sejarah dalam bagian “Edukatif”. Ia menulis, “Sebagai guru, berarti sejarah berguna memberikan arahan bagi kita dalam melakoni kehidupan kekinian” (hlm. 173). Kutipan tersebut menunjukkan bahwa sejarah dapat menjadi sumber pembelajaran ketika kita menghadapi berbagai persoalan. Peristiwa masa lalu membantu kita memahami akibat dari tindakan manusia dan menjadikannya bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Namun, bukan berarti peristiwa yang sama pasti terulang kembali. Setiap zaman memiliki keadaan dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, generasi muda dapat mempelajari sejarah untuk menyikapi kehidupan sekarang dengan lebih bijaksana, bukan sekadar menghafal peristiwa yang telah berlalu.
Generasi muda dapat menerapkan pelajaran sejarah dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menerima informasi tentang suatu peristiwa. Kita tidak sebaiknya langsung percaya atau menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang terlihat. Sebaliknya, kita perlu mencari latar belakangnya dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan penyebab. Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah (2017), Heryati menjelaskan pola pikir plurikausal sebagai cara berpikir luas tentang berbagai kemungkinan yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Pemikiran ini mengajarkan kita untuk tidak melihat suatu persoalan hanya dari satu sisi. Menurut analisis penulis, prinsip tersebut dapat diterapkan ketika generasi muda menerima informasi di media sosial. Dengan mencari sumber yang jelas dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, kita dapat membangun sikap kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Kebiasaan ini membantu kita menjadi lebih bijak dalam memahami persoalan masa kini.
Pada akhirnya, memahami sejarah bukan berarti kita harus terus terjebak dalam masa lalu. Sebaliknya, sejarah membantu kita memahami bagaimana kehidupan sekarang terbentuk dan menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai bahan pertimbangan untuk masa depan. Masa lalu memberikan pelajaran, masa kini menjadi kesempatan untuk bertindak, sedangkan masa depan perlu kita persiapkan. Oleh karena itu, generasi muda sebaiknya tidak menganggap sejarah hanya sebagai hafalan tanggal, nama tokoh, dan peristiwa. Lebih dari itu, sejarah memberi kesempatan bagi kita untuk memahami pengalaman manusia dan mengambil pelajaran darinya. Mari mempelajari sejarah dengan lebih bermakna, bukan sekadar mengingat apa yang terjadi, tetapi juga memahami alasannya. Sebab, meskipun masa depan belum terjadi, kita dapat mempersiapkannya dengan lebih bijaksana melalui pemahaman masa lalu dan tindakan pada masa kini.
