Foto: Kisah Sopir Bajaj Bertahan di Tengah Maraknya Transportasi Online

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sejumlah bajaj terparkir di pangkalan khusus di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Di antara deretan kendaraan tersebut, para sopir menunggu penumpang untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai kawasan di Jakarta.

Tawan (67), yang telah bekerja sebagai sopir bajaj selama 19 tahun, mengatakan jumlah penumpang yang didapatnya kini jauh lebih sedikit dibandingkan dahulu. Ia menyebut persaingan dengan transportasi daring menjadi salah satu penyebabnya.

Hal serupa disampaikan Kojim (52), yang telah menarik bajaj sejak 1998. Menurutnya, persaingan dengan layanan transportasi daring menjadi salah satu tantangan dalam mencari penumpang. Saat ramai, ia bisa memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp200 ribu sehari.

Sementara itu, tarif perjalanan dari pangkalan menuju sejumlah kawasan, seperti Senen dan Cikini, berkisar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu, bergantung pada jarak dan hasil tawar-menawar dengan penumpang.

Sejumlah bajaj terparkir di pangkalan khusus di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Akbar Mubarak/kumparan