Konten dari Pengguna

Menyulap Sepatnya Limbah Kulit Buah Jeruk Bali Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Ening Dzuhrika Iskandar

Ening Dzuhrika Iskandar

Mahasiswi aktif Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Teknik Sipil.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ening Dzuhrika Iskandar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tepat pada 5 Juli lalu Universitas Pendidikan Indonesia telah membuka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode tahun 2021/2022. Sebanyak lebih dari 7000 mahasiswa dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok lokasi pelaksanaan KKN yang telah ditentukan. Kelompok 100 mendapatkan lokasi di Desa Cibiru Wetan, tepatnya di Kampung Cikoneng RW 01 dan 02, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Tema besar dalam pelaksanaan KKN Tematik tahun ini, yaitu mengacu pada usaha pencapaian program pemberdayaan masyarakat berbasis Suistanable Development Goals (SDG’s) yang terdiri dari 17 tujuan, salah satu di antaranya, yaitu “Tanpa Kemiskinan”.

Kelompok 100 KKN-T UPI mendapat tema tujuan SDG’s pertama, yaitu “Desa Tanpa Kemiskinan”. Dalam upayanya, Kelompok 100 KKN-T UPI mengadakan program kerja yang ditujukan sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi masyarakat Desa Cibiru Wetan dengan cara memanfaatkan hasil sumber daya alam yang tersedia secara maksimal.

Berada di kaki Gunung Manglayang, Desa Cikoneng memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan. Salah satunya, yaitu buah jeruk bali yang tumbuh subur di desa tersebut. Selain dibudidayakan di kebun, pohon jeruk bali juga bisa dengan mudah ditemui di hampir seluruh halaman rumah warga. Hal ini membuat produksi buah jeruk bali sangat melimpah ketika musim panen tiba. Hal ini juga yang kemudian kami coba manfaatkan sebagai sarana peningkatan nilai ekonomi warga sekitar.

Gambar 1. Pohon Jeruk Bali di Halaman Rumah Warga (Dokumentasi Tim PDD Kel. 100 KKN-T UPI)

“Kalua Jeruk Bali” namanya. Kata “kalua” berasal dari Bahasa Sunda yang artinya manisan. Tapi, jangan salah, bukan buahnya yang diolah menjadi manisan, melainkan kulitnya. Mengkonsumsi buah jeruk bali tentunya sudah biasa, tapi pernahkah Anda mengkonsumsi kulit buahnya? Ternyata, kulit buah jeruk bali yang awalnya hanya dianggap sebagai limbah masih bisa dimanfaatkan menjadi produk makanan yang memiliki nilai jual.

Cara membuat Kalua Jeruk Bali

Cara yang dilakukan untuk membuat manisan ini cukup mudah. Bahan-bahan yang diperlukan juga sangat mudah ditemui. Berikut langkah-langkahnya.

a. Bahan

  1. 10 buah kulit buah jeruk bali yang masih mentah

  2. 2 kg Gula pasir

  3. 0,5 kg Gula aren

  4. 10 bungkus Vanilli

  5. Garam secukupnya

  6. Air secukupnya

b. Cara Membuat

  1. Kupas bagian hijau kulit buah jeruk bali

  2. Potong dengan ukuran sedang

  3. Siapkan wadah besar, campur sekitar 2 sdm kapur sirih dengan air secukupnya sampai kulit jeruk dapat terendam sempurna

  4. Rendam kulit jeruk bali selama 1 jam

  5. Siapkan panci dan air untuk merebus, rebus kulit jeruk bali hingga sedikit lunak

  6. Angkat kulit jeruk bali yang sudah matang

  7. Rendam dalam air bersih selama 2 hingga 3 hari

  8. Ganti dengan air baru setiap hari (sebelum dipindahkan ke air baru kulit jeruk diperas terlebih dahulu)

  9. Jika setelah beberapa hari perendaman rasa pahit dari kulit jeruk bali sudah hilang, selanjutnya peras kulit jeruk bali dan pindahkan ke wadah

  10. Siapkan wajan, masukkan 2 kg gula pasir, 0,5 kg gula aren, 10 bungus vanilli, ½ sdt garam, dan 1 liter air

  11. Masak hingga semua larut dan mendidih

  12. Masukkan kulit jeruk bali, aduk hingga tercampur sempurna dan air gula menyusut

  13. Jika sudah terkaramelisasi, angkat dan pindahkan ke wadah kering

  14. Biarkan di udara terbuka sampai kering dan mengeras

  15. Kalua jeruk bali siap untuk dikemas dan dipasarkan.

Gambar 2. Mengupas Bagian Hijau Kulit Jeruk Bali (Dokumentasi Tim PDD Kel. 100 KKN-T UPI)
Gambar 3. Proses Perbusan Kulit Jeruk Bali (Dokumentasi Tim PDD Kel. 100 KKN-T UPI)
Gambar 4. Proses Perendaman Kulit Jeruk Bali (Dokumentasi Tim PDD Kel. 100 KKN-T UPI)
Gambar 5. Kalua Jeruk Bali yang Sudah Dikemas dan Siap Dipasarkan (Dokumentasi Tim Kel. 100 KKN-T UPI)

Kalua jeruk bali cocok dinikmati di waktu-waktu santai. Rasanya sangat manis dengan tekstur yang lembut dan garing pada bagian permukaannya. Camilan yang satu ini akan digemari oleh berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pemanfaatan sumber daya alam Desa Cibiru Wetan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi peningkatan nilai ekonomi warga sekitar. Selain mengembangkan peluang dari olahan jeruk bali, desa ini juga memiliki potensi SDA yang lain, di antaranya, yaitu produksi susu sapi perah dan objek wisata alam. Cerita kelompok 100 KKN-T UPI mengenai kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Cibiru Wetan dapat Anda lihat selengkapnya di Instagram @kkn100.upi.