Konten dari Pengguna

Masquerade Hotel: Siapa yang Bersembunyi di Balik Topeng?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Radin Arundati Rasendriya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Novel Keigo Higashino " Masquerade Hotel" terbitan tahun 2024 (dok. pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Novel Keigo Higashino " Masquerade Hotel" terbitan tahun 2024 (dok. pribadi)

Identitas Buku

Judul Buku : Masquerade Hotel

Penulis : Keigo Highasino

Penerbit : Gramedia

Genre : Misteri, kriminal, thriller

Tahun Terbit : 2024

Tebal : 468 hlm

Nomor ISBN : 978-602-06-7704-0

Hotel biasanya identik dengan tempat untuk beristirahat. Namun, dalam Masquerade Hotel, Keigo Higashino justru menjadikan hotel sebagai tempat penuh rahasia, kecurigaan, dan teka-teki yang membuat pembaca terus bertanya-tanya. Novel ini mengisahkan serangkaian kasus pembunuhan yang terjadi di Tokyo. Polisi menemukan petunjuk yang mengarah pada dugaan bahwa pembunuhan berikutnya akan terjadi di Hotel Cortesia Tokyo. Untuk mencegahnya, seorang detektif bernama Nitta Kosuke ditugaskan menyamar sebagai pegawai hotel. Dalam menjalankan penyamarannya, Nitta bekerjasama dengan Yamagishi Naomi, seorang staff hotel yang professional yang memiliki keahlian bintang 5 untuk pengalaman melayani pelanggan hotel.

Keduanya memiliki cara pandang yang berbeda. Nitta sebagai polisi terbiasa mencurigai orang dan mencari kemungkinan adanya kejahatan, sedangkan Naomi berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu tanpa memandang mereka sebagai tersangka. Perbedaan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik dalam novel. Nitta harus belajar memahami aturan dan etika dunia perhotelan, sementara Naomi perlahan memahami bahwa tidak semua tamu datang dengan tujuan yang sebenarnya mereka tunjukan.

Bagi saya yang masih tergolong pemula dalam membaca novel bergenre misteri, Masquerade Hotel cukup menyenangkan untuk diikuti. Ceritanya memang memiliki alur yang cenderung lambat dan proses menuju penyelesaian kasus juga membutuhkan waktu yang cukup panjang. Namun, hal tersebut tidak menghilangkan rasa penasaran saya tentang cerita novel ini. Saya termasuk pembaca yang menikmati buku secara perlahan atau slow reader. Karena itu, saya justru bisa menikmati proses ketika satu per satu petunjuk diberikan, setiap karakter muncul seolah memiliki kemungkinan untuk menjadi pelaku. Ketika mulai mencurigai seseorang, muncul kejadian lain yang membuat saya kembali mempertanyakan dugaan tersebut.

Hal yang paling membuat saya tertarik adalah bagaimana Higashino berhasil menjaga rasa penasaran sepanjang cerita. Pembaca tidak hanya diajak menunggu siapa pelakunya, tetapi juga ikut mengamati perilaku para karakter dan mencoba menghubungkan berbagai petunjuk yang diberikan. Cukup terkejut dengan pengungkapan pelaku di bagian akhir. Terdapat kesan bahwa cerita membawa pembaca ke arah tertentu, tetapi kemudian memberikan kejutan yang membuat saya kembali melihat kejadian-kejadian sebelumnya dari sudut pandang yang berbeda. Bagi saya, bagian tersebut menjadi salah satu daya tarik utama novel ini.

Selain kasus pembunuhannya, konsep “topeng” dalam novel ini juga menarik untuk diperhatikan. Hotel menjadi tempat di mana orang-oarang datang dengan identitas dan kepentingannya masing-masing. Mereka dapat menunjukan satu sisi kepada orang lain, sementara menyimpan sisi lain yang tidak diketahui siapapun. Hal tersebut membuat judul Masquerade Hotel terasa semakin relevan dengan keseluruhan cerita.

Secara keseluruhan, cerita ini menjadi pengalaman membaca misteri yang menarik bagi saya sebagai pembaca pemula. Novel ini mungkin bukan cerita dengan tempo yang cepat, tetapi proses penyelidikannya, berbagai karakter yang mencurigakan, serta kejutan pada bagian akhir membuat saya tetap ingin mengetahui kelanjutan ceritanya.

Setelah menyelesaikan novel ini, saya semakin memahami bahwa daya tarik cerita misteri bukan hanya terletak pada siapa pelakunya, tetapi juga pada perjalanan untuk menemukan jawabannya. Masquerade Hotel membuat perjalanan tersebut terasa seperti membuka satu per satu topeng yang dikenakan setiap karakter hingga akhirnya terlihat siapa yang sebenarnya bersembunyi di baliknya.

Rating : 8,9/10